Kubu Jokowi Tak Khawatir Sikap PSI Menggerus Pemilih Muslim

Selasa, 20 November 2018 | 16:00 WIB
Kubu Jokowi Tak Khawatir Sikap PSI Menggerus Pemilih Muslim
Lambang PSI. (dokumen psi,id)

Suara.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengaku tak khawatir adanya penolakan terhadap perda berbasis agama yang digaungkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berdampak terhadap menurunnya suara pemilih terutama dari umat Islam.

Terkait penolakan perda syariah itu, Ace mengatakan Jokowi-Ma'ruf menghormati apa yang menjadi kebijakan internal partai koalisi tersebut.

Menurut Ace, setiap parpol koalisi yang mengusung Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki otoritasnya masing-masing dalam menjalani agenda politiknya. Selain itu, kata Ace kekinian rakyat sudah memahami mana yang menjadi kebijakan Jokowi dan kebijakan masing-masing partai koalisi pendukungnya.

"Itu kewenangan PSI setiap partai politik memiliki independesi sendiri untuk menyampaikan platform politiknya masing-masing. Rakyat sudah tahu mana kebijakan Pak Jokowi dan mana kebijakan masing masing partai politik sendiri. Jadi kami tidak begitu khawatir," kata Ace saat dihubungi Suara.com, Selasa (20/11/2018).

Ace mengungkapkan Jokowi-Ma'ruf tidak akan turut campur terhadap masalah internal PSI termasuk adanya fatwa haram memilih PSI yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia di Sumatera Barat.

Terkait hal itu, Ace juga menyerahkan sepenuhnya kepada PSI untuk menyelesaikan urusan internal partai yang dipimpin Grace Natalie itu.

"Itu haknya untuk menilai masing-masing platform partai politiknya, itu biar menjadi urusan PSI sendiri," ungkapnya.

Untuk diketahui, Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal, melalui akun media sosial Facebook milik pribadinya menyerukan umat Islam haram memilih partai politik dan pemimpin yang diusung oleh partai yang menolak perda syariah.

Hal itu disampaikan Buya Gusrizal untuk merespon pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang mengatakan berkomitmen untuk menolak perda berbasiskan agama seperti Perda Syariah dan Perda Injil. Komitmen itu disampaikan Ketua PSI Grace Natalie dalam peringatan hari ulang tahun keempat PSI di ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11) malam.

Baca Juga: Smart Toilet sampai 26 CCTV Dipasang di Skybridge Tanah Abang

Penolakan tersebut kata Grace, lantaran perda berbasiskan agama dinilai dapat membatasi kebebasan masyarakat. Semisal, Perda yang mengatur kewajiban siswa untuk berbusana tertentu sehingga dapat membatasi kebebasan umat dalam beribadah.

"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah. Tidak boleh ada penutupan rumah ibadah secara paksa," kata Grace dalam sambutannya di acara peringatan hari ulang tahun keempat PSI, ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11) malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI