Kali Ketiga, Malaysia Perpanjang Masa Karantina Hingga 12 Mei Mendatang

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 04:50 WIB
Kali Ketiga, Malaysia Perpanjang Masa Karantina Hingga 12 Mei Mendatang
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Facebook.com/Muhyiddin Yassin)

Suara.com - Setelah diperpanjang dua kali, Pemerintah Malaysia kembali memperpanjang masa karantina selama dua pekan, hingga 12 Mei mendatang.

Masa karantina Malaysia yang dikenal dengan istilah movement control order (MCO) ini, telah dimulai sejak 18 Maret silam dan jika sesaui dengan jadwal sebelumnya, berakhir pada 28 April.

Melansir dari laman Channel News Asia, keputusan perpanjangan yang ketiga ini diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Kamis (23/4) malam.

"Meskipun angka sebaran Covid-19 telah menunjukkan hasil yang positif, namun kami memutuskan untuk terus mengambil langkah lanjutan hingga pandemi Covid-19 benar-benar terkendali," ujar Muhyiddin pada pidatonya.

Muhyddin menambahkan, tidak menutup kemungkinan jika nantinya masa MCO akan kembali diperpanjang. Namun, pemerintah mungkin akan memberikan beberapa kelonggaran jika angka infeski terus menurun.

"Jika kasus Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan, pemerintah mungkin akan melonggarkan MCO secara bertahap di beberapa sektor, termasuk sektor sosial," sambungnya.

Dengan adanya tambahan masa karantina ini, Malaysia akan menjalani periode karantina guna menekan sebaran virus corona selama 56 hari.

Pada hari ke-37 periode MCO ini, angka infeksi Covid-19 di Malaysia telah mengalami penurunan. Sejak pekan lalu, angka kasus baru tturun menjadi dua digit.

Hingga Kamis (23/4) ini, angka kasus Covid-19 di Malaysia sebanyak 5.603, dengan jumlah kematian 95 kasus. Sementara, sebanyak 3.542 pasien dilaporkan telah pulih.

Perdana Menteri dalam pidatonya juga menyebut soal rencana pemulihan ekonomi Malaysia. Disebutkan, pemerintah tengah mempelajari metode menghidupkan lagi perekonomian secara bertahap, mengingat adanya tambahan periode MCO.

"Saya telah memerintahkan Kementerian Keuangan dan Unit Perencanaan Ekonomi di bawah Departemen Perdanan Menteri untuk menyusun rencana pemulihan ekonomi menyuluruh untuk jangka pendek, menengah, dan panjang," kata Muhyiddin.

Beberapa inisiatif yang direncanakan, imbuh Muhyiddin, yakni upaya untuk membangun kapasitas dan keterampilan masyarakat, mendorong konsumsi produk lokal, meningkatkan ketahanan industri dan mencipatkan lingkungan investasi yang lebih positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Bahas Penanganan COVID-19 dengan Perdana Menteri Jepang

Presiden Jokowi Bahas Penanganan COVID-19 dengan Perdana Menteri Jepang

News | Kamis, 23 April 2020 | 21:56 WIB

Google: Makin Marak, Email Terkait Covid-19 Tapi Isinya Jebakan

Google: Makin Marak, Email Terkait Covid-19 Tapi Isinya Jebakan

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 21:50 WIB

Antara Hidup dan Mati, Ada Korban Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19

Antara Hidup dan Mati, Ada Korban Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 23 April 2020 | 20:36 WIB

Terkini

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:15 WIB

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49 WIB

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:20 WIB

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:01 WIB

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:46 WIB

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:45 WIB

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:04 WIB

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:59 WIB