Masker Langka dan Dibanderol Rp 350 Ribu, Anies: Alhamdulillah Bisa Dibeli

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 06 Maret 2020 | 17:41 WIB
Masker Langka dan Dibanderol Rp 350 Ribu, Anies: Alhamdulillah Bisa Dibeli
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak hadir dalam perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Sejak virus corona atau Covid-19 masuk Jakarta, harga masker melambung tinggi hingga menyentuh Rp 350 ribu per boksnya.

Terkait itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah bersyukur meski masyarakat harus mengeluarkan uang lebih dan kesulitan mendapatkan perangkat penyaring udara ini.

Meski harganya mahal, Anies menyebut masyarakat masih membelinya. Anies menganggap ini sebagai bukti masyarakat memiliki daya beli barang mahal.

"Berarti alhamdulillah punya daya beli itu. Rp 350 ribu bisa beli," ujar Anies di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2020).

Kendati demikian, Anies menganggap harga masker yang dibanderol jauh dari normalnya oleh para pedagang tidak baik. Belakangan pihaknya melakukan operasi pasar dengan menambah stok 1 juta pcs masker untuk menekan harga lebih murah.

"Karena itu kami di Pemprov lalu lewat Pasar Jaya, kita melakukan operasi pasar," jelasnya.

Ia menyebut operasi pasar untuk masker tidak biasa, tapi tetap dilakukan karena kebutuhannya meningkat tajam. Mantan Mendikbud ini juga mengakui sulit untuk mendapatkan masker.

PD Pasar Jaya memutuskan untuk menurunkan harga satu boks masker dari Rp 300 ribu menjadi Rp 125 ribu per boks. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
PD Pasar Jaya memutuskan untuk menurunkan harga satu boks masker dari Rp 300 ribu menjadi Rp 125 ribu per boks. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

"Susah. Pemerintah yang kemudian menyiapkan ini semua. Tapi kita sengaja lakukan dengan mekanisme pasar," tuturnya.

Karen itu ia berharap operasi pasar di Pasar Pramuka ini bisa berdampak pada pedagang masker lainnya. Kedepannya ia mengklaim akan memenuhi kebutuhan masker dengan harga yang terjangkau.

"Dengan cara seperti itu, maka kita bisa mendorong harga untuk mudah-mudahan bisa turun," pungkasnya.

Diberitalan sebelumnya, PD Pasar Jaya melakukan operasi pasar dengan menjadikan harga masker per boksnya Rp 125 ribu di Pasar Pramuka. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu juga menambah stok masker di jual sebanyak 1 juta pcs atau 20 ribu lebih boks masker.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan operasi pasar ini diharapkan bisa membuat harga masker di tempat lainnya. Sebab, dengan adanya penjual yang memberikan harga murah, maka konsumen akan membeli di tempatnya.

Dengan demikian, maka penjual lain akan mengikuti harga di Pasar Pramuka itu. Skenario ini disebutnya akan membuat harga masker yang tengah melambung tinggi bisa lebih normal.

"Mekanisme pasar kemudian masyarakat tau harganya ada lebih murah dengan operasi pasar, pasti semua ikut turun. Mekanisme pasar seperti itu," ujar Arief di Pasar Pramuka, Kamis (5/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: 2 Lagi WNI Positif Virus Corona

Kemenkes: 2 Lagi WNI Positif Virus Corona

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 17:24 WIB

Indonesia Tolak 118 Warga Asing karena Virus Corona

Indonesia Tolak 118 Warga Asing karena Virus Corona

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 17:20 WIB

Sederet Acara Ditunda karena Corona, Konser Ayu Ting Ting Jalan Terus

Sederet Acara Ditunda karena Corona, Konser Ayu Ting Ting Jalan Terus

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2020 | 17:18 WIB

Semprotan Alkohol Meledak saat Bersihkan Mobil, Mata Pria Ini Hampir Buta

Semprotan Alkohol Meledak saat Bersihkan Mobil, Mata Pria Ini Hampir Buta

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 17:20 WIB

Terkini

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:54 WIB

Viral Kue Ulang Tahun Bongkar Skandal Toko Hantu di Pemesanan Lewat Ojek Online

Viral Kue Ulang Tahun Bongkar Skandal Toko Hantu di Pemesanan Lewat Ojek Online

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:42 WIB

Ritual Pengusiran Setan Berujung Maut, 2 Nyawa Melayang, Pelaku Bebas dari Hukuman

Ritual Pengusiran Setan Berujung Maut, 2 Nyawa Melayang, Pelaku Bebas dari Hukuman

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:42 WIB

Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan

Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:41 WIB

Tunggu Pramono Anung Pulang, Paripurna Ganti Ketua DPRD DKI Digelar 30 April

Tunggu Pramono Anung Pulang, Paripurna Ganti Ketua DPRD DKI Digelar 30 April

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:27 WIB

Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi

Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:17 WIB

Mensos Gus Ipul Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam

Mensos Gus Ipul Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:17 WIB

Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit

Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:15 WIB

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:11 WIB

RUU PPRT Dipercepat, Pemerintah Tegaskan Hak Pekerja Rumah Tangga

RUU PPRT Dipercepat, Pemerintah Tegaskan Hak Pekerja Rumah Tangga

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:07 WIB