DPR Papua Desak Komnas HAM Investigasi Insiden Penembakan di Nduga

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 11 Desember 2018 | 08:39 WIB
DPR Papua Desak Komnas HAM Investigasi Insiden Penembakan di Nduga
Titik lokasi insiden penembakan di Trans Papua oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Yunus Wonda, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua) mendesak Komnas HAM melakukan investigasi menyeluruh setelah pasukan keamanan diduga menewaskan empat warga sipil selama operasi anti-pemberontakan. Insiden itu adalah buntut kasus pembunuhan 17 pekerja Trans Papua oleh kelompok bersenjata.

"Kami meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka harus menyelidiki tidak hanya insiden Desember ini, tetapi juga apa yang terjadi pada Juli lalu," kata Yunus Wonda, seperti dilansir Jubi, Senin (10/12/2018).

Menurut Yunus, DPR Papua akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi. Tapi saat ini, kata dia, Nduga masih tertutup untuk warga sipil, termasuk anggota DPR Papua.

Sementara itu, Timotius Murib, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) mengatakan, Pansus Sipol MRP telah memiliki rencana untuk menyelidiki serangan 2 dan 3 Desember yang diklaim dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan juga laporan gereja yang menyebutkan 4 warga sipil tewas selama evakuasi.

"Karena MRP ini adalah badan perwakilan untuk orang asli Papua, kami tidak melihat kasus Nduga sebagai masalah terpisah, tetapi bagian dari apa yang telah terjadi sejauh ini di Papua," ujar Timotius.

Pada hari Senin (10/12/2018), Samuel Tabuni seorang tokoh muda Papua mengatakan, pasukan keamanan menembak mati empat warga sipil antara tanggal 3 -5 Desember, termasuk setidaknya satu pendeta, saat tim evakuasi yang terdiri dari TNI dan Polri berusaha untuk mengambil jasad para pekerja yang dibunuh oleh kelompok bersenjata di distrik Mbua, Yall dan Yigi di Kabupaten Nduga. Semua informasi ini dia dapatkan dari keluarganya.

"Dua tewas di Mbua dan dua di Yigi. Satu orang yang terbunuh di Mbua adalah paman saya. Namanya Yulianus Tabuni," kata Samuel.

"Paman saya adalah anggota majelis di Mbua. Dia bukan anggota TPNPB," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Tangkap 96 Rakyat Papua yang Aksi Rayakan Hari HAM Sedunia

Polisi Tangkap 96 Rakyat Papua yang Aksi Rayakan Hari HAM Sedunia

News | Senin, 10 Desember 2018 | 23:33 WIB

Wiranto Sebut Papua Masuk Indeks Kerawanan Pemilu

Wiranto Sebut Papua Masuk Indeks Kerawanan Pemilu

News | Senin, 10 Desember 2018 | 19:10 WIB

Danrem 172/PWY: Jangan Sampai Kelompok Anti NKRI Mempengaruhi Masyarakat

Danrem 172/PWY: Jangan Sampai Kelompok Anti NKRI Mempengaruhi Masyarakat

News | Senin, 10 Desember 2018 | 12:04 WIB

Seorang Majelis Gereja Tewas Saat Evakuasi Korban Penembakan di Nduga

Seorang Majelis Gereja Tewas Saat Evakuasi Korban Penembakan di Nduga

News | Senin, 10 Desember 2018 | 10:57 WIB

Insiden Penembakan di Trans Papua, Ratusan Warga Nduga Mengungsi ke Hutan

Insiden Penembakan di Trans Papua, Ratusan Warga Nduga Mengungsi ke Hutan

News | Senin, 10 Desember 2018 | 06:36 WIB

Terkini

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:07 WIB

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:55 WIB

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:54 WIB

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:36 WIB

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB