Gelar Syukuran Kemenangan, Spanduk di Panggung Tak Ada Nama Sandiaga

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 19 April 2019 | 12:54 WIB
Gelar Syukuran Kemenangan, Spanduk di Panggung Tak Ada Nama Sandiaga
Acara Syukur Kemenangan Indonesia yang dibuat pendukung Prabowo - Sandiaga. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Acara bertajuk Syukur Kemenangan Indonesia yang dibuat pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan berlangsung di depan kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019) pukul 13.30 WIB.

Acara tersebut diadakan untuk merayakan klaim kemenangan pasangan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, di depan rumah Ketum Partai Gerindra itu didirikan panggung besar sebagai titik pusat acara. Di bagian atas panggung dibentangkan spanduk bertuliskan 'H. Prabowo Subianto, Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia'.

Namun, dalam spanduk acara yang dipasang di atas panggung itu tidak tertulis nama Cawapres Sandiaga Uno. Padahal, Sandiaga merupakan Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan menggelar Acara Syukur Kemenangan Indonesia, Jumat (19/4/2019) pukul 13.30 WIB. (Suara.com/Fakhri)
Pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan menggelar Acara Syukur Kemenangan Indonesia, Jumat (19/4/2019) pukul 13.30 WIB. (Suara.com/Fakhri)

Tulisan nama Sandiaga hanya terlihat pada karangan bunga pemberian berbagai ormas yang dipajang di depan rumah Prabowo.

Sebelumnya pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi Monica Kumalasari mengatakan, Cawapres Sandiaga Uno keluar dari kebiasaan saat konferensi pers deklarasi kemenangan Pilpres 2019 di kediaman Capres Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4) kemarin.

"Sandiaga keluar dari base line. Base line adalah kebiasaan dia. Pertama, dia selalu smile (tersenyum) dalam berkomunikasi. Dia sangat santai, gesture sangat natural. Biasanya beliau juga sangat spontan," ujar Monica, Kamis malam

Namun, kebiasaan tersebut menurut Monica tidak ditemukan saat dekralasi kemenangan, di mana Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN dengan perolehan 62 persen.

Untuk diketahui, Sandiaga sebelumnya absen dalam dua konferensi pers yang digelar tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi pada Rabu (17/4) petang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Acara Syukur Kemenangan Prabowo di Kertanegara Tak Kantongi Izin Kepolisian

Acara Syukur Kemenangan Prabowo di Kertanegara Tak Kantongi Izin Kepolisian

News | Jum'at, 19 April 2019 | 11:56 WIB

Usai Jumatan, Pendukung Rayakan Klaim Kemenangan Prabowo di Kertanegara

Usai Jumatan, Pendukung Rayakan Klaim Kemenangan Prabowo di Kertanegara

News | Jum'at, 19 April 2019 | 11:44 WIB

Partai Gerindra Unggah Bukti Dugaan Mark Up Suara Jokowi di Sejumlah TPS

Partai Gerindra Unggah Bukti Dugaan Mark Up Suara Jokowi di Sejumlah TPS

News | Jum'at, 19 April 2019 | 11:23 WIB

Prabowo Menang di Madura, Gerindra Singgung Janji La Nyalla Potong Leher

Prabowo Menang di Madura, Gerindra Singgung Janji La Nyalla Potong Leher

News | Kamis, 18 April 2019 | 16:22 WIB

Terkini

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:18 WIB

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:43 WIB

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:16 WIB

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:49 WIB

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:41 WIB

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:31 WIB

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:18 WIB

×