Terungkap! Asal-usul di Balik Kehebohan 'Bakpao' Setya Novanto

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Jum'at, 27 April 2018 | 10:42 WIB
Terungkap! Asal-usul di Balik Kehebohan 'Bakpao' Setya Novanto
Sejumlah warga melakukan aksi teatrikal sekaligus makan bakpao bersama, terkait proses hukum Setya Novanto, di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Istilah 'bakpao' mendadak tenar ketika disebutkan oleh Fredrich Yunadi saat konferensi pers usai Setya Novanto mengalami kecelakaan tunggal pada tanggal 16 November 2017 di kawasan Permata Hijau. Bakpao, dipakai Fredrich untuk merujuk pada ukuran benjolan di dahi bagian kiri Novanto akibat kecelakaan mobil tersebut.

Namun, ketika istilah tersebut terus populer dan nadanya terkesan meledek, karena nyatanya benjolan di dahi kiri mantan Ketua DPR tersebut hanya sebesar ibu jari perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Fredrich pun mulai mengelak.

Dia melemparkan kesalahannya kepada ajudan Novanto, Reza Phalevi yang pada saat itu mengurus Novanto usai kecelakaan.

"Itu kan kalimat dari ajudan. Kok sekarang jadi saya yang disalahkan?" katanya di Gedung Pengadilan Tipikor Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).

Lantas dia pun menceritakan awal mula munculnya kata tersebut. Menurutnya, saat itu ajudan Novanto menelponnya dan menyampaikan kondisi Novanto dan mobil usai kecelakaan tersebut.

"Menurut ajudan yang menelpon saya 'mobilnya hancur, kacanya pecah semua, hancur cur'. Saya katakan itu menurut keterangan loh. Saya belum lihat, itu menurut keterangan, kondisi Pak SN pingsan dan ada luka. Ya, saya tanya segede apa lukanya? Dijawab segede bakpao," jelas Fredrich.

Terkait pembicaraan tersebut Fredrich pun bersedia membuka kebenarannya. Pasalnya, dia masih menyimpan rekaman percakapan melalaui telephone antara dirinya dengan ajudan Novanto tersebut.

"Jadi seperti saya ngomong apa, kalau mau lihat rekaman, saya masih punya rekamannya. Semuanya kan," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Papa yang Pernah Minta Saham Freeport Ini Belum Ajukan Banding

Papa yang Pernah Minta Saham Freeport Ini Belum Ajukan Banding

News | Jum'at, 27 April 2018 | 10:07 WIB

Fredrich Yunadi Keluhkan Perlakuan di Rutan KPK Tidak Manusiawi

Fredrich Yunadi Keluhkan Perlakuan di Rutan KPK Tidak Manusiawi

News | Kamis, 26 April 2018 | 18:51 WIB

Fredrich Yunadi Sering Debat Sengit dengan Jaksa KPK Karena...

Fredrich Yunadi Sering Debat Sengit dengan Jaksa KPK Karena...

News | Kamis, 26 April 2018 | 18:03 WIB

Divonis 15 Tahun Penjara, Setya Novanto Tak Mau Minum dan Makan

Divonis 15 Tahun Penjara, Setya Novanto Tak Mau Minum dan Makan

News | Kamis, 26 April 2018 | 17:12 WIB

Dokter Jantung Bingung Diminta Periksa Setnov saat Kecelakaan

Dokter Jantung Bingung Diminta Periksa Setnov saat Kecelakaan

News | Kamis, 26 April 2018 | 16:34 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×