Array

Mentan: Produksi Beras Tetap Terjaga meski Musim Kemarau

Senin, 24 September 2018 | 10:00 WIB
Mentan: Produksi Beras Tetap Terjaga meski Musim Kemarau
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Dok: Kementan)

Suara.com - Pakar ekonomi senior, Faisal Basri, memberikan kritik tajam terhadap Kementerian Perdagangan, yang disebutnya kebablasan dalam mengeluarkan kebijakan impor.

"Seperti air bah sekarang (impornya)," kata Faisal, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Faisal menyebutkan, pola impor seperti ini merugikan neraca perdagangan. Neraca perdagangan berpengaruh pada neraca pembayaran, yang pada akhirnya mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Ia menilai, maraknya impor dari berbagai negara ke Indonesia, utamanya disebabkan kebijakan yang dibuat oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Belakangan ini, Kemendag sedang menjadi sorotan terkait derasnya impor, terutama komoditas beras. Sejumlah pihak telah menyuarakan protes terhadap langkah kementerian tersebut dalam menambah stok beras dalam negeri.

Bulog menjadi salah satu pihak yang bersuara keras terhadap kebijakan Kemendag. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menegaskan, stok beras dalam negeri dalam kondisi aman. Mengacu data Perum BULOG, jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 18 September 2018 mencapai 2,24 juta ton, jauh di atas batas aman stok CBP, sekitar 1-1,5 juta ton.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman enggan berkomentar setiap ditanyai responsnya terhadap kebijakan impor beras yang dikeluarkan Kemendag. Tapi berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, berdasarkan Aram I 2018, perkiraan luas panen padi Januari - Agustus mencapai 12,18 juta ha, dan prediksi luas panen September - Desember mencapai 3,82 juta ha.

Sebelumnya, Amran memang sempat menyampaikan optimismenya bahwa produksi beras tetap terjaga meski sedang musim kemarau. Amran mengakui, publik mungkin masih terjebak paradigma lama, bahwa selama ini, jika musim kering atau musim kemarau, maka tidak ada produksi karena petani tidak menanam padi.

"Sekarang ada paradigma baru dengan menggunakan teknologi baru, kita meningkatkan tanam di musim kering yang biasanya 500 ribu ha menjadi 1 juta ha, naik dua kali lipat pada saat musim kering. Saya ulangi, tanaman naik dua kali lipat pada musim kering, karena itu target kita," ujar Amran.

Baca Juga: Kementan Tegaskan Komitmennya untuk Sejahterakan Petani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI