Panik dan Tawa Ratri, Cerita Pasien 03 Sejak Positif Corona hingga Sembuh

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 18 Maret 2020 | 14:47 WIB
Panik dan Tawa Ratri, Cerita Pasien 03 Sejak Positif Corona hingga Sembuh
Ratri Anindya (pasien 3), Maria Darmaningsih (pasien 2), Sita Tyasutami (pasien 1). [Ratri Anindya/BBC Indonesia]

Saat dinyatakan Anda positif, reaksi Anda bagaimana? Apa yang ada di benak Anda?

Itu jam 02.00 pagi, saya dibangunkan sama dokter dinyatakan positif. Pertama saya berpikir, "Kenapa ya jam 02.00 pagi?"... Alasannya supaya tidak bikin panik tapi namanya juga masih tidur, otak saya belum bangun.

Terus saya kayak cuma nulis report gitu, apa kejadiannya, saya kirim ke keluarga terdekat saya. Sudah itu tidur lagi karena saya ngantuk banget. Saya sih tak khawatir karena saya tahu, dari awal saya sudah mengikuti perkembangannya.

Waktu saya di Austria saya dengar berita dari Amerika bahwa memang sebagian besar persentase penyembuhannya 98,9% dan kita tak usah khawatir.

Jadi pas tahu ya sudah saya pikir nggak apa-apa positif, yang penting saya tahu. Daripada hari-hari sebelumnya, saya nanggung begitu, jadi kayak ada apa dengan badan saya. Jadi pas saya dikasih tahu, saya lega.

Berdasarkan bekal informasi itu yang membuat Anda yakin bahwa Anda bisa sembuh?

'Setelah lima hari tidak keramas, dapat kiriman sisir, bisa mandi serta keramas, felt so good'," kata Ratri Anindya pada tanggal 8 Maret 2020.

Iya saya juga yakin bahwa ibu sama adik saya bisa sembuh. Jadi pas ketahuan, itu yang bikin kita ibaratnya naik darah tinggi, kayak "kita dengarnya dari media".

Terus tiba-tiba sejam kemudian rumah kita sudah dikerubungi wartawan. Sorotan media parah banget. Lalu berbagai macam dinas kesehatan menelepon saya.

Terus saya mesti koordinasi, selama sembilan jam saya nggak berhenti telepon sama keluarga, Dinas Kesehatan dan segala macam.

Ya saya ikut saja, menurut saja, pasrah saja. Pastinya nggak mungkin bilang, saya nggak takut.

Pasti takut karena tiba-tiba dalam sehari hidup kita kayak berubah harus mengatur ini semua. Tapi kalau soal kesembuhan atau kepanikan soal kesehatannya, saya jujur nggak terlalu panik.

Nomor rumah pasien positif Corona di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Nomor rumah pasien positif Corona di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Karena kan saya sudah dengar 'oke memang virus ini yang bahaya adalah karena penyebarannya sangat cepat' dan adik saya itu positif tapi dia umurnya umur prima. Jadi dia pasti bisa sembuh dengan cepat.

Saya khawatir karena ibu saya lebih tua tapi setelah saya bicara sama dia, hari itu dia sudah nggak apa-apa, nggak batuk, nggak demam, dia senang diinfus antibiotik dan vitamin.

Tidak apa-apa, yang bikin tekanan darah mereka agak tinggi karena stres dengan pemberitaan di luar. Jadi akhirnya mereka matikan televisi, fokus penyembuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Pasien Corona di RSPI Sulianti Saroso: 4 Berstatus PDP, 7 Positif

Update Pasien Corona di RSPI Sulianti Saroso: 4 Berstatus PDP, 7 Positif

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 20:17 WIB

Alasan RS Tolak Rawat Pasien Covid-19, Benarkah Stres Sebabkan Jerawat?

Alasan RS Tolak Rawat Pasien Covid-19, Benarkah Stres Sebabkan Jerawat?

Health | Selasa, 17 Maret 2020 | 20:20 WIB

Jusuf Kalla Prihatin soal Pasien Corona Melonjak 40 Orang per Hari

Jusuf Kalla Prihatin soal Pasien Corona Melonjak 40 Orang per Hari

Video | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:42 WIB

JK: Jumlah Pasien Corona Naik 40 Orang per Hari, Bagaimana Kalau Sebulan?

JK: Jumlah Pasien Corona Naik 40 Orang per Hari, Bagaimana Kalau Sebulan?

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 18:31 WIB

RS Rujukan Penuh, Pasien Positif Covid-19 Terpaksa Isolasi di Kamar Kost

RS Rujukan Penuh, Pasien Positif Covid-19 Terpaksa Isolasi di Kamar Kost

Video | Selasa, 17 Maret 2020 | 16:44 WIB

Tak Terima Candaan Corona, Warganet: Kakak Saya Taruh Nyawa demi Pasien

Tak Terima Candaan Corona, Warganet: Kakak Saya Taruh Nyawa demi Pasien

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:27 WIB

Driver Ojol Tak Bisa Work From Home, Lihat Aksi Warganet Ini, Inspiratif

Driver Ojol Tak Bisa Work From Home, Lihat Aksi Warganet Ini, Inspiratif

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 08:22 WIB

Kisah Penyintas Covid-19, Sehat Tanpa Dirawat di Rumah Sakit

Kisah Penyintas Covid-19, Sehat Tanpa Dirawat di Rumah Sakit

Health | Selasa, 17 Maret 2020 | 07:15 WIB

Kasus Corona Melonjak, Kevin Cs Tak Boleh Keluar Pelatnas PBSI, Kecuali...

Kasus Corona Melonjak, Kevin Cs Tak Boleh Keluar Pelatnas PBSI, Kecuali...

Sport | Senin, 16 Maret 2020 | 20:12 WIB

RS Rujukan Corona Tidak Siap, Wartawan Mau Berobat Malah Ditolak

RS Rujukan Corona Tidak Siap, Wartawan Mau Berobat Malah Ditolak

News | Senin, 16 Maret 2020 | 12:49 WIB

Terkini

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:46 WIB

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:41 WIB

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:35 WIB