Monumen Susu Tumpah Mau Dibuat di Boyolali, Bentuknya?

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 29 Juli 2018 | 17:10 WIB
Monumen Susu Tumpah Mau Dibuat di Boyolali, Bentuknya?
Pekerja membongkar tugu jam di kawasan depan Pasar Kota Boyolali, Jumat (27/7 - 2018). [Solopos/Akhmad Ludiyanto]

Suara.com - Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang selama ini dikenal sebagai Kota Susu belum memiliki ikon yang menggambarkan sebutan tersebut. Ikon yang ada baru berupa patung sapi perah sebagai penghasil susu tersebut.

Pada 2018 ini, pemkab setempat akan mendirikan bangunan yang diharapkan menjadi ikon baru di Boyolali  mewakili sebutan Kota Susu.

Bangunan ini dinamakan Monumen Susu Tumpah, yang mulai dibangun di jantung kota kawasan Pasar Kota Boyolali, atau sekitar 150 meter sebelah utara Simpang Siaga (patung kuda).

Monumen tersebut sekaligus menggantikan tugu jam, yang selama ini menjadi ikon kawasan itu. Dari sebutannya, monumen susu tumpah punya makna yang unik.

Bagi warga yang mendengar nama Monumen Susu Tumpah ini, mempersepsikannya sebagai susu cair yang jatuh dari wadah tidak tertampung, sehingga nama itu membuat mereka penasaran.

“Mungkin akan seperti drum penampung susu yang sedang dituang,” kata Widodo (28), warga Boyolali, yang ditemui Solopos.com—jaringan Suara.com pekan lalu.

Hal senada dikatakan Yuli (45), warga Boyolali, saat ditanya pendapatnya mengenai monumen tersebut. “Mungkin tugunya nanti seperti tumpahan susu ya?” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Totok Eko YP mengatakan, nama monumen itu tidak terlepas dari bentuk monumen yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Monumen ini digambarkan dengan air susu di dalam botol yang dituangkan ke gelas.

“Monumen Susu Tumpah ini bentuknya seperti botol berisi susu yang disuntak [dituang] ke gelas,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat.

Menurutnya, pembangunan monumen ini memang menekankan kepada ikon Boyolali sebagi penghasil susu sekaligus mempercantik Kota Boyolali. Dia menambahkan anggaran pembangunan monumen tersebut sekitar Rp1,5 miliar.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, saat ini pekerja masih membongkar tugu jam. Pada papan proyek tertera pekerjaan yang dilakukan CV Langit Biru ini dimulai 18 Juli dan akan selesai 18 Oktober.

Desain monumen ini merupakan hasil sayembara beberapa tahun lalu. Monumen ini sedianya dibangun 2017, namun urung karena tidak ada alokasi anggaran dalam APBD.

Di tempat terpisah, Pemkab Boyolali juga tengah membangun tugu lain di Tegalwire, Mojosongo. Tugu di persimpangan Jalan Solo-Semarang dengan Jl Prof Soeharso nantinya berbentuk kerucut yang melambangkan gunung Merapi.

Monumen setinggi sekitar 8 meter ini akan menyambut pengguna jalan tol yang keluar dari gerbang Tol Mojosongo.

Gerbang Mojosongo berada di salah satu interchange untuk keluar-masuk tol wilayah Boyolali khususnya dekat kota. Interchange ini akan terhubung dengan Alun-Alun Lor di kawasan Tegalwire, Mojosongo.

Berita ini kali pertama diterbitkan Solopos.com dengan judul "Bentuk Monumen Susu Tumpah Boyolali Bikin Penasaran"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Potret Keindahan Dataran Dieng Rasa Eropa

5 Potret Keindahan Dataran Dieng Rasa Eropa

Lifestyle | Sabtu, 28 Juli 2018 | 20:15 WIB

Ganjar Ditemui Mahfud MD Setelah Dinyatakan Sah Menang Pilgub

Ganjar Ditemui Mahfud MD Setelah Dinyatakan Sah Menang Pilgub

News | Selasa, 24 Juli 2018 | 17:10 WIB

Resmi Menang Pilgub Jateng, Ganjar Tak Bentuk Tim Transisi

Resmi Menang Pilgub Jateng, Ganjar Tak Bentuk Tim Transisi

News | Selasa, 24 Juli 2018 | 13:51 WIB

Daftarkan Caleg eks Napi Korupsi, Ketum Golkar: Dua Orang Saja

Daftarkan Caleg eks Napi Korupsi, Ketum Golkar: Dua Orang Saja

News | Jum'at, 20 Juli 2018 | 12:42 WIB

Terkini

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB