Tunggu Hari Kiamat, Satu Keluarga Hidup Selama 9 Tahun di Ruang Bawah Tanah

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:44 WIB
Tunggu Hari Kiamat, Satu Keluarga Hidup Selama 9 Tahun di Ruang Bawah Tanah
Ilustrasi

Suara.com - Satu keluarga yang tinggal di rumah pertanian terpencil di Ruinerwold, Belanda, berhasil diselamatkan setelah 9 tahun hidup di ruang bawah tanah.

Mereka yang beranggotakan enam orang tersebut hidup seperti itu untuk menunggu datangnya hari kiamat.

Keberadaan mereka diketahui setelah putra sulung dari keluarga itu mendatangi bar terdekat, untuk mendapat pertolongan pada Minggu (13/10) malam.

Kepada stasiun RTV, pemilik bar Chris Westerbeek mengatakan, pria berusia 25 tahun itu terlihat tidak terurus dan kebingungan.

"Rambutnya panjang dan acak-acakan," kata Chris seperti dikutip dari laman The Guardian, Rabu (16/10/2019)

Chris lalu menghubungi pihak kepolisian, setelah pria muda itu bercerita ingin melarikan diri karena sudah tidak sanggup hidup di bawah tanah.

Bahkan ia juga mengaku tidak pernah bersekolah. Tak lama petugas kepolisian mendatangi rumah yang ditunjukkan.

Dilaporkan media Belanda, polisi menemukan tangga yang mengarah ke tempat persembunyian mereka, di belakang lemari yang ada di ruang tamu.

Setelah ditelusuri, di tempat itu ditemukan pria bernama Josef B (58) yang tengah terbaring lemah karena menderita stroke bersama lima orang anak berusia antara 16 - 25 tahun.

Mereka telah hidup bersembunyi di ruang bawah tanah selama 9 tahun untuk menunggu kiamat. Sementara ibu mereka diduga telah meninggal dunia.

Josef B diketahui menyewa rumah di kawasan pertanian itu sudah sejak lama. Ia ditangkap setelah menolak bekerja sama dengan polisi saat penyelidikan.

Di lain pihak, menurut laporan tetangga, selama ini mereka hanya melihat seorang laki-laki yang kerap mengendarai mobil Volvo dan berpikir kalau pria itu tinggal sendirian.

Pria itu berbicara bahasa Jerman dan dikenal satu desa sebagai orang Austria. Ia juga sering mengamati penyusup dari dalam rumah.

"Saat kalian berusaha mendekati rumah itu, seketika kalian dibuat kabur. Pria itu menyaksikan semuanya melalui teropong," kata seorang tetangga.

Namun media lainnya mengatakan, bahwa Josep B bukan ayah dari lima anak yang ditemukan bersamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan Eutanasia Atas Izin Keluarga, Dokter Malah Diseret ke Pengadilan

Lakukan Eutanasia Atas Izin Keluarga, Dokter Malah Diseret ke Pengadilan

Health | Rabu, 28 Agustus 2019 | 16:25 WIB

Kembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Kementan Ekspor Pala ke Belanda

Kembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Kementan Ekspor Pala ke Belanda

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 13:12 WIB

Ketok Palu! Belanda Resmi Larang Warganya Pakai Burqa dan Cadar

Ketok Palu! Belanda Resmi Larang Warganya Pakai Burqa dan Cadar

Lifestyle | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 15:55 WIB

Belanda Resmi Berlakukan Larangan Penutup Wajah

Belanda Resmi Berlakukan Larangan Penutup Wajah

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 05:39 WIB

Terkini

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:20 WIB

Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas

Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:05 WIB

Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban

Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:53 WIB

Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum

Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:47 WIB

Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026

Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 23:17 WIB

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:28 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:20 WIB

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:19 WIB

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:47 WIB