Soal Surat Stafsus Presiden, Komisioner Ombudsman: Ini Pelanggaran Berat

Rendy Adrikni Sadikin, Farah Nabilla

Selasa, 14 April 2020 | 09:51 WIB
Soal Surat Stafsus Presiden, Komisioner Ombudsman: Ini Pelanggaran Berat
Presiden Jokowi mengumumkan tujuh staf khusus baru di Istana Merdeka, Jakarta. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Komisioner Ombudsman Alvin Lie angkat bicara mengenai tindakan Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda yang mengeluarkan surat kepada camat seluruh Indonesia. Ia menilai Andi telah melakukan penyalahgunaan kewenangan dan maladministrasi.

"Ini merupakan suatu tindakan yang terindikasi maladministrasi," kata Alvin Lie saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/4/2020).

Menurut Alvin, penerbitan surat edaran tidak termasuk dalam tugas pokok seorang Staf Khusus Presiden.

"Tugas staf khusus adalah memberikan masukan kepada presiden. Staf khusus tidak memiliki kewenangan eksekutif apalagi membuat surat keluar, surat edaran dan sebagainya," jelas Alvin.

Ia juga menilai bahwa tindakan yang dilakukan Stafsus Andi Taufan Garuda Putra berpotensi memiliki kepentingan tertentu.

"Ada potensi konflik kepentingan karena perusahaan yang dimaksud oleh staf khusus tersebut adalah perusahaan di mana staf tersebut juga mempunyai peran di sana," tambah Alvin.

Dalam surat yang berkop Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu, Andi mencantumkan PT Amartha Mikro Fintek untuk turut bekerja sama dalam program penanggulangan Covid yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transpmigrasi.

PT Amartha adalah perusahaan di bidang pinjaman dana kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di mana Andi menjadi CEO-nya.

Alvin melanjutkan, bahwa kewenangan seorang stafsus yang bisa membuat surat keluar menggunakan kop Sekretariat Kabinet patut dipertanyakan.

baca juga

"Kami mempertanyakan kewenangan staf khusus membuat surat keluar menggunakan kop surat sekretariat negara. Apakah ini sudah seijin Mensesneg, seijin Setkab?" ujar Alvin.

Komisioner Ombudsman ini pun menilai bahwa tindakan yang dilakukan Andi Taufan merupakan pelanggaran berat.

"Ini adalah pelanggaran berat karena sekretariat negara adalah lembaga negara, dan staf khusus bukan lah pejabat yang berwenang untuk menggunakan kop surat Setneg," jelas Alvin.

Ia pun meminta agar Presiden mengevaluasi lagi tugas, fungsi, kewenangan, dan kompetensi dari staf khusus milenial tersebut.

"Apakah presiden benar membutuhkan staf khusus milenial ini?" Alvin bertanya-tanya.

Selain dugaan maladministrasi ini, Alvin Lie juga menyoroti keberadaan Tim Komunikasi yang dimiliki Stafsus.

"Tugas mereka adalah membuat masukan kepada presiden, buat apa punya tim komunikasi?"

Ia menilai keberadaan Tim Komunikasi bagi Stafsus ini adalah salah satu bentuk pemborosan anggaran. Terlebih saat ini, semua kementerian dan lembaga negara harus melakukan pemangkasan akibat krisis covid-19.

"Harus ada tindakan tegas untuk staf khusus yang menyalahgunakan dan melampaui kewenangannya, melakukan tindakan maladministrasi," tukas Alvin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Surat Stafsus Presiden ke Camat, Selipkan Perusahaannya

Beredar Surat Stafsus Presiden ke Camat, Selipkan Perusahaannya

News | Selasa, 14 April 2020 | 08:50 WIB

Napi Baru Bebas Mencuri Lagi, Komisioner Ombudsman: Menkumham Tidak Mikir

Napi Baru Bebas Mencuri Lagi, Komisioner Ombudsman: Menkumham Tidak Mikir

News | Kamis, 09 April 2020 | 19:28 WIB

Hina Presiden Kini Dibui, Tweet Lama Jubir Jokowi soal Pidato Sampah Viral

Hina Presiden Kini Dibui, Tweet Lama Jubir Jokowi soal Pidato Sampah Viral

News | Rabu, 08 April 2020 | 14:41 WIB

Komisioner Ombudsman Heran Bandara Surabaya Masih Pasang Bilik Disinfektan

Komisioner Ombudsman Heran Bandara Surabaya Masih Pasang Bilik Disinfektan

News | Sabtu, 04 April 2020 | 13:58 WIB

Jokowi Digugat Pedagang UMKM, Stafsus Presiden: Wabah Itu Force Majeure

Jokowi Digugat Pedagang UMKM, Stafsus Presiden: Wabah Itu Force Majeure

News | Sabtu, 04 April 2020 | 05:14 WIB

Sebab Wafatnya Ibunda Jokowi, Istana: Kami Tunggu Keterangan Resmi Keluarga

Sebab Wafatnya Ibunda Jokowi, Istana: Kami Tunggu Keterangan Resmi Keluarga

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 19:55 WIB

Poster Imbauannya Dikritik, Staf Khusus Presiden Beri Klarifikasi

Poster Imbauannya Dikritik, Staf Khusus Presiden Beri Klarifikasi

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 18:28 WIB

2 Rekan Kerja Kena Corona, Anggota ORI Alvin Lie Langsung Rapid Test

2 Rekan Kerja Kena Corona, Anggota ORI Alvin Lie Langsung Rapid Test

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 12:49 WIB

Jokowi Diminta Pecat Fadjroel, Gara-gara Cuitan Soal Pecundang Politik

Jokowi Diminta Pecat Fadjroel, Gara-gara Cuitan Soal Pecundang Politik

News | Senin, 23 Maret 2020 | 14:53 WIB

Jubir Jokowi Kena Skak Putri Gus Dur karena Cuitan Pecundang Politik Corona

Jubir Jokowi Kena Skak Putri Gus Dur karena Cuitan Pecundang Politik Corona

News | Senin, 23 Maret 2020 | 14:02 WIB

Terkini

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

×