Pesawat Tergelincir Keluar Landasan, Bandara Nepal Terpaksa Ditutup

Angga Roni Priambodo | Arendya Nariswari | Suara.com

Sabtu, 13 Juli 2019 | 13:49 WIB
Pesawat Tergelincir Keluar Landasan, Bandara Nepal Terpaksa Ditutup
Ilustrasi cuaca buruk di bandara. (Unsplash/Rishi Mohan)

Suara.com - Satu-satunya bandara internasional di Nepal belum lama ini ditutup usai insiden pesawat tergelincir keluar landasan terjadi, Jumat (12/7/19).

Dilansir Suara.com dari laman Asia One Sabtu (13/7/19), akibat kejadian pesawat tergelincir ini, dua penumpang dinyatakan terluka.

Negara ini memiliki catatan keselamatan penerbangan yang terbilang buruk.

Maskapai penerbangan Nepal sebagian besar dilarang dari wilayah udara Uni Eropa.

Belum lagi, bandara di Nepal terkenal sulit untuk mendaratkankan pesawat.

Pesawat Yeti Airlines ATR 72-500 tiba di Kathmandu dari Nepal Selatan, dan dikabarkan membawa 66 penumpang.

Pesawat tersebut tergelincir sekitar 15 meter dari landasan ke area rerumputan.

"Tim kami bekerja untuk memindahkan pesawat dan membuka kembali bandara," ungkap Raj Kumar Chettri, manajer umum bandara kepada AFP.

Pesawat tergelincir ke luar landasan, bandara di Nepal terpaksa ditutup. (Twitter/@asifgoa)
Pesawat tergelincir ke luar landasan, bandara di Nepal terpaksa ditutup. (Twitter/@asifgoa)

Chettri menyebutkan bahwa proses pemindahan pesawat turboprop buatan Franco-Italia ini membutuhkan waktu cukup lama.

Terlebih, di area bandara sedang hujan lebat sehingga daerah tempat insiden tersebut tanahnya berlumpur.

Pihak berwenang membutuhkan waktu kurang lebih 11 jam untuk mengeluarkan pesawat domestik yang perjalanan sama di bulan September tahun lalu.

Bulan Maret 2018, sebuah pesawat Amerika Serikat yakni Bangla Airways dikabarkan jatuh di dekat bandara dan menewaskan 51 orang.

Wilayah Himalaya dikenal memiliki landasan pacu terpencil dan paling rumit di dunia.

Bandara ini tak jarang diapit oleh puncak dan tebing bersalju yang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pilot.

Pastinya pilot berpengalaman-lah yang diperbolehkan untuk mendaratkan pesawat ke landasan pacu bandara di Nepal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didukung Bill Gates, Daging Berbahan Sel Jadi Makanan Masa Depan Dunia?

Didukung Bill Gates, Daging Berbahan Sel Jadi Makanan Masa Depan Dunia?

Lifestyle | Kamis, 11 Juli 2019 | 15:23 WIB

Nekat Jilat Es Krim di Freezer Supermarket, Pria Ini Diringkus Polisi

Nekat Jilat Es Krim di Freezer Supermarket, Pria Ini Diringkus Polisi

Lifestyle | Kamis, 11 Juli 2019 | 11:44 WIB

Duh, Finalis Kontes Kecantikan Tewas Setelah Terbangkan Pesawat Sendiri

Duh, Finalis Kontes Kecantikan Tewas Setelah Terbangkan Pesawat Sendiri

Lifestyle | Rabu, 10 Juli 2019 | 11:50 WIB

Terkini

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB