Array

Hapus Stigma Hanya Pintar Memijat, Ada Modul Al-Qur'an Braile

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 28 Mei 2018 | 07:46 WIB
Hapus Stigma Hanya Pintar Memijat, Ada Modul Al-Qur'an Braile
Modul Al-Qur'an Braile. [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Awalnya tak mudah, mengenalkan membaca Al Quran bagi tunanetra sempat ditentang banyak kaumnya. Rupanya, stigma tunanetra yang hanya mampu berdaya pada kepandaian memijat telah mengakar.

"Awalnya, saya dituduh menyalahi kodrat tunanetra, pemahaman mereka tunanetra hanya bisa memijat, padahal kita bisa sama dengan manusia normal lainnya," kata Basuki, pembina Yayasan Sahabat Mata, saat ditemui Suara.com, di sekretariatnya Perum Jatisari Asabri Blok D Bukit Semarang Baru, Kota Semarang, Minggu (25/5/2018).

Basuki mengungkapkan rasa prihatinnya, saat melihat para tunanetra hanya sibuk urusan dunia saja dengan keterbatasannya. Namun, urusan akhirat terlupakan.

Basuki sendiri bukan tunanetra sejak lahir, dia mengalami kebutaan total sejak dewasa.

"Ketika mengalami kebutaan, saya kebetulan ketemu tunanetra lainnya yang dari sisi keagamaan terbilang minim, terenyuh saya," katanya.

"Saat itu, tunanetra hanya bergantung pada kepandaian pijat, mereka menunggu pelanggan. Lalu bagaimana mereka bisa beribadah dengan mudah pula?" katanya.

Lalu, pada 2008 Basuki mulai menyusun sekaligus akhirnya tercipta modul membaca Al-Qur'an Braile bagi tunanetra. Seketika, banyak tunanetra mau belajar membaca Al Quran. Kini modulnya sudah dinikmati ribuan tunanetra di seluruh Indonesia.

"Modal dasar memang bagi mereka yang bisa membaca braile akan mudah membaca modul Al Quran ini," katanya.

"Jadi, tunanetra bisa beribadah baca Alquran, apalagi saat bulan puasa ini. Kita juga rutin tadarus Al-Quran Braile di sekretariat," tambahnya.

Baca Juga: Bikin Haru, Tukang Parkir Baca Al Quran Sembari Jaga Motor

Dari ribuan tunanetra yang sudah bisa baca Al-Qur'an Braile, selama Ramadan ini dibuat semacam lomba tadarus yang dilakukan via telephone dengan kelompok masing-masing daerah. Tiap daerah, ada satu instruktur yang mensupervisi dan menjuri.

Menurut Basuki, ada 200 santri tunanetra seluruh Indonesia yang ikut lomba online yang terbagi enam kelas. Adu cepat khatam dipandu 22 instruktur Alquran braille yang tersebar dari Semarang, Sidoarjo, Bogor, Indramayu, Jakarta, Sukabumi, Bandung dan Aceh.

Modul Al-Qur'an Braile. [Suara.com/Adam Iyasa]

Foto: Modul Al-Qur'an Braile. [Suara.com/Adam Iyasa]

"Yang paling cepat khatam dapat hadiah pulsa Rp 50 ribu," ujar Basuki.

Hadiah itu murni dari kantong dia, sampai saat ini belum ada bantuan atau sentuhan dari pemerintah atau dinas terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI