Penelitian Ungkap Virus Corona Sebenarnya Sudah Lama Ada di Indonesia

Reza Gunadha | Suara.com

Senin, 11 Mei 2020 | 15:34 WIB
Penelitian Ungkap Virus Corona Sebenarnya Sudah Lama Ada di Indonesia
[Nexstrain]

Suara.com - Ahli virologi Sidrotun Naim PhD MPA, mengungkapkan hasil analisis yang menunjukkan kemungkinan virus corona covid-19 sudah masuk Indonesia lebih awal dari yang diumumkan pemerintah.

Virus corona bahkan sudah ada di Indonesia jauh sebelum kasus pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020.

“Analisis Nextstrain menunjukkan bahwa virus-virus yang awal masuk Indonesia, kemungkinan sudah ada di bulan Februari, bahkan Januari,” jelas Sidrotun.

Dia menunjukkan hasil pembacaannya dari situs pemantau penyebaran covid-19.

Sidrotun menunjukkan 9 sampel dari Indonesia yang ditunjukkan dalam laman nexstrain.

[Nexstrain]
[Nexstrain]

Dua di antara sampel tersebut diestimasi sudah masuk Indonesia sejak tanggal 10 Januari 2020 (dengan rentang 17 Desember 2019 hingga 2 Februari 2020).

Bahkan penyebarannya disebutkan terjadi secara langsung (direct) dari Tiongkok. Tidak melalui negara lain seperti kasus covid pertama yang muncul.

[Nexstrain]
[Nexstrain]

“Probabilitas tanggal tersebut di Indonesia 99 persen, sedangkan kemungkinan Probabilitas tanggal tersebut di Indonesia 99 persen, sedangkan kemungkinan masih di Tiongkok hanya 1 persen. Jalur ini tentu saja direct dari Tiongkok, tidak pakai jalan-jalan ke negara lain dulu, Tujuh sampel Indonesia yang lain, silahkan cek sendiri ya, leluhurnya sampai di Indonesia kisaran tanggal berapa,” tulisnya lagi dengan melampirkan screen capture dari laman Nexstrain.

Selengkapnya, tulisan Sidrotun Naim terkait penyebaran covid di Indonesia:

Covid sampai di Indonesia : 10 Januari 2020?

Sidrotun Naim (10/5/2020)

Di status sebelumnya, saya sebutkan bahwa analisis nextstrain menunjukkan bahwa virus-virus yang awal masuk Indonesia, kemungkinan sudah ada di bulan Februari, bahkan Januari. Lebih awal dari kasus pertama yang terkonfirmasi dan dilaporkan pada 2 Maret 2020.

Kemarin, saya menahan diri untuk mendetailkan ini secara langsung, karena teringat pesan Nyai dan Kiai di yang mengajarkan bioinformatik. Beliau-beliau bilang begini: “Kalau nekat, riset tentang bioinformatik itu bisa tanpa wet-lab sedikit pun. Ambil saja semua data publik di GenBank, di GISAID, dll, apalagi kalau datanya sudah banyak, kemudian tinggal dianalisis. Tapi, itu tidak etis. Kalau mau publikasi atau baca data orang, setidaknya tambahkan satu data sendiri kemudian bacalah datamu dengan memasukkan data-data lain yang sudah ada.” Jadi, analisis mendalam sampel Indonesia, kita tunggu dari Eijkman dan Airlangga saja ya, misal terkait CRISPR, microvariant, island, dll.

Karena teringat pesan para guru, saya hanya bacakan apa yang ada di nextstrain, dan publik. Satu jalur saja yang menurut saya paling menarik. Jalur lain silahkan baca sendiri sekalian crosscheck di nextstrain ya. Hari ini, nextstrain menampilkan 5040 data global, dimana 9 di antaranya adalah sampel Indonesia.

Perhatikan arah jam 7 dari gambar. Garis biru tebal itu menuju ke dua sampel di Indonesia: EIJK0141 dan ITD853Sp. Anggota dari jalur ini hanya dua sampel tersebut. Tidak ada dari negara lain. Terkonfirmasi oleh keterangan di kotak hitam, bahwa turunan (descendants) di jalur ini hanya dua. Garis ini diestimasi sudah masuk Indonesia tanggal 10 Januari 2020 (dengan rentang 17 Desember 2019 s.d. 2 Februari 2020). Probabilitas tanggal tersebut di Indonesia 99%, sedangkan kemungkinan masih di Tiongkok hanya 1%. Jalur ini tentu saja direct dari Tiongkok, tidak pakai jalan-jalan ke negara lain dulu, Tujuh sampel Indonesia yang lain, silahkan cek sendiri ya, leluhurnya sampai di Indonesia kisaran tanggal berapa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Minggu, 10 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Minggu, 10 Mei 2020

Video | Minggu, 10 Mei 2020 | 15:32 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Sabtu, 9 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Sabtu, 9 Mei 2020

Video | Sabtu, 09 Mei 2020 | 15:44 WIB

Makin Banyak! Jumat 8 Mei Pasien Positif Corona Tembus 13.112 Orang

Makin Banyak! Jumat 8 Mei Pasien Positif Corona Tembus 13.112 Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 16:16 WIB

Mahfud MD Pasang Badan: Pemerintah Tak Terlambat Tangani Corona, Cuma...

Mahfud MD Pasang Badan: Pemerintah Tak Terlambat Tangani Corona, Cuma...

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:54 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Jumat, 8 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Jumat, 8 Mei 2020

Video | Jum'at, 08 Mei 2020 | 15:48 WIB

Terus Membengkak! Pasien Positif Corona Indonesia Kini  12.776 Orang

Terus Membengkak! Pasien Positif Corona Indonesia Kini 12.776 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 16:01 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB