Bocah-bocah Korban Gempa Palu Tertinggal Kapal ke Makassar

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Kamis, 04 Oktober 2018 | 17:41 WIB
Bocah-bocah Korban Gempa Palu Tertinggal Kapal ke Makassar
Korban gempa Palu Sulawesi Tengah di Pelabuhan Pantoloan, Palu Utara, Sulawesi Tengah, untuk mengungsi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/10/2018). [Suara.com/Muhamad Yasir]

Suara.com - Sejumlah warga korban gempa dan tsunami Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Selatan memilih mengungsi ke Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mengakui trauma karena masih sering terjadi gempa susulan.

Tia (43) warga Tawaeli, Palu Utara bercerita tengah mengantar dua keponakannya, Abdi (8) dan Risma (14), ke pelabuhan Pantoloan, Palu Utara untuk menyeberang ke Makassar menumpangi KRI Ahmad Yani.

Kedua keponakaannya, kata Tia, mengalami trauma pascagempa dan tsunami yang melanda Kota Palu pada Jumat (28/9) pekan lalu.

"Kasihan mereka trauma. Tantenya ada di Makassar. Dia meminta Abdi dan Risma diseberangkan ke Makassar, untuk memulihkan trauma,” kata Tia saat ditemui di Pelabuhan Pantoloan, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018).

Kendati begitu, Tia menuturkan kedua keponakannya telat dan tertinggal KRI Ahmad Yani yang sudah berangkat sedari pukul 14.30 WITA.

Padahal, informasi yang dia dapat adalah, KRI Ahmad Yani melepas jangkar pada pukul 17.00 WITA.

Alhasil, Tia kekinian kebingungan. Rencana untuk memberangkatkan keponakannya ke Makassar guna menghilangkan trauma, gagal.

"Saya bingung ini jadinya. Padahal mereka biar ke Makassar untuk menyenangkan diri di rumah tantenya. Kalau di sini mereka masih trauma kalau ada gempa susulan," tuturnya.

Anggota Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sunda Kelapa mengungkapkan, KRI Ahmad Yani telah mengevakuasi setidaknya 300 warga ke Makasar, Kamis, pukul 14.30 WITA.  Sementara untuk jadwal pemberangkatan selanjutnya belum ada.

baca juga

Ia mengakui, informasi pemberangkatan KRI Ahmad Yani tidak dipublikasikan secara formal, melainkan dari mulut ke mulut saja.

"Belum ada jadwal keberangkatan kembali. Memang tidak terjadwal. Kalau kapalnya ada, baru kami bawa pengungsi,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akses Darat, Laut, dan Udara Pasca Gempa Palu Sudah Normal

Akses Darat, Laut, dan Udara Pasca Gempa Palu Sudah Normal

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 17:21 WIB

BNPB: Kerugian Gempa Sulawesi Tengah Lebih dari Rp 10 Triliun

BNPB: Kerugian Gempa Sulawesi Tengah Lebih dari Rp 10 Triliun

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 16:53 WIB

Menyusuri Kota Palu Pasca Gempa saat Malam, Seperti Kota Mati

Menyusuri Kota Palu Pasca Gempa saat Malam, Seperti Kota Mati

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 16:35 WIB

Cicilan Bank Milik Korban Bencana Sementara Tak Akan Ditagih

Cicilan Bank Milik Korban Bencana Sementara Tak Akan Ditagih

Bisnis | Kamis, 04 Oktober 2018 | 16:07 WIB

Terkini

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB