Gempa Palu, Warga: Kami di Sigi Tak Butuh Uang, Kami Kelaparan

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Selasa, 02 Oktober 2018 | 16:15 WIB
Gempa Palu, Warga: Kami di Sigi Tak Butuh Uang, Kami Kelaparan
Alat berat dikerahkan untuk membantu pemulihan dan evakuasi gempa di Sulteng. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Sejumlah korban gempa bumi di Kabupten Sigi, Sulawesi Tengah sampai saat ini masih terisolasi di atas bukit. Sejak gempa menguncang Sulteng pada Jumat (28/9/2018) pekan lalu, mereka belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Rahmat (36), warga Desa Olobojo, Kabupaten Sigi mengatakan, banyak korban dari Petobo dan Sigi yang menyelamatkan diri ke atas bukit di Kabupaten Sigi. Namun, hingga lima hari pascagempa, mereka belum sedikitpun tersentuh bantuan.

"Saya lihat dipemberitaan hanya Donggala dan Palu. Padahal di atas bukit sana di Sigi, banyak korban dari Petobo juga yang mengungsi di sana belum dapat bantuan sampai sekarang," ujar Rahmat saat ditemui Suara.com, di lokasi gempa dan lumpur longsor di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (2/10/2018).

Rahmat menceritakan, sampai saat ini mereka hanya bertahan di pengusian dengan mengandalkan bantuan dari masyarakat sekitar. Tidak ada tenda-tenda dan makanan karena belum ada pasokan bantuan dari pemerintah.

Karena itu, Rahmat berharap pemerintah segera mengirim bantuan untuk korban di Sigi yang kini mulai kelaparan. Saat ini, kata dia, yang dibutuhkan adalah perhatian dari pemerintah yang tidak hanya terfokus di Palu dan Donggala saja.

"Kita tidak butuh uang, perhatian pemerintahlah yang paling penting. Sampai saat ini belum ada pemerintah yang datang atau memberikan bantuan ke bukit," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, ada 7 Kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang masih terisolasi. 7 kecamatan itu mengalami kerusakan cukup berat akibat gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018).

"7 kecamatan ini terisolir karena akses jalan longsor dan banyak bangunan rumah yang runtuh akibat gempa bumi," kata Sutopo, Senin (1/10).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bikin Haru, Gendon Kenang Anak Didik yang Jadi Korban Gempa Palu

Bikin Haru, Gendon Kenang Anak Didik yang Jadi Korban Gempa Palu

Sport | Selasa, 02 Oktober 2018 | 16:07 WIB

Ini Daftar Bantuan Asing yang Diperlukan untuk Gempa Palu

Ini Daftar Bantuan Asing yang Diperlukan untuk Gempa Palu

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:56 WIB

Belajar dari Gempa Palu, Indonesia Krisis Alat Pendeteksi Tsunami

Belajar dari Gempa Palu, Indonesia Krisis Alat Pendeteksi Tsunami

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:47 WIB

Pemerintah Minta Bantuan Alat Berat Kontraktor untuk Gempa Palu

Pemerintah Minta Bantuan Alat Berat Kontraktor untuk Gempa Palu

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:13 WIB

LIPI: Gempa di Indonesia Timur Lebih Besar Ketimbang di Barat

LIPI: Gempa di Indonesia Timur Lebih Besar Ketimbang di Barat

Tekno | Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:59 WIB

Terkini

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:32 WIB

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:23 WIB

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:19 WIB

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB