Hikayat Letusan Gunung Merapi dari Naskah-naskah Kuno

Reza Gunadha

Senin, 28 Mei 2018 | 14:14 WIB
Hikayat Letusan Gunung Merapi dari Naskah-naskah Kuno
Letusan melontatkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik.

Suara.com - Bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah, Merapi adalah teman hidup. Bagi sebagian orang, sejak 1548 hingga 2014, mereka mati karena letupan Merapi. Tapi sesudahnya, gunung api itulah yang menyediakan wahana hidup untuk anak cucu mereka.

Sejarah Gunung Merapi adalah riwayat tentang letusan. Dalam kurun waktu sejak 1548 sampai 2014, gunung yang berlokasi di bagian tengah Pulau Jawa ini sudah 71 kali erupsi. Beberapa letusan punya daya rusak yang mematikan.

Naskah kuno memaknai peristiwa-peristiwa itu sebagai kemurkaan Tuhan dan pertanda datangnya huru-hara.

"Gunung Merapi menyemburkan api yang sangat dahsyat. Siang-malam bumi berguncang dan dihujani api. Kilat tak henti-hentinya menyambar. Asap dan api yang keluar dari mulut gunung bagai kain merah menyala dibentuk wiru [lipatan-lipatan pada sehelai kain], mumbul tinggi menyentuh langit. Jagat yang gelap pekat itu bagai terbakar sehingga merahnya api bagai menghias kelamnya angkasa."

"Gemeretak pepohonan yang bertumbangan tak ubahnya suara senapan yang ditembakkan. Seluruh warga desa di lereng Gunung Merapi saling tunjang berebut menyelamatkan diri. Sepanjang masa, baru kali itu Gunung Merapi memuntahkan lahar sedahsyat muntahan lumpur batu seperti pada masa peperangan Pajang melawan Mataram (1586)."

Begitulah Babad Betawi Jilid III melukiskan keganasan erupsi Gunung Merapi 1822 dengan bahasa yang sangat puitis. Babad Betawi Jilid III adalah salah satu naskah kuno milik Pura Pakulaman, yang cetakan aslinya hingga kini masih terawat baik.

Babad Betawi merupakan kisah sastra-sejarah yang menceritakan pembuangan Pangeran Natasukuma hingga kemudian mendirikan Kadipaten Pakualaman. Pangeran Natakusuma disebut-sebut sebagai anak kesayangan dari pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB I.

Kelak, Pangeran Natakusuma termasyhur dengan gelar KGPAA Paku Alam I. Karya ini ditulis dalam tiga jilid dan berbentuk tembang macapat.

Episode erupsi Gunung Merapi 1822 bisa dikatakan hanya menyempil di Babad Betawi Jilid III. Dari total halaman yang mencapai 900, letusan maut itu dijabarkan dalam delapan halaman.

baca juga

Namun, dari halaman yang sedikit itu, dahsyatnya kekuatan Gunung Merapi bisa tergambar jelas. Pada halaman 784 disebutkan, akibat erupsi, desa-desa di lereng gunung menjadi sepi tak berpenghuni. Saat itu hujan batu berapi masih terjadi, diiringi gelegak gunung hingga bergema di angkasa.

Akibatnya, orang-orang Belanda dan Tionghoa kocar-kacir berlarian meninggalkan Bedhaya dan Magelang untuk menyelamatkan diri ke Semarang. Keadaan begitu mengharu biru. Situasi di Bedhaya dideskripsikan selayaknya menjelang kiamat; semalam suntuk hujan batu tak hentinya keluar dari puncak gunung, bersamaan dengan sambaran kilat.

Warga yang tinggal di dusun-dusun di kaki Gunung Merapi, masih dinukil dari karya yang sama, semakin miris dan kebingungan, karena beredar kabar Jumat berikutnya Jogja akan tenggelam terbanjiri lumpur dari gunung. Banyak orang yang mengungsi ke Pura Pakualaman agar bisa bertahan hidup.

Untuk diketahui, sesuai dengan karakter genre babad, teks yang memuat data sejarah dihias dan dibumbui dengan curahan hati sang penulis atau pesanan pemrakarsa penulisan naskah, sehingga bobot kemurnian fakta harus dipertimbangkan.

Letusan Besar

Mungkin, penggambaran letusan Gunung Merapi 1822 di Babad Betawi Jilid III agak berlebihan, atau mungkin juga tidak. Tetapi yang jelas, sejarah mencatat pada 1822 memang terjadi erupsi besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Mudik, Dishub Siapkan Alternatif Jalur Selatan Jawa

Jelang Mudik, Dishub Siapkan Alternatif Jalur Selatan Jawa

News | Senin, 28 Mei 2018 | 09:35 WIB

Dapat Pencerahan Mbah Rono, Pengungsi Merapi Dibolehkan Pulang

Dapat Pencerahan Mbah Rono, Pengungsi Merapi Dibolehkan Pulang

News | Senin, 28 Mei 2018 | 09:02 WIB

Jubaidi, Pemulung Tua yang Kembalikan Uang Temuan Rp 20 Juta

Jubaidi, Pemulung Tua yang Kembalikan Uang Temuan Rp 20 Juta

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 19:51 WIB

Gara-gara Uang, Brekele Tega Aniaya Ibu dan Bakar Rumah Orang Tua

Gara-gara Uang, Brekele Tega Aniaya Ibu dan Bakar Rumah Orang Tua

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 13:33 WIB

Kumpulan Cerita Sedih Warga Mengenang 12 Tahun Gempa Yogyakarta

Kumpulan Cerita Sedih Warga Mengenang 12 Tahun Gempa Yogyakarta

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 11:45 WIB

Terkini

Urutan Skincare Malam Viva untuk Hempas Jerawat, Praktis Hanya 4 Langkah dan Harga Terjangkau

Urutan Skincare Malam Viva untuk Hempas Jerawat, Praktis Hanya 4 Langkah dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cekcok soal Pekerja Refleksi Berujung Perkelahian, Pria 56 Tahun Tewas

Cekcok soal Pekerja Refleksi Berujung Perkelahian, Pria 56 Tahun Tewas

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kasus Korupsi Bea Cukai: Dedi Congor Batal Diperiksa KPK, Kembali Berdalih Sakit

Kasus Korupsi Bea Cukai: Dedi Congor Batal Diperiksa KPK, Kembali Berdalih Sakit

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya

Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Oppo A7 Pro Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta

Oppo A7 Pro Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Peternak Tak Usah Impor Lagi, 5 Pabrik Pakan Ternak Mau Dibangun

Peternak Tak Usah Impor Lagi, 5 Pabrik Pakan Ternak Mau Dibangun

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:52 WIB

×