Malaikat-malaikat Kecil yang Mangkat di Masjid Christchurch

Reza Gunadha

Minggu, 17 Maret 2019 | 14:17 WIB
Malaikat-malaikat Kecil yang Mangkat di Masjid Christchurch
Wanita muslim memeluk putrinya saat berada di depan Masjid Al Noor Selandia Baru, dua hari setelah penembakan massal, Sabtu (17/3/2019). [AFP/ Michael Bradley]

Suara.com - Tak ada  mengira aksi teroristik bakal merambah sampai ke negeri yang disebut paling tentram, Selandia Baru. Tragis, aksi itu pertama terjadi justru  di dalam masjid. Puluhan orang mati saat bertamu ke rumah Tuhannya.

EMPAT puluh tahun yang lalu, Haji Daoud Nabi melarikan diri dari perang di negara asalnya, Afghanistan dan memukimkan kembali keluarganya di Selandia Baru.

Di rumah barunya, ia tak melepakan akar kehidupannya. Nabi merintis pembangunan Afghan Association—Asosiasi Afghanistan—komite untuk mengurus pengungsi lainnya.

Nabi bersama organisasinya juga membangun Masjid Al Noor di daerah tempat tinggalnya, Christchurch, pesisir selatan Selandia Baru.

Pada masjid itu, Nabi terbiasa duduk di saf depan saat salat. Ia juga kerap mengaji Alquran di dekat mimbar.

Namun, Jumat (14/3/2019), lelaki berusia 71 tahun itu datang terlambat untuk salat Jumat di Masjid Al Noor. Seperti tradisi, orang yang telat datang harus duduk di saf belakang, tak boleh menyela barisan.

Posisi Nabi yang tak biasa dalam masjid itu ternyata berakhir petaka. Ia menjadi salah satu korban penembakan massal paling mematikan dalam sejarah modern Selandia Baru.

Nabi dan jemaah lain tengah bersiap Jumatan, ketika seorang lelaki bersenjata laras panjang menyeruak masuk masjid.

Di tengah hujanan peluru, Nabi sempat berupaya melindungi teman keluarganya dari tembakan.

baca juga
Bunga-bunga yang diletakkan warga Christchurch, Selandia Baru, di depan Masjid Al Noor yang menjadi lokasi penembakan massal pada Jumat (15/3/2019). [Marty Melville/AFP]
Bunga-bunga yang diletakkan warga Christchurch, Selandia Baru, di depan Masjid Al Noor yang menjadi lokasi penembakan massal pada Jumat (15/3/2019). [Marty Melville/AFP]

“Orang yang dilindunginya selamat, tapi ayah tidak,” tutur Omar Nabi, putranya seperti diberitakan Washington Post, Sabtu (16/3/2019).

Brenton Harrison Tarrant—lelaki Neo-Nazi—yang menjadi tersangka penembakan itu memuntahkan begitu banyak peluru tanpa sempat berkata-kata.

“Orang-orang sedang salat, orang-orang salat di masjid mereka. Mereka tertembak dari belakang. Ini bukan . . . ini bukan yang dilakukan manusia. ”

Sedikitnya 50 orang tewas pada penembakan massal di dua masjid Christchurch. Brenton Harrison Tarrant, sang pelaku, masih berusia 28 tahun.

Secara bergelora sembari meneteng  senapan serbu yang dipenuhi tulisan slogan Neo-Nazi miliknya, Brenton membunuh 31 jemaah Masjid Al Noor dan 7 lainnya di Masjid Linwood. Sisa korban lainnya tewas di rumah sakit.

Para pejabat belum merilis 50 nama korban, tetapi teman-teman dan anggota keluarga perlahan-lahan mulai mengidentifikasi orang-orang yang dicintai dan tewas di masjid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teroris di Selandia Baru Dipastikan Tidak Terinspirasi dari Game PUBG

Teroris di Selandia Baru Dipastikan Tidak Terinspirasi dari Game PUBG

News | Minggu, 17 Maret 2019 | 08:10 WIB

Kutuk Pelaku Teror di Selandia Baru, Wali Kota Depok Ajak Warga Salat Gaib

Kutuk Pelaku Teror di Selandia Baru, Wali Kota Depok Ajak Warga Salat Gaib

News | Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:12 WIB

5 Spot Wisata Cantik di Sisi Lain Kota Christchurch, Selandia Baru

5 Spot Wisata Cantik di Sisi Lain Kota Christchurch, Selandia Baru

Lifestyle | Sabtu, 16 Maret 2019 | 14:38 WIB

Selandia Baru Diserang Terorisme, Pertandingan Sepak Bola Ini Dibatalkan

Selandia Baru Diserang Terorisme, Pertandingan Sepak Bola Ini Dibatalkan

Bola | Sabtu, 16 Maret 2019 | 14:35 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×