Beda Nasib WNI di World Dream, Menkes: Diamond Princess Ada Hal-hal Khusus

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 24 Februari 2020 | 19:00 WIB
Beda Nasib WNI di World Dream, Menkes: Diamond Princess Ada Hal-hal Khusus
WNI Kru Diamond Princess mengirimkan pesan video kepada Presiden Joko Widodo melalui ABC Indonesia, Minggu (23/02). [ABC Indonesia/Supplied:Sasa]

Suara.com - Nasib Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal World Dream kini sudah jelas. Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi serta mengobservasi 188 orang yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) tersebut di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

Namun, pemerintah belum berencana mengevakuasi 78 WNI yang berada di Kapal Diamond Princess. Kekinian, kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Yokohama, Jepang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengklaim, pemerintah akan bertanggung jawab dalam menangani hal ini. Namun, penanganannya harus dilakukan satu-satu.

"Pemerintah akan menangani satu demi satu atas keberadaan WNI, anak buah kapal di dua kapal tersebut," kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Senin (24/2/2020).

Muhadjir mengatakan, pemerintah dalam hal ini terus menjalin komunikasi dengan pemerintah Jepang. Dia mengklaim komunikasi hingga kini terjalin secara intensif.

"Pemerintah Indonesia akan tetap menjalin komunikasi yang intensif dan kerja sama dengan pemerintah Jepang dalam penanganan WNI ABK Diamond Princess yang sekarang berada di Jepang," kata dia.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berujar, ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan dalam proses evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess. Dia tak ingin para ABK tersebut tidak sehat ketika sampai Indonesia.

"Diamond Princess ini ada hal-hal yang khusus. Kami perlu kehati-hatian yang sangat. Mungkin sudah baca berita yang dibawa ke negara lain sehat di Jepang, tapi sampai negaranya sakit," kata Terawan.

Terawan mengatakan, banyak negara lain yang terburu-buru dalam hal evakuasi dan observasi. Dalam kasus ini, banyak orang yang sebelumnya dinyatakan sehat namun malah dinyatakan positif saat tiba di negaranya.

baca juga

"Artinya apa? itu episentrum baru karena itu, kami harus lebih hati-hati coba dibaca di berita-berita yang ada, baik di Guardian dan sebagainya. Bagaimana negara-negara tersebut keburu-buru melakukan evakuasi dari yang tadinya sehat sampai di negaranya sakit. Artinya apa? dari positif. Kalau jadi positif jadi episentrum baru," sambungnya.

"Negara kita menganut asas kehati-hatian yang sangat. Kenapa? karena saat ini posisi kita masih zero. dan kita doakan untuk tetap zero," sambungnya.

Sebelumnya, tercatat WNI yang berada di sana berjumlah 78 orang. Mereka bekerja sebagai kru kapal Diamond Princess. Namun empat dari mereka dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Hal itu dikonfirmasi oleh Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha seusai mendapatkan informasi dari otoritas Jepang.

"Jadi hingga 19 Februari 2020 kami mendapatkan informasi ada konfirm 4 warga negara kita yang terinfeksi corona di kapal Diamond," kata Judha saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020).

Termutakhir, jumlah tersebut bertambah menjadi 9 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto seusai mendapat informasi dari Pemerintah Jepang.

"Saya terangkan nih, WNI yang kena kan juga dirawat oleh pemerintah Jepang yang sembilan orang itu," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi 14 Hari di Pulau Sebaru

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi 14 Hari di Pulau Sebaru

Video | Senin, 24 Februari 2020 | 18:05 WIB

188 WNI di Kapal World Dream Bakal Dikarantina 14 Hari di Pulau Sebaru

188 WNI di Kapal World Dream Bakal Dikarantina 14 Hari di Pulau Sebaru

News | Senin, 24 Februari 2020 | 17:32 WIB

Pulangkan WNI di Kapal World Dream Lebih Dulu, Pemerintah: Risikonya Kecil

Pulangkan WNI di Kapal World Dream Lebih Dulu, Pemerintah: Risikonya Kecil

News | Senin, 24 Februari 2020 | 14:20 WIB

74 WNI di Kapal Diamond Princess: Pak Jokowi, Apa Kami Dibunuh Pelan-pelan?

74 WNI di Kapal Diamond Princess: Pak Jokowi, Apa Kami Dibunuh Pelan-pelan?

News | Senin, 24 Februari 2020 | 14:03 WIB

Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess

Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess

News | Senin, 24 Februari 2020 | 13:24 WIB

WNI dari Kapal Pesiar World Dream akan Diobservasi di Pulau Tak Berpenghuni

WNI dari Kapal Pesiar World Dream akan Diobservasi di Pulau Tak Berpenghuni

News | Senin, 24 Februari 2020 | 11:46 WIB

Teror Virus Corona, TNI Pulangkan 188 ABK WNI Kapal Pesiar World Dream

Teror Virus Corona, TNI Pulangkan 188 ABK WNI Kapal Pesiar World Dream

News | Senin, 24 Februari 2020 | 09:30 WIB

Update Corona Covid-19: Korban Tewas Capai 2.471 Jiwa, 78.999 Terinfeksi

Update Corona Covid-19: Korban Tewas Capai 2.471 Jiwa, 78.999 Terinfeksi

Health | Senin, 24 Februari 2020 | 09:30 WIB

188 Awak WNI di Kapal Pesiar World Dream Dipulangkan karena Corona

188 Awak WNI di Kapal Pesiar World Dream Dipulangkan karena Corona

News | Senin, 24 Februari 2020 | 07:22 WIB

Mau Dievakuasi via Laut, Kegusaran WNI di Kapal Diamond Princess

Mau Dievakuasi via Laut, Kegusaran WNI di Kapal Diamond Princess

News | Senin, 24 Februari 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Ketika Video Kekerasan Pelajar Kembali Viral, Siapa yang Sebenarnya Gagal Melindungi Mereka?

Ketika Video Kekerasan Pelajar Kembali Viral, Siapa yang Sebenarnya Gagal Melindungi Mereka?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:01 WIB

Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah

Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Pendaki Asal Brebes Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto

Pendaki Asal Brebes Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini

Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844

Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:54 WIB

"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu

"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap

Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi

Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:49 WIB

56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan

56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

×