Bela Megawati, Partai Demokrat: Sandiaga Uno Jangan Pakai Standar Ganda

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Selasa, 02 Juli 2019 | 21:39 WIB
Bela Megawati, Partai Demokrat: Sandiaga Uno Jangan Pakai Standar Ganda
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean angkat bicara terkait pernyataan eks Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno, yang menyindir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak memberikan ucapan selamat kepada Susilo Bambang Yudhoyono saat terpilih menjadi presiden tahun 2004 dan 2009.

Sandiaga sendiri menyindir Megawati ketika mengklarifikasi alasan dirinya tak membuat pernyataan kalah dan ucapan selamat kepada presiden dan wapres terpilih hasil Pilpres 2019, Jokowi – Maruf Amin.

"Apa yang disampaikan Sandiaga terkait ucapan selamat itu tidak boleh dijadikan sebuah pembenaran. Setiap orang, setiap pihak itu berbeda kadarnya, terkait apa yang dipikirkannya. Jadi tidak boleh juga apa yang dilakukan oleh Bu Mega itu dijadikan sebagai pembenaran oleh Sandiaga Uno," kata Ferdinand saat dihubungi Suara.com, Selasa (2/7/2019).

Ferdinand meminta agar Sandiaga tidak lagi menggunakan standar ganda dalam membenarkan sikapnya. Apalagi, kata Ferdinand, Sandiaga juga pernah mengucapkan selamat pada berbagai kesempatan.

"Jadi intinya Sandiaga sebaiknya tidak juga menggunakan standar ganda terkait dengan ucapan selamat. Karena sebelum-sebelumnya juga Sandiaga pernah mengucapkan selamat juga," ucapnya

Sebelumnya, Sandiaga Uno masih beranggapan mengucapkan selamat sebelum penetapan presiden dan wakil presiden terpilih secara resmi merupakan budaya yang biasa dijalankan di belahan dunia bagian barat terutama Amerika Serikat.

Dia menyindir Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tidak mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menang dalam Pilpres 2004 dan 2009.

"Saya sampaikan bahwa budaya-budaya we concede defeat and we offer congratulations (kami mengakui kekalahan dan kami mengucapkan selamat) itu hanya ada di pilpres-pilpres di demokrasi barat ya di Amerika terutama," kata Sandiaga di Mal Pelayanan Publik, Jalan Epicentrum Selatan, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

"Kita enggak pernah melihat itu dilakukan oleh Ibu Presiden Megawati waktu 2004. Tidak melihat itu disampaikan oleh Ibu Presiden Megawati ke Pak SBY 2009. Tahun 2014 juga begitu," sambungnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Kongres Dipercepat, Deklarator Demokrat: SBY Jalankan Politik Dinasti

Minta Kongres Dipercepat, Deklarator Demokrat: SBY Jalankan Politik Dinasti

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 20:35 WIB

Jadi Wapres Dua Kali, JK Ungkap Perbedaan Kerja dengan Jokowi dan SBY

Jadi Wapres Dua Kali, JK Ungkap Perbedaan Kerja dengan Jokowi dan SBY

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 17:39 WIB

Prabowo Belum Tentu Menang Kalau Ikut Pilpres 2024, Disarankan Siapkan Ini

Prabowo Belum Tentu Menang Kalau Ikut Pilpres 2024, Disarankan Siapkan Ini

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 17:38 WIB

Gagal Jadi Wapres, Sandiaga Akui Belum Ada Partai Politik yang Ajak Gabung

Gagal Jadi Wapres, Sandiaga Akui Belum Ada Partai Politik yang Ajak Gabung

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:12 WIB

Terkini

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

×