3 WNI di Wuhan Masih Belum Bisa Pulang, Mereka Diawasi China

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 11 Februari 2020 | 15:42 WIB
3 WNI di Wuhan Masih Belum Bisa Pulang, Mereka Diawasi China
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). [ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI]

Suara.com - Tiga warga negara Indonesia atau WNI di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang batal pulang ke tanah air masih dalam pantauan pemerintah China. Saat ini kota Wuhan masih dalam status dikunci alias lockdown sehingga pemerintah pun harus mengikuti aturan dari otoritas China.

Tiga WNI tersebut sebelumnya hendak ikut pulang ke tanah air dengan 238 WNI dan satu WNA yang dijemput pemerintah pada beberapa waktu lalu. Namun mereka dilarang untuk ikut rombongan karena dalam kondisi sakit.

"Mereka dipantau oleh pemerintah Cina, tidak boleh lewat dengan PHEIC enggak boleh lewat," kata Terawan di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Kemudian pemerintah China pun masih menerapkan status lockdown untuk kota Wuhan sehingga tidak ada aktivitas penjemputan atau pengantaran yang bisa dilakukan di kota itu.

Meski demikian, pemerintah Indonesia selalu memantau kondisi mereka. Pasalnya kondisi kesehatan mereka selalu diawasi oleh Pemerintah China yang juga diperhatikan oleh pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Jadi mereka dalam pengawasan kesehatannya oleh pemerintah China tapi dalam laporannya oleh Kemenlu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha menyebut, ketiga orang itu tidak memenuhi standar kesehatan. Saat ini, mereka dipulangkan ke asrama di daerah di Wuhan dan Xianning, China.

"Nah untuk tiga orang ini tidak memenuhi kesehatan untuk terbang. Oleh karena itu dilarang untuk naik pesawat oleh otoritas RRT," kata Judha di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Diketahui, sebanyak 238 WNI serta satu WNA kekinian berada di Natuna, Kepulauan Riau untuk menjalani karantina menyusul epidemi virus corona atau coronavirus yang dinyatakan sebagai keadaan darurat global oleh World Health Organization (WHO).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI dari China di Natuna, saat Pulang Bakal Dipantau 14 Hari di Rumahnya

WNI dari China di Natuna, saat Pulang Bakal Dipantau 14 Hari di Rumahnya

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 15:33 WIB

Kasus Meningkat, Singapura Teliti Pembuatan Vaksin Virus Corona Wuhan

Kasus Meningkat, Singapura Teliti Pembuatan Vaksin Virus Corona Wuhan

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 15:21 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ada Kontainer Biohazard di Konjen AS di Wuhan?

CEK FAKTA: Benarkah Ada Kontainer Biohazard di Konjen AS di Wuhan?

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 15:25 WIB

Pakar Singapura: Ruangan Ber-AC Menguntungkan Perkembangan Virus Corona

Pakar Singapura: Ruangan Ber-AC Menguntungkan Perkembangan Virus Corona

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 15:22 WIB

Jakarta Waspada Virus Corona

Jakarta Waspada Virus Corona

Foto | Selasa, 11 Februari 2020 | 14:50 WIB

Virus Corona Bisa Bertahan di Gagang Pintu dalam 9 Hari, Ini Kata Ahli!

Virus Corona Bisa Bertahan di Gagang Pintu dalam 9 Hari, Ini Kata Ahli!

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 14:56 WIB

Terkini

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten, Nilainya Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten, Nilainya Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

×