Jokowi Bukan Orator Baik, Tapi Komunikator Politik yang Baik

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 15 November 2018 | 16:49 WIB
Jokowi Bukan Orator Baik, Tapi Komunikator Politik yang Baik
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat usai Mendeklarasikan Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Gaya dan karakter individu Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Capres Prabowo Subianto memengaruhi penggunaan pesan komunikasi atau diksi dalam mengelola isu untuk memantik perhatian publik. Ini disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Gun Gun Heryanto.

Menurut Gun Gun, Jokowi menggunakan gaya komunikasi equalitarian yang lebih memilih menggunakan diksi sederhana dan mudah dimengerti kalangan bawah. Sedangkan Prabowo menggunakan gaya komunikasi dinamik yang lebih lugas langsung pada poinnya.

"Jokowi gaya komunikasinya equalitarian atau setara. Sangat jarang menggunakan diksi yang tinggi dan susah,” kata Gun Gun dalam diskusi bertajuk "Perang Diksi Antar Kandidat” di Jakarta Barat, Kamis (15/11/2018).

Meski demikian, Gun Gun menyebut Jokowi bukanlah seorang orator yang baik, namun dengan menggunakan gaya komunikasi equalitarian Jokowi tampak sebagai komunikator yang baik yang mampu merangkul simpati kalangan bawah.

“Dia bukan orator yang baik, tapi komunikator politik yang baik. Equalitarian agak turun ke bawah merangkul, kerap kali membingkai pesan mencoba untuk harmoni," kata Gun.

Saat melakukan ‘serangan’ pada lawan politiknya di Pilpres 2019, Gun menyebut Jokowi biasanya lebih menggunakan diksi yang lebih tersirat seperti politik "Genderuwo". Hal itu justru menurut Gun Gun lebih memantik daya imajinasi publik yang mengira-ngira apa maksud daripada pernyataan tersebut. 

"Kalau ada attacking campaign biasanya sangat implisit, misalnya Genderuwo di situ orang memainkan imaji, menduga sehingga diskursus publik bisa jalan," ungkapnya.

Sedangkan Prabowo, kata Gun, menggunakan gaya komuniaksi dinamik yang lebih menggunakan bahasa yang lugas justru memiliki resiko dimaknai berbeda seperti halnya menyoal pernyataan 'Tampang Boyolali'. Pernyataan Prabowo soal 'Tampang Boyolali' yang dimaksudkan sebagai serangan kepada calon petahan Jokowi terkait ketinpangan sosial justru dimaknai publik sebagai hinaan.

"Dynamic style bisa kemudian dibaca sebagian orang kalau ngomong apa adanya, bisa punya risiko dimaknai secara berbeda. Dalam beberapa konteks misalnya 'Tampang Boyolali', saya paham narasi Prabowo keseluruhan dia bicara ketimpangan sosial, diturunkan ke bawah itu menjadi 'Tampang Boyolali'," kata dia.

"Ini bahasa mungkin intensinya itu statement attacking ketimpangan sosial ke petahana. Tapi bisa rame ketika orang membicarakan bullyingnya, peyoratif. Itu yang kemudian rame menjadi diskursus publik, sehingga makna tidak lagi homogen, tapi polisemik," Gun menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang

Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang

News | Kamis, 15 November 2018 | 14:34 WIB

Soal Poster Jokowi, PSI: Justru Prabowo Trah Kerajaan Cendana

Soal Poster Jokowi, PSI: Justru Prabowo Trah Kerajaan Cendana

News | Kamis, 15 November 2018 | 13:20 WIB

Setelah ke KTT ASEAN - AS, Kamis Sore Ini Jokowi ke Papua

Setelah ke KTT ASEAN - AS, Kamis Sore Ini Jokowi ke Papua

News | Kamis, 15 November 2018 | 12:27 WIB

Erick Thohir Ingatkan Kristian Liem Tak seperti Carmelo Anthony

Erick Thohir Ingatkan Kristian Liem Tak seperti Carmelo Anthony

Sport | Kamis, 15 November 2018 | 12:24 WIB

Maruf Lecehkan Difabel, Jubir Jokowi Contohkan Asian Para Games

Maruf Lecehkan Difabel, Jubir Jokowi Contohkan Asian Para Games

News | Kamis, 15 November 2018 | 11:46 WIB

Terkini

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB