Tebus Kekalahan 2014, Ini Strategi Timses Jokowi Rebut Suara di Banten

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 05 Januari 2019 | 00:05 WIB
Tebus Kekalahan 2014, Ini Strategi Timses Jokowi Rebut Suara di Banten
Cawapres Maruf Amin saat bertemu dengan TKD Kota Tangerang di kediaman. (Suara.com/Ummy HS)

Suara.com - Ketua Tim Kampanye Daerah pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin Kota Tangerang, Bambang Suwondo mengklaim menargetkan suara sebesar 70 persen di Banten terkait Pilpres 2019.

"Periode 2019 ini harus memenangkan (Jokowi-Ma'ruf). Maka dari itu kita bersama-sama kita membantu Kiai Ma'ruf Amin karena putra daerah Banten harus menang 70 persen target kita," ujar Bambang seusai bertemu Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Menurutnya, saat Pilpres 2014, Jokowi kalah di Kota Tangerang. Guna menebus kekalahan itu, Bambang menyebutkan tim sukses siap merebut suara pemilih di Tangerang dan Banten.

"Karena Tangerang Raya ini basis kemenangan Banten. Karena penduduknya kurang lebih 4 juta untuk memenangkan Banten pada umumnya," ucap dia.

Dia menyampaikan strategi untuk menggaet suara di Tangerang Raya yakni dengan cara mengumpulkan kaum milenial, ibu-ibu alim ulama, tokoh masyarakat dan lainnya. Dia mengklaim sebanyak 47 paguyuban se-Jawa siap memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami mengumpulkan milenial, kaum ibu-ibu alim ulama, tokoh masyarakat dan di sana itu kaum imigran itu kan luar biasa. Orang-orang Jawa, luar pulau Jawa di Kota Tangerang itu sangat besar dan siap memenangkan. Kebetulan sudah ada 47 paguyuban se-Jawa siap memenangkan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin," tutur Bambang.

Tak hanya itu, Bambang mengatakan kedatangannya sekaligus mengajak Ma'ruf untuk terjun langsung ke Tangerang menemui warga.

"Maka dari itu kita hadir ke beliau untuk mengajak turun gunung. Mengajak seluruh warga Banten pada umumnya, kota Tangerang pada khususnya untuk mendukung beliau," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Ma'ruf mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan agenda kunjungan ke Tangerang. Menurutnya, agenda blusukannya itu untuk memfokuskan perolehan suara di kawasan Tangerang dan Banten.

"Oh iya kita siap. Lagi kita rancangkan jadwalnya. Tentu untuk bisa efektif, forumnya seperti apa. Kemudian tanggalnya sesuaikan, karena saya harus ke Jawa Barat, harus ke Sulawesi juga, DKI (Jakarta) ya. Karena itu, saya menganggap Banten prioritas, dan Tangerang Raya karena jumlahnya yang cukup besar dan signifikan. Karena Tangerang Raya itu, wajib menang, karena itu maka saya akan tentu prioritaskan bukan sekali. Berkali-kali datang ke Tangerang," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengintip Persiapan Ma'ruf Amin Menghadapi Debat Capres - Cawapres 2019

Mengintip Persiapan Ma'ruf Amin Menghadapi Debat Capres - Cawapres 2019

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 17:21 WIB

Tim Jokowi Tuding Sandiaga Sibuk Sebar Hoaks dan Bersandiwara Lagi soal Ini

Tim Jokowi Tuding Sandiaga Sibuk Sebar Hoaks dan Bersandiwara Lagi soal Ini

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 15:49 WIB

Fraksi Nasdem DPRD Jakarta Minta Penetapan Wagub Ditunda Usai Pilpres 2019

Fraksi Nasdem DPRD Jakarta Minta Penetapan Wagub Ditunda Usai Pilpres 2019

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 14:37 WIB

PSI akan Berikan 'Kebohongan Award' untuk Prabowo dan Sandiaga

PSI akan Berikan 'Kebohongan Award' untuk Prabowo dan Sandiaga

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 09:28 WIB

Sangkal Usul Hukum Potong Tangan Koruptor, MUI Temui Maruf Amin

Sangkal Usul Hukum Potong Tangan Koruptor, MUI Temui Maruf Amin

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 22:56 WIB

Terkini

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:36 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:31 WIB

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:23 WIB

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:14 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB