Akrabnya Fahri dan Presiden Jokowi, Ternyata Ini yang Dibicarakan

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 29 Mei 2018 | 15:49 WIB
Akrabnya Fahri dan Presiden Jokowi, Ternyata Ini yang Dibicarakan
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Fahri Hamzah. (Twitter @fahrihamzah)

Suara.com - Suasana akrab kembali diperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Keduanya duduk bersebelahan saat menghadiri buka bersama Pimpinan DPR RI dengan Presiden Jokowi serta Wapres Jusuf Kalla di Rumah Dinas Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Pada acara yang banyak dihadiri tokoh nasional itu, Fahri tampak duduk satu meja, akrab saling berbincang diselingi senyuman bersama Presiden Jokowi. Padahal selama ini, Fahri dikenal lantang dan keras menyuarakan kritikan kepada pemerintahan Jokowi.

Menanggapi hal itu, Fahri mengungkapkan, dirinya sengaja diminta oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo untuk duduk di samping Presiden Jokowi. Ia pun menggunakan kesempatan tersebut untuk mengingatkan perihal ancaman ekonomi di Indonesia saat ini.

"Pak Bambang meminta saya duduk di samping Presiden. Entah apa maksudnya, tapi saya pakai kesempatan itu untuk menyampaikan suatu yang penting. Maka ini kesempatan untuk berbicara kepada Pak Jokowi, karena saya memang pernah mengingatkan Presiden di awal pemerintahannya tentang ancaman kepada ekonomi," ungkap Fahri kepada Suara.com, Selasa (29/5/2018).

Fahri menyampaikan kepada Jokowi bahwa era pemerintahan yang dipimpin Jokowi, mewarisi satu ekonomi yang relatif baik dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun kata Fahri, pertumbuhan ekonomi di era Jokowi tiba-tiba menjadi stagnasi dan relatif melambat, jauh ketika dipimpin Presiden SBY.

Menurut dia, di zaman Pak SBY itu melompati APBN sampai dua kali. Namun tiba-tiba, sekarang terjadi stagnasi, pertumbuhan ekonomi relatif melambat dan pertumbuhan lima persen itu hanya bisa mengungkit APBN dari sekitar Rp 2.039 triliun pada awal SBY. Sekarang menjadi hanya sekitar Rp 2.240 triliun.

"Jadi, empat tahun itu kita cuma dapat Rp 2 triliun. Hampir empat tahun ini Rp 200 triliun. Sementara zaman Pak SBY itu, 10 tahun itu sekitar Rp 1.700 triliun. Itu akselerasi yang luar biasa," ujarnya lagi.

Selain itu, kepada Presiden Jokowi, Fahri juga menyampaikan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, yakni pemberantasan hukum dalam pemberantasan korupsi.

Dalam perbincangan tersebut, Presiden Jokowi, kata Fahri meminta usulan terkait hal tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa DPR telah mengesahkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Konsepnya itu (UU Terorisme) bisa dipakai dalam pemberantasan korupsi," kata Fahri.

Fahri pun mengusulkan perlunya lembaga yang mengkoordinir sebagai leadership dalam pemberantasan korupsi, semacam Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah Pamer Foto Salaman dan Ketawa Bareng Jokowi

Fahri Hamzah Pamer Foto Salaman dan Ketawa Bareng Jokowi

News | Selasa, 29 Mei 2018 | 10:19 WIB

Heboh Gaji Tinggi Pejabat BPIP, PPP Yakin Megawati Tak Minta Gaji

Heboh Gaji Tinggi Pejabat BPIP, PPP Yakin Megawati Tak Minta Gaji

News | Selasa, 29 Mei 2018 | 09:13 WIB

Belum Ada Unsur Pidana Teman RJ di Kasus Ancaman ke Jokowi

Belum Ada Unsur Pidana Teman RJ di Kasus Ancaman ke Jokowi

News | Senin, 28 Mei 2018 | 21:21 WIB

Sandiaga Uno Samakan Jokowi dengan Najib Razak, Mendagri Syok

Sandiaga Uno Samakan Jokowi dengan Najib Razak, Mendagri Syok

News | Senin, 28 Mei 2018 | 21:06 WIB

Megawati Dapat Rp 112 Juta per Bulan, Jokowi Cuma Rp 62 Juta

Megawati Dapat Rp 112 Juta per Bulan, Jokowi Cuma Rp 62 Juta

News | Senin, 28 Mei 2018 | 20:06 WIB

Terkini

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB