Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa untuk Pertanian

Fabiola Febrinastri

Senin, 17 Desember 2018 | 16:15 WIB
Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa untuk Pertanian
Ilustrasi optimasi lahan rawa. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, alih fungsi lahan tak dapat dibendung dengan mencetak sawah, sehingga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menginstruksikan mengalihkannya menjadi optimasi lahan rawa.

Amran menyebut, potensi lahan rawa di Indonesia sangat luas, yakni mencapai 34,1 juta ha. Lahan rawa ini tersebar di 18 provinsi dan 300 kabupaten.

Adapun dari total luas tersebut, potensi untuk pengembangan pertanian seluas 21,82 juta ha, atau 64 persen.

"Bila digarap 10 juta ha saja yang tersebar di Sumsel, Kalsel, Jambi dan Kalbar, ditanam minimal dua kali setahun, dengan produktivitas enam ton per ha, akan menghasilkan padi 120 juta ton setara 60 juta ton beras. Beras surplus bahkan bisa memasok kebutuhan dunia,” tuturnya.

Amran menambahkan, pemanfaatan lahan rawa harus dengan prinsip sustainable agriculture. Selain itu harus dikerjakan dengan full mekanisasi dan pola mina padi, sehingga dapat menghemat Rp15 juta per ha, dari biaya cetak sawah Rp19 juta menjadi Rp4 juta per ha.

"Produktivitas dulu, dua ton per ha umur enam bulan, sekarang menjadi enam ton per ha. Bahkan bisa ditanam padi tiga kali setahun, dengan produktivitas 8,3 ton per ha, hasilnya 250 juta ton setara Rp 1.134 triliun. Produksi ini mampu memasok pangan dunia," jelas Mentan Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat miskin yang memiliki lahan rawa, sementara cetak sawah baru tidak mudah dilakukan.

"Cetak sawah itu, daerahnya harus clean and clear, tetapi Area Penggunaan Lain (APL) semakin terbatas," katanya.

Pending mengungkapkan, optimasi lahan rawa yang dimulai pada 2016, dengan luas 3.999 ha, tumbuh melambat pada 2017, yang capaiannya 3.529 ha. Tahun ini perkembangannya justru melesat menjadi 16.400 ha, sehingga secara keseluruhan capaiannya sudah 23.928 ha.

baca juga

"Lahan rawa Indonesia merupakan lahan pertanian produktif, yang luas produktivitasnya bisa mencapai 7,4 ton per ha. Luasnya jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas varietas lokal yang hanya 2,5 sampai 3 ton per ha," jelasnya.

Pemerintah, melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), juga tengah menyusun rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Lahan Sawah Abadi. Perpres diperlukan untuk menjaga luas lahan baku sawah nasional.

Pending menambahkan, pengembangan lahan rawa tidak hanya menyelesaikan pekerjaan fisik saja, tapi juga pengembangan manusianya. Ini karena kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penentu keberlanjutan optimalisasi lahan.

"Tiga tahun ini, kami ingin mendampingi dan memastikan bahwa kegiatan budi daya berjalan dengan baik," tambahnya.

Pending menjelaskan, salah satu cara pendampingan adalah melalui penyuluhan,sehingga masyarakat bisa mengelola lahan rawa menjadi satu kluster yang menguntungkan untuk kegiatan usaha tani.

Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR, Budi Situmorang, mengungkapkan, saat ini lahan sawah menyusut 9 persen dalam lima tahun terakhir menjadi 7,1 juta ha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Dibongkar

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Dibongkar

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×