Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:07 WIB
Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya
Keluarga terduga teroris Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati. (Istimewa)

“Saya rasa, saya percaya, dia tidak ingin melakukannya (mati sebagai pelaku bom bunuh diri). Ini tidak benar, untuk menyeret anak-anak ke dalam ini, ”kata Hery, terdiam ketika dia menundukkan kepalanya.

"Aku merasakan kehilangan yang mengerikan," tambah Hery lirih.

Hari itu berakhir, tetapi bukan teror. Malam itu pada pukul 21.20 WIB, sebuah bom yang dirakit oleh Anton Febrianto meledak secara prematur di rumahnya di Sidoarjo, kabupaten yang terletak dekat sekali dengan kota Surabaya.

Bom itu membunuh istrinya Puspitasari dan dua anak mereka, Hilta Aulia Rahman, (17), dan Ainur Rahman (15). Dua anak lainnya, Faisa Putri dan Garida Huda Akbar, masing-masing berusia 11 dan 10 tahun, selamat.

Pada Senin (14/5/2018), sebuah keluarga beranggotakan lima orang, yang mengendarai dua sepeda motor secara terpisah, menyerang sebuah kantor polisi di Surabaya. Serangan ini menewaskan empat anggota keluarga. Seorang anak berusia delapan tahun selamat.

Ketiga keluarga saling kenal, menurut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Polri kemudian menyatakan bahwa Dita adalah kepala cabang negara pro-Islam (IS) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya.

JAD didirikan oleh Aman Abdurrahman (46), yang merupakan ideolog Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang terkemuka di Indonesia. Dia saat ini sedang diadili atas perannya dalam serangan teror bom Thamrin 2016 di Jakarta.

Kengerian dua keluarga yang sekarat sebagai pelaku bom bunuh diri menimbulkan pertanyaan. Bagaimana seorang Dita menjadi radikal sampai pada titik terpelintir bahwa ia bersedia untuk mengajak keempat anaknya untuk mati?

Seorang pejabat kontra-terorisme senior mengatakan kepada Channel NewsAsia bahwa Dita adalah pengikut setia dari Aman Abdurrahman.

"Ia mengunjungi Aman beberapa kali di penjara dan telah lama mengikuti khotbahnya," kata pejabat itu.

Ketika ditanya di mana Dita mendapatkan ide untuk mengubah anak-anaknya menjadi pelaku bom bunuh diri, pejabat itu mengatakan: "Kami belum tahu tetapi mereka (Dita dan teman-temannya) sangat sering menyaksikan pemboman bunuh diri yang dilakukan oleh anak-anak."

"Sebagai pemimpin JAD Surabaya, Dita bisa mempengaruhi dua keluarga lainnya," kata pejabat tersebut.

Sementara Kapolri Tito secara resmi mengatakan bahwa Dita dan keluarganya tidak pergi ke Suriah. Menurutnya, situasi sebenarnya jauh lebih rumit.

"Kami tidak dapat benar-benar mengatakan apakah dia (Dita) pergi ke Suriah atau tidak karena kami telah mengalami kejadian di mana seseorang pergi ke Suriah dan kembali ke rumah tanpa terdeteksi," kata sumber keamanan kepada Channel NewsAsia.

Angka resmi menunjukkan ada 1.200 orang yang kembali dari Suriah dan banyak dari mereka tidak ditahan karena kelemahan dalam hukum anti-terorisme Indonesia 15/2003 yang tidak mencakup tindakan teror yang dilakukan di luar Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB

Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi

Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi

News | Kamis, 30 April 2026 | 14:24 WIB

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:50 WIB

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi

Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi

News | Senin, 27 April 2026 | 14:36 WIB

Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas

Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:25 WIB

Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!

Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:19 WIB

Ancam HAM dan Demokrasi: Pelibatan TNI Tangani Terorisme Dapat Penolakan Keras

Ancam HAM dan Demokrasi: Pelibatan TNI Tangani Terorisme Dapat Penolakan Keras

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:43 WIB

Pelibatan TNI dalam R-Perpres Penanggulangan Terorisme Dikritik, Ancam Demokrasi dan Kebebasan Sipil

Pelibatan TNI dalam R-Perpres Penanggulangan Terorisme Dikritik, Ancam Demokrasi dan Kebebasan Sipil

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:25 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB