44 Orang Tewas Keracunan Usai Minum Obat Penangkal Virus Corona

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 11 Maret 2020 | 15:27 WIB
44 Orang Tewas Keracunan Usai Minum Obat Penangkal Virus Corona
Orang-orang dengan mengenakan masker berjalan melewati Flinders Street Station, setelah kasus virus corona dipastikan muncul, di Melbourne, Victoria, Australia (29/1/2020). (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm)

Suara.com - Kejadian nahas menimpa sejumlah warga Iran di tengah merebaknya virus corona Covid-19. Setidaknya ada 44 orang meninggal dunia akibat kerucunan minuman yang diyakini sebagai obat 'penangkal corona".

Insiden tersebut terjadi belum lama ini setelah para warga mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan. Mereka menenggak minuman tersebut untuk mengurangi kepanikan.

Dikutip dari USA Today, Rabu (11/3/2020), insiden tersebut terjaditak lepas dari rumor yang berkembang di Iran belakangan ini.

Media lokal setempat melaporkan, warga menyakini dengan meminum miras oplosan bisa mencengah penularan virus corona. Padahal, semua jenis alkohol dilarang oleh pemerintah setempat.

Pejabat Kementerian Kesehatan Iran, Ali Ehsanpour mengatakan, kandungan dalam miras oplosan yang dikonsumsi warga membahayakan. Minuman tersebut mengandung senyawa metanol yang biasanya digunakan sebagai cairan pemutih.

Senyawa tersebut sengaja ditambahkan ke dalam alkohol untuk menggantikan kadar etanol. Namun, warga yang meminumnya tanpa meyadari bahasa cairan tersebut.

Akibat kejadian itu, sebanyak 200 orang dilarikan ke rumah sakit dan 44 diantaranya meninggal dunia.

Kekinian, dikonfirmasi kasus virus corona di Timur Tengah mencapai 8.042 pasien. Sebanyak 291 orang dinyatakan meninggal dunia.

Iran menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi di Timur Tengah. Sampai sekarang, pemerintah setempat pun melakukan upaya pencegahan wabah virus corona.

baca juga

Wakil Presiden Iran Positif Terinfeksi Virus Corona

Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtaker telah didiagnosis positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19, demikian laporan media pemerintah, ketika negara itu berjuang untuk menghentikan penyebaran penyakit mematikan itu.

Dilansir dari Independent, Jumat (28/2/2020), Wakil Presiden Iran Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar adalah satu di antara 254 orang yang terinfeksi virus di negara Timur Tengah itu, di mana telah menewaskan 26 orang.

Wakil presiden untuk urusan wanita dan keluarga lebih dikenal secara internasional sebagai juru bicara berbahasa Inggris untuk para penyandera yang merebut kedutaan AS di Teheran pada tahun 1979, memicu krisis diplomatik 444 hari.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Iran dinyatakan positif terkena virus awal pekan ini. Padahal, beberapa jam sebelumnya ia sempat menghadiri konferensi pers terkait wabah virus corona di negaranya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Corona di RSPI Sualianti Saroso Bertambah, 8 Positif dan 2 PDP

Pasien Corona di RSPI Sualianti Saroso Bertambah, 8 Positif dan 2 PDP

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 15:01 WIB

Pasien Corona Terus Bertambah, PKS: Tak Perlu Ada Daerah Diisolasi

Pasien Corona Terus Bertambah, PKS: Tak Perlu Ada Daerah Diisolasi

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 12:45 WIB

Pesta Miras Oplosan di Pesta Pernikahan, Agus Salim dan Rekan Tewas

Pesta Miras Oplosan di Pesta Pernikahan, Agus Salim dan Rekan Tewas

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 12:16 WIB

Brunei Laporkan 6 Orang Positif Virus Corona

Brunei Laporkan 6 Orang Positif Virus Corona

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 06:29 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×