Dua Balita dan Sepasang Lansia di Maluku Meninggal Kelaparan

Reza Gunadha

Senin, 30 Juli 2018 | 17:34 WIB
Dua Balita dan Sepasang Lansia di Maluku Meninggal Kelaparan
Warga suku Mausu Ane yang tinggal di pedalaman hutan Pulau Seram tepatnya di Gunung Morkelle Kecamatan Seram Utara Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). (Foto: Terasmaluku.com/Istimewa)

Suara.com - Empat anggota suku minoritas Mausu Ane, yang menjaga Pulau Seram, Maluku, meninggal dunia karena kelaparan.

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Lenny Patti mengatakan, dua dari empat anggota suku Mausu Ane yang meninggal adalah balita. Sementara dua lainnya orang lanjut usia.

"Mereka memang hidup di hutan selama ini, jauh dari pemukiman penduduk. Mereka kekurangan bahan makanan karena gagal panen jagung, singkong, talas dan ubi jalar akibat hama tikus dan babi yang menyerang kebun mereka," kata Lenny, Senin (30/7/2018).

Masyarakat Suku Mausu Ane di Desa Maneo Rendah, Seram Utara, Kecamatan Timur Kobi, wilayah petuanan Negeri Maneo Rendah yang hidup di pegunungan Morkelle tersebar pada tiga titik permukiman.Total anggota suku itu adalah 48 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa.

Meski terdapat anggota yang meninggal dunia, relokasi adalah kebijakan yang sebenarnya tidak tepat untuk menyelematkan suku Mausu Ane.

"Sekarang mereka akan direlokasi dan kami sangat keberatan dengan hal ini. Bagaimana kita bisa mencabut mereka dari tanah leluhurnya, dari identitasnya, ini sama saja kita menghapus sejarah tentang mereka," ujar dia.

Ia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak langsung merelokasi tetapi terlebih dulu melakukan pendampingan pada mereka.

Gagal panen yang terjadi merupakan buntut panjang dari kebakaran hutan pada 2015, yang membuat tanaman menjadi sulit tumbuh.

Sebelumnya, Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) bersama AMAN Wilayah Maluku pada Rabu (25/7), menyatakan penolakan rencana relokasi masyarakat Mausu Ane yang merupakan suku pedalaman di Seram Utara.

baca juga

Dalam pokok pikiran penolakan mereka disebutkan, petuanan Seram Utara adalah rumah bersama bagi masyarakat yang menetap di sana.

Masyarakat yang hidup di atasnya adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan dikelola untuk masa depan masing-masing.

Rencana relokasi untuk seluruh masyarakat di Seram Utara yang terkena imbas kebakaran hutan sebelumnya juga telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pada 2015, namun masyarakat menolaknya.

Ini karena mereka merupakan masyarakat suku pedalaman yang secara turun-temurun hidup dan menyatu dengan hutan di wilayah pertuanannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bencana Kelaparan Landa Pedalaman Pulau Seram, 3 Orang Meninggal

Bencana Kelaparan Landa Pedalaman Pulau Seram, 3 Orang Meninggal

News | Selasa, 24 Juli 2018 | 07:54 WIB

8,4 Juta Warga Yaman Terancam Kelaparan

8,4 Juta Warga Yaman Terancam Kelaparan

News | Selasa, 24 Juli 2018 | 05:18 WIB

Berkunjung ke Indonesia, Presiden Mikronesia Mau Pulang Kampung

Berkunjung ke Indonesia, Presiden Mikronesia Mau Pulang Kampung

News | Rabu, 18 Juli 2018 | 12:25 WIB

Inovatif! Beras Saset Ekonomis untuk Bujangan Akan Ada di Maluku

Inovatif! Beras Saset Ekonomis untuk Bujangan Akan Ada di Maluku

Bisnis | Rabu, 11 Juli 2018 | 11:36 WIB

Terkini

Rafathar dan Lily Diisolasi Akibat Terinfeksi Influenza A, Apa Sih Bedanya dengan Batuk Pilek Biasa?

Rafathar dan Lily Diisolasi Akibat Terinfeksi Influenza A, Apa Sih Bedanya dengan Batuk Pilek Biasa?

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Trade Expo Indonesia (TEI) 2026: Mitra Binaan Pertamina MoU dengan Pembeli dari 3 Negara

Trade Expo Indonesia (TEI) 2026: Mitra Binaan Pertamina MoU dengan Pembeli dari 3 Negara

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Standalone Market Jadi Mimpi Buruk, IHSG Anjlok Hampir 15% Sepekan

Standalone Market Jadi Mimpi Buruk, IHSG Anjlok Hampir 15% Sepekan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:54 WIB

5 Brightening Serum Niacinamide Lokal: Kulit Glowing, Bebas Bekas Jerawat

5 Brightening Serum Niacinamide Lokal: Kulit Glowing, Bebas Bekas Jerawat

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Warga Bekasi Patungan Rp2,1 Miliar untuk Bangun Rumah Sakit di NTT

Warga Bekasi Patungan Rp2,1 Miliar untuk Bangun Rumah Sakit di NTT

Bekaci | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Fokus Pulihkan Gambut & Mangrove, Prabowo Resmi Lantik BPGMN

Fokus Pulihkan Gambut & Mangrove, Prabowo Resmi Lantik BPGMN

Video | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Potensi Panas Bumi RI Baru 10% Dimanfaatkan, Ada Apa?

Potensi Panas Bumi RI Baru 10% Dimanfaatkan, Ada Apa?

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:39 WIB

1.230 Lowongan Kerja Dibuka di Makassar, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

1.230 Lowongan Kerja Dibuka di Makassar, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

Sulsel | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Urutan Skincare Sheet Mask yang Benar agar Wajah Sehat dan Glowing

Urutan Skincare Sheet Mask yang Benar agar Wajah Sehat dan Glowing

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:35 WIB

×