Penulis Buku Balita Berisi Materi LGBT Minta Maaf

Reza Gunadha

Kamis, 04 Januari 2018 | 09:23 WIB
Penulis Buku Balita Berisi Materi LGBT Minta Maaf
Buku belajar membaca yang diduga kampanyekan LGBT. (dok KPAI)

Suara.com - Intan Noviana, penulis buku berjudul “Balita Langsung Lancar Membaca" yang mengandung isi mengenai lesbian, gay, biseksual, dan transeksual meminta maaf.

Ia meminta maaf saat menyambangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), di Jakarta, Rabu (3/1/2018) siang.

“Intan mendatangi kami atas keinginan sendiri setelah berkoordinasi dengan penerbit Pustaka Widyatama dan membaca sejumlah berita bahwa ia bakal kami panggil,” kata anggota bidang pendidikan KPAI Retno Listyarti melalui pernyataan tertulis, Kamis (4/8).

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu, Intan mengakui buku itu adalah hasil karyanya bersama Purnama Andri. Namun, mengenai penulisan buku itu menjadi tanggung jawab dirinya sendiri.

Intan, kata Retno, menjelaskan adanya sejumlah kalimat yang tampak mempromosikan LGBT seperti ”Opa suka Waria”; ”Widia bisa menikahi Vivi; dll, adalah kesalahan teknis.

“Dia mengatakan Widia itu dalam proses kreatif pembuatan buku itu sebenarnya dibayangkan sebagai laki-laki, yakni Widyatmoko. Tapi dalam penulisan, belum sempat terselesaikan, sehingga tersingkat menjadi Widia. Dia mengklaim tidak mempromosikan pernikahan sesama jenis,” jelas Retno.

Sementara mengenai kalimat “Opa suka Waria”, Retno menuturkan Intan  dalam pertemuan menjelaskan di Yogyakarta—tempatnya berdomisili—warga sering berkonflik dengan “wanita pria” (waria).

Buku belajar membaca yang diduga kampanyekan LGBT. (dok KPAI)

baca juga

Konflik warga dengan waria itu disebabkan yang disebut terakhir kerap memaksa meminta uang. Intan, sambung Retno, mengklaim menggunakan kata waria itu untuk memberikan pemahaman utuh kepada balita.

“Kami sendiri masih mempertanyakan kepada Intan, karena ada yang masih janggal. Misalnya, jauh sekali kesalahan penulisan dari Widyatmoko menjadi Widia. Karenanya, wajar banyak orang tua yang merasa terganggu atas bukunya itu. Tapi dia sudah meminta maaf dan mengakui tak ada motif apa pun selain kesalahan teknis,” jelas Retno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berlibur, Wapres Trump Disambut Spanduk 'Make America Gay Again"

Berlibur, Wapres Trump Disambut Spanduk 'Make America Gay Again"

News | Senin, 01 Januari 2018 | 10:25 WIB

Beredar Buku Anak Kampanye LGBT, Apa Kata Kementerian PP & PA?

Beredar Buku Anak Kampanye LGBT, Apa Kata Kementerian PP & PA?

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 18:59 WIB

Ada Buku Anak Promosi LGBT, Ini Kata Komisi Pendidikan

Ada Buku Anak Promosi LGBT, Ini Kata Komisi Pendidikan

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 18:24 WIB

KPAI: Buku Balita Kampanye LGBT Ganggu Perkembangan Anak

KPAI: Buku Balita Kampanye LGBT Ganggu Perkembangan Anak

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 17:51 WIB

KPAI Gagal Dapat Penjelasan Soal Kalimat "Opa Bisa Jadi Waria"

KPAI Gagal Dapat Penjelasan Soal Kalimat "Opa Bisa Jadi Waria"

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 15:55 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×