Waketum Gerindra: Dulu Demokrat Diajak Gabung Koalisi Cuma karena Kasihan

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 10 Mei 2019 | 19:08 WIB
Waketum Gerindra: Dulu Demokrat Diajak Gabung Koalisi Cuma karena Kasihan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi putranya Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan bakal calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) di kediamannya di Kuningan, Jakarta

Suara.com - Waketum Gerindra Ungkap Ajak Demokrat Gabung Koalisi Karena Kasihan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membeberkan alasan mengapa Partai Demokrat akhirnya bergabung dengan koalisi partai pendukung Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Arief mengatakan, dulu, Partai Gerindra menerima Demokrat masuk ke koalisi hanya karena faktor kasihan.

Ia menuturkan, Demokrat yang berharap bisa ikut Pilpres 2024 harus memihak pada salah satu kubu yang bertarung dalam Pilpres 2019—sebagai salah satu syarat prosedural.

"Nah,  kami ajak koalisi waktu itu cuma karena kami kasihan saja. Sebab mereka enggak bisa ikut pemilu 2024 kalau enggak ada yang mau mengajak berkoalisi," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/5/2019).

Ia meyakini Demokrat akan mengalami nasib yang sama dengan tokoh pewayangan Aswatama. Setelah meminta Demokrat untuk keluar dari koalisi, Arief memprediksi kalau Demokrat tidak akan diterima di kubu Capres Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin.

"Saya yakin nasibnya Demokrat akan seperti kaya tokoh aswatama setelah perang Bharatayudha, enggak diterima di mana-mana. Nanti juga oleh koalisi parpolnya ibu Mega akan ditolak masuk. Enggak ada yang mau koalisi sama Demokrat.”

Sebelumnya, Arief Poyuono menyarankan Partai Demokrat keluar dari koalisi partai pendukung Prabowo – Sandiaga.

Ia juga meminta kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta jajarannya untuk tidak bersikap seperti serangga undur-undur.

baca juga

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari koalisi Adil Makmur, jangan elite dan ketum kayak serangga undur-undur ya, mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala. Monggo keluar saja deh," kata Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waketum Gerindra Usir Demokrat dari Koalisi Prabowo - Sandiaga

Waketum Gerindra Usir Demokrat dari Koalisi Prabowo - Sandiaga

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 18:30 WIB

Ferdinand: Untung Bang Sandi Bukan Orang Demokrat

Ferdinand: Untung Bang Sandi Bukan Orang Demokrat

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 13:38 WIB

SBY Dituding Ingin Gagalkan Prabowo Nyapres, Begini Jawaban Partai Demokrat

SBY Dituding Ingin Gagalkan Prabowo Nyapres, Begini Jawaban Partai Demokrat

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 13:32 WIB

Diserang Kivlan, PD Ungkap Naskah Pidato Suntingan SBY Tak Dipakai Prabowo

Diserang Kivlan, PD Ungkap Naskah Pidato Suntingan SBY Tak Dipakai Prabowo

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 13:10 WIB

Kivlan Zen Sebut SBY Tak Jelas Kelaminnya, Politikus Demokrat: Koplak!

Kivlan Zen Sebut SBY Tak Jelas Kelaminnya, Politikus Demokrat: Koplak!

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 12:48 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×