Antrean Transjakarta, Gus Romli: Kata Anies Jaga Jarak, Tapi Dempet Begini

Rendy Adrikni Sadikin
Antrean Transjakarta, Gus Romli: Kata Anies Jaga Jarak, Tapi Dempet Begini
Situasi antrean penumpang bus TransJakarta di Halte Pinang Ranti, Jakarta Timur. (Suara.com/Novian).

Gus Romli mengkritik kebijakan baru jadwal TransJakarta.

Suara.com - Penumpukan penumpang akibat jadwal baru TransJakarta menuai sorotan dari politikus Partai Solidaritas Indonesia, Mohamad Guntur Romli alias Gus Romli.

Gus Romli mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kebijakan yang diambil untuk menghindari penyebaran pandemi Virus Corona alias Covid-19.

Menurut dia, pernyataan Anies Baswedan kontradiktif dengan langkah yang diambil. Gus Romli mengatakan Anies mengimbau untuk publik menjaga jarak. namun kenyataannya berbeda.

"Kata @aniesbaswedan #JagaJarakDulu tapi dia bikin kebijakan yang bikin numpuk dan dempetan gini," cuit Gus Romli seperti dikutip Suara.com dari akun jejaring sosial Twitter @GunRomli, Senin (16/3/2020).

Gus Romli mengatakan cuma Anies yang mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi transportasi ketika semua daerah merilis imbauan kerja dan belajar dari rumah.

"Semua daerah mengeluarkan imbauan kerja dan belajar di rumah, tapi yang mengurangi transportasi publik cuma Anies," cuit Gus Romli.

Kata Gus Romli, kebijakan baru TransJakarta tersebut malah membuat publik sengsara sehingga semakin memperbesar risiko penularan.

"Bikin sengsara dan risiko penularan makin besar," kicau Gus Romli.

Cuitan Gus Romli mengkritik kebijakan Anies Baswedan.[Twitter/@GunRomli]
Cuitan Gus Romli mengkritik kebijakan Anies Baswedan.[Twitter/@GunRomli]

Untuk diketahui, demi mencegah perluasan sebaran pandemi Virus Corona baru atau Novel Coronavirus (COVID-19), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan angkutan umum untuk sementara waktu. Dan implementasinya, layanan angkutan umum turut dipangkas mulai hari ini, Senin (16/3/2020).

Gubernur DKI Jakarta membatasi jam operasional untuk tiga angkutan yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, yaitu Lintas Raya Terpadu (LRT), Moda Raya Terpadu (MRT), serta TransJakarta.

Ketiga angkutan umum itu, jelas Anies Baswedan, tidak lagi beroperasi hingga malam hari. Sementara jadwal layanan publik ini berlangsung pukul 05.00 WIB - 24.00 WIB.

"Sekarang berubah hanya jam 06.00 WIB pagi sampai jam 18.00 WIB atau jam 06.00 sore," jelasnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

Untuk MRT, waktu kedatangannya juga direkayasa menjadi jauh lebih lama. Kereta akan datang ke stasiun setiap 20 menit sekali. Sedangkan rangkaian kereta yang beroperasi hanya empat dari 20 gerbong kereta sebagaimana biasanya.

"Jadwal MRT, semula keberangkatan tiap 5 dan 10 menit sekarang akan diubah menjadi setiap 20 menit," kata Gubernur DKI Jakarta.

Demikian juga dengan LRT, kedatangan kereta ke stasiun menjadi 30 menit. Awalnya, sebelum kebijakan ini, waktu keberangkatan adalah per 10 menit.

Sementara itu, TransJakarta mengalami pemangkasan armada terbanyak. Dari 248 rute, hanya ada 13 koridor yang beroperasi. Kedatangan di tiap halte juga akan dibatasi.

Ia menganggap kebijakan ini perlu dilakukan untuk membatasi kontak langsung di masyarakat. Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat tidak bepergian.

"Ini dilakukan dalam rangka mengurangi interaksi secara fisik. Kami berharap seluruh warga Jakarta menaati aturan ini," pungkasnya.

Berikut adalah daftar rute TransJakarta yang tetap beroperasi pukul 06.00 - 18.00 WIB.

1. Blok M - Kota

2. Pulo Gadung - Harmoni

3. Kalideres - Pasar Baru

4. Pulo Gadung 2 - Dukuh Atas

5. Kampung Melayu - Ancol

6. Ragunan - Dukuh Atas 2

7. Kampung Rambutan - Kampung Melayu

8. Lebak Bulus - Harmoni

9. Pinang Ranti - Pluit

10. PGC 2 - Tanjung Priok

11. Kampung Melayu - Pulo Gebang

12. Penjaringan - Sunter Boulevard Barat

13. Puri Beta - Blok M.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS