Pemerintah akan Cetak Sawah Baru, KPA: Jangan Ada Agenda Bagi-bagi Proyek

Bangun Santoso, Erick Tanjung

Rabu, 06 Mei 2020 | 12:57 WIB
Pemerintah akan Cetak Sawah Baru, KPA: Jangan Ada Agenda Bagi-bagi Proyek
Ilustrasi wawancara. Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika. [Dok. KPA / Olah gambar Suara.com]

Suara.com - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengingatkan pemerintah agar jangan ada agenda terselubung di balik pembangunan sawah baru untuk mengatasi ancaman krisis pangan di tengah pandemi Covid-19.

Agenda terselubung yang dimaksud KPA adalah motif menyelamatkan perusahaan kontraktor yang lesu maupun dikerjakan oleh institusi TNI umtuk memperoleh proyek pembuatan cetak sawah.

"Jika terjadi, ini ironi di tengah krisis berlapis masyarakat kelas bawah," kata Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Rabu (6/5/2020).

Ia menyarankan agar pemerintah melibatkan, memberdayakan petani dan buruh tani dalam pembangunan sawah baru untuk mengatasi kelangkaan pangan.

Dengan melibatkan rakyat dalam pencetakan sawah dapat menciptakan penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan berkeadilan. Apalagi kekinian banyak masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan seperti buruh yang di PHK maupun pekerja harian yang semakin terjepit.

"Jika dilibatkan secara penuh, petani, peladang tradisional, nelayan, peternak sesungguhnya mampu dan sanggup bergotong-royong mendukung negara mencapai kedaulatan pangan," ujarnya.

Dewi menambahkan, patut kembali dicatat tentang janji redistribusi tanah dalam kerangka reforma agraria, termasuk penyelesaian konflik agraria struktural berkepanjangan. Itulah pentingnya program solusi atas defisit pangan tidak parsial dan terpisah dari agenda reforma agraria atau redistribusi lahan bagi rakyat.

Sebelumnya melalui rapat terbatas terkait stok kebutuhan pangan pokok pada 28 April lalu, Presiden Jokowi menyatakan bahwa stok sejumlah komoditas pangan domestik ternyata mengalami defisit di berbagai daerah. Bahan pokok yang mengalami defisit di banyak provinsi adalah stok beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, telur ayam, dan gula pasir.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Krisis, Pemerintah Diminta Jadikan Tanah Konglomerat Jadi Pertanian

Hadapi Krisis, Pemerintah Diminta Jadikan Tanah Konglomerat Jadi Pertanian

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:40 WIB

KPA Kritisi Rencana Pemerintah Cetak Sawah Baru

KPA Kritisi Rencana Pemerintah Cetak Sawah Baru

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:04 WIB

KPA: Pemerintah Setop Jadikan Warga Kalimantan Kambing Hitam Karhutla

KPA: Pemerintah Setop Jadikan Warga Kalimantan Kambing Hitam Karhutla

News | Senin, 16 September 2019 | 21:54 WIB

KPA: Program Sertifikasi Lahan Jokowi Bukan Reforma Agraria

KPA: Program Sertifikasi Lahan Jokowi Bukan Reforma Agraria

News | Rabu, 21 Maret 2018 | 19:14 WIB

KPA Akui Kriminalisasi Rentan Terjadi di Wilayah Ekspansi Bisnis

KPA Akui Kriminalisasi Rentan Terjadi di Wilayah Ekspansi Bisnis

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:07 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×