Gegara Corona, Kini Warga Takut Berjabat dengan Pejabat

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:50 WIB
Gegara Corona, Kini Warga Takut Berjabat dengan Pejabat
Penanganan pasien virus corona. (Antara)

Suara.com - Berebut jabat tangan sudah menjadi pemandangan biasa kala ada pejabat negara atau daerah yang berkunjung dan bertemu langsung dengan warga. Namun kali ini berubah total semenjak wabah virus corona atau Covid-19 merebak di mana-mana.

Dilansir dari Metrojambi.com (jaringan Suara.com), adalah Meri Rusma Pratiwi Rangkuti, yang merupakan wisudawati terbaik di Institut Agama Islam (IAI) Tebo, Provinsi Jambi. Keresahan dan takut tengah melanda dirinya dan keluarga semenjak Pemprov Jambi mengumumkan ada satu orang positif virus corona.

Sementara beredar kabar salah satu pejabat di Kabupaten Tebo tengah diisolasi di RSUD Jambi dan berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP corona.

Keresahan muncul menghinggapi keluarga Meri lantaran saat dirinya menerima penghargaan di acara wisudanya berlangsung, ia dan orang tuanya sempat berjabat tangan dengan sejumlah pejabat Pemkab Tebo yang hadir saat itu.

Ia khawatir, pejabat yang sempat bersalaman dengannya itu kini benar-benar positif virus corona.

Sementara salah seorang civitas akademika di IAI Tebo juga menceritakan bahwa saat acara wisuda berlangsung, ia juga dekat dengan pejabat tersebut. Bahkan saat itu beberapa orang petinggi IAI Tebo hadir.

Di ruangan pada saat saat wisuda yang digelar Sabtu (14/03/2020) itu, ada lebih dari 100 orang. Beberapa hari setelahnya pejabat itu demam dan dibawa ke rumah sakit, hingga dirujuk ke Jambi.

Kabar pejabat Tebo yang positif Covid-19 ini telah heboh di Tebo sejak Senin (23/3) pagi. Informasi disebarkan di banyak media sosial. Pada sore harinya, pemerintah pusat mengeluarkan data adanya warga di Provinsi Jambi positif Covid-19. Respon masyarakat pun langsung ramai.

Tanggapan Wabup Tebo

Keluarga pasien virus corona di RSUD Banten. (Bantennews)
Sebagai ilustrasi: Keluarga pasien virus corona di RSUD Banten. (Bantennews)

Wakil Bupati Tebo, Syahlan, yang merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo, mengatakan, memang kemungkinan ada seorang masyarakat Tebo yang merupakan pejabat publik, diduga terinfeksi covid-19.

Namun pihaknya belum menerima surat secara resmi dari Gugus Tugas Jambi. Ia hanya meminta agar masyarakat lebih waspada lagi menjaga kesehatan, serta mengurangi interaksi dengan masyarakat luas, dan menghindari keramaian.

Dia juga meminta agar masyarakat Tebo tenang dan tidak panik.

Informasi soal siapa yang positif terinfeksi virus corona ini memang masih simpang siur. Desakan agar membuka catatan perjalanan yang positif virus corona kemudian mengalir dari kelompok masyarakat. Satu di antaranya disampaikan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tebo, beserta Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU).

Menurut mereka, Pemkab Tebo saat ini lamban menginformasikan benar atau tidak pasien yang positif covid-19 tersebut adalah salah satu pejabat Pemkab Tebo.

Mereka khawatir bila informasi catatan perjalanan yang positif covid-19 tidak dibuka, nantinya akan menimbulkan persoalan yang lebih besar, pada aspek kesehatan dan juga keselamatan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenhub Akui Banyak Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

Kemenhub Akui Banyak Masyarakat yang Mudik Lebih Awal

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:46 WIB

COVID-19 Belum Berlalu, Ford Bakal Buka Gembok Pabriknya

COVID-19 Belum Berlalu, Ford Bakal Buka Gembok Pabriknya

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:40 WIB

Pemkab Maybrat Papua Barat Gelar Ritual Adat untuk Mengusir Virus Corona

Pemkab Maybrat Papua Barat Gelar Ritual Adat untuk Mengusir Virus Corona

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:39 WIB

Pemerintah Masih 'Galau' Larang Masyarakat Mudik Lebaran

Pemerintah Masih 'Galau' Larang Masyarakat Mudik Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:34 WIB

Menlu Retno: Lebih dari 1.600 Kasus Dihadapi WNI di Luar Negeri

Menlu Retno: Lebih dari 1.600 Kasus Dihadapi WNI di Luar Negeri

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:28 WIB

Amerika Serikat Peringkat 1 Kasus Corona, Indonesia diminta Belajar

Amerika Serikat Peringkat 1 Kasus Corona, Indonesia diminta Belajar

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:48 WIB

Mulai Banyak Warga Tertular Corona, Seluruh Masjid di Padang Setop Jumatan

Mulai Banyak Warga Tertular Corona, Seluruh Masjid di Padang Setop Jumatan

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:23 WIB

Demi Lawan Pandemi COVID-19, Tencent Donasi Rp 1,6 Triliun

Demi Lawan Pandemi COVID-19, Tencent Donasi Rp 1,6 Triliun

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB