Dikepung Virus Corona, Warga China Tetap Asyik Main Mahjong

Dany Garjito | Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 10 Februari 2020 | 20:32 WIB
Dikepung Virus Corona, Warga China Tetap Asyik Main Mahjong
Ilustrasi permainan mahjong (Pixabay/iirliinnaa)

Suara.com - Virus corona telah menyebar ke 25 negara, terdapat lebih dari 40 ribu kasus di China. Namun ancaman ini tidak menyurutkan orang-orang di negeri Tirai Bambu itu untuk berhenti main mahjong.

Padahal, pemerintah setempat telah mengunci beberapa daerah. Warga di sana juga tidak dianjurkan keluar rumah dan mengadakan pertemuan untuk memperkecil peluang terjangkit virus corona.

Aturan wajib pakai masker setiap saat di ruang publik juga berlaku di beberapa kota. Tapi para pecandu mahjong menolak dan melanggar aturan-aturan tersebut.

Dilaporkan South China Morning Post, Minggu (9/2/2020), polisi di tiga provinsi harus melakukan razia dan menyita alat mahjong dari warga selama dua minggu terakhir.

Komisi Kesehatan menyebutkan terdapat kasus penyebaran virus corona di Quzhou, provinsi Zhejiang terkait dengan permainan mahjong, Kamis lalu.

Akibatnya, para petugas dari daerah Jiuhua menyita lebih dari 600 bidak mahjong.

"Di daerah pedesaan, bermain mahjong selama Tahun Baru Imlek," kata pejabat daerah Zheng Shihua, melalui platform online Pear Video.

"Tapi kita sudah menyuruh mereka berhenti. Beberapa warga mendengarkan dan yang lain tidak. Selalu ada beberapa rumah tangga yang bersembunyi dari kami," imbuhnya.

Papan mahjong akan dikembalikan kepada warga setelah wabah virus corona berakhir, katanya.

Di tempat lain, polisi di Maanshan, provinsi Anhui, tetangga Zhejiang, sengaja merusak meja mahjong dan menyita bidak-bidaknya. Aksi polisi di Maanshan ini terlihat dalam video yang diunggah ke media sosial.

Polisi menghancurkan 16 meja mahjong setelah memeriksa sekitar 40 rumah ketika razia pada 28 Januari, Maanshan Daily melaporkan.

Penularan virus corona 

Zeng Qun, wakil kepala Biro Urusan Sipil Shanghai pada konferensi pers di Shanghai pada Sabtu (8/2/2020) menyebut bahwa virus corona dapat menular melalui aerosol atau udara.

Apa perbedaan penularan melalui tetesan dan udara?

Penularan melalui tetesan atau droplet, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) US, virus corona khusus ini dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, seperti halnya penyebaran influenza dan penyakit pernapasan lainnya. Eksposur maksimum dalam 3 hingga 6 kaki.

Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhidup ke dalam paru-paru," lapor CDC.

Ilustrasi virus corona (coronavirus) Wuhan, China. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Wuhan, China. (Shutterstock)

Sedangkan aerosol, pada dasarnya adalah partikel kecil tempat tetesannya menguap dan dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama, menurut Mount Sinai Hospital’s e-portal.

Tidak hanya tahan dengan udara kering, patogen ini juga dapat melakukan perjalanan lebih jauh dari tetesan yang lebih besar.

Jadi, virus corona baru dapat ditransmisikan ketika orang menghirup udara yang telah tercampur patogen ini.

Zeng pun menyarankan warga China untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti membatalkan semua kegiatan sosial dan pertemuan, membuka jendela rumah untuk menjaga silkulasi di dalam ruangan, serta mendisinfeksi rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Metode Ini Jadi Cara Indonesia Deteksi Virus Corona, Apakah Akurat?

Dua Metode Ini Jadi Cara Indonesia Deteksi Virus Corona, Apakah Akurat?

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 19:47 WIB

WNI Diminta Waspada Soal Status Oranye Virus Corona di Singapura

WNI Diminta Waspada Soal Status Oranye Virus Corona di Singapura

News | Senin, 10 Februari 2020 | 18:49 WIB

21 WNI Pulang Dari China, Kemenkes Minta Pemda Ikut Pantau Kesehatan

21 WNI Pulang Dari China, Kemenkes Minta Pemda Ikut Pantau Kesehatan

News | Senin, 10 Februari 2020 | 18:46 WIB

Pakai Alkohol Agar Terhindar Virus Corona, Tubuh Pria ini Justru Terbakar!

Pakai Alkohol Agar Terhindar Virus Corona, Tubuh Pria ini Justru Terbakar!

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 18:48 WIB

Puluhan WNI di China Dipulangkan, Kemenlu: Bukan Dari Kawasan Terisolasi

Puluhan WNI di China Dipulangkan, Kemenlu: Bukan Dari Kawasan Terisolasi

News | Senin, 10 Februari 2020 | 18:36 WIB

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Atlet Tak Diwajibkan Salaman di BATC

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Atlet Tak Diwajibkan Salaman di BATC

Sport | Senin, 10 Februari 2020 | 18:33 WIB

Kemenkes RI Sanggah Tuduhan Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona

Kemenkes RI Sanggah Tuduhan Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 18:27 WIB

CEK FAKTA: Video Takut Virus Corona, Orang Sholat Arahnya Serampangan?

CEK FAKTA: Video Takut Virus Corona, Orang Sholat Arahnya Serampangan?

News | Senin, 10 Februari 2020 | 18:13 WIB

Makan Hotpot, 9 Anggota Keluarga di Hong Kong Terinfeksi Virus Corona

Makan Hotpot, 9 Anggota Keluarga di Hong Kong Terinfeksi Virus Corona

News | Senin, 10 Februari 2020 | 18:11 WIB

Terkini

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB