Gegara 'Kepala Charger', Drama Menegangkan Salah Kirim Pesan ke Dosen

Rendy Adrikni Sadikin

Sabtu, 30 Mei 2020 | 11:58 WIB
Gegara 'Kepala Charger', Drama Menegangkan Salah Kirim Pesan ke Dosen
Chat mahasiswa salah kirim pesan ke dosen.(Twitter)

Suara.com - Salah kirim pesan mungkin satu dari sekian banyak hal yang pernah dialami mahasiswa, terlebih salah kirimnya ke dosen. ini seperti chat yang diunggah akun Twitter @collegemenfess.

Akun @collegemenfess mendapatkan aduan dari seorang warga Twitter yang mengaku salah kirim pesan ke dosen dengan kalimat 'ngegas' dan huruf kapital.

"Tolong, sekarang aku gemeteran banget karna takut nilaiku jadi gimana-gimana," demikian tertulis di cuitan akun @collegemenfess seperti dikutip Suara.com, Sabtu (30/5/2020).

Di cuitan tersebut, terlihat cuplikan percakapan drama 'salah kirim pesan' antara mahasiswa dan dosennya berawal dari status pesan singkat di WhatsApp.

Terlihat seseorang dengan kontak bernama 'Pak Ikhsan' menanggapi status si mahasiswa yang bertuliskan: "Punya pala capek mikir, nggak punya pala serem."

Status tersebut dibalas oleh Pak Ikhsan dengan pesan: "Lepas dulu kepalanya kalau capek. Entar dipasang lagi."

Pesan itu dibalas si mahasiswa dengan huruf serba kapital: "Kau kira ini pala portabel bisa bongkar pasang." Lalu dibalas oleh si dosen: "Oh aku kira itu kepala sama kaya kepala charger."

Kemudian pesan tersebut dibalas oleh si mahasiswa: "Matamu pala charger." Hanya selang 1 menit, si mahasiswa pun menyadari bahwa yang dichatnya merupakan dosen.

Si mahasiswa pun meminta maaf kepada dosennya. Dia mengaku tidak teliti membaca kontak karena ada temannya yang juga bernama Ikhsan.

baca juga

"Eh bentar. Pak maaf pak, saya kira ini Ikhsan temen saya pak. Pak ampun pak. Pak sekali lagi saya minta maaf pak," tulis mahasiswa tersebut kepada si dosen.

"Pak maafin saya ya pak. Maaf tadi saya kurang teliti membaca nama kontak yang tertera jadi saya kira yang reply story saya tadi Ikhsan temen saya pak. Sekali lagi saya minta maaf pak," tulis si mahasiswa meminta maaf.

Pesan mahasiswa tersebut hanya dibalas dengan emoji tertawa ngakak oleh Pak Ikhsan.

Chat mahasiswa salah kirim pesan ke dosen.(Twitter)
Chat mahasiswa salah kirim pesan ke dosen.(Twitter)

Tak cukup puas, mahasiswa tersebut kembali meminta maaf kepada Pak Ikhsan. Bukan cuma itu, dia juga mengganti nama kontak dosen tersebut agar tidak salah kirim pesan. Nama barunya di kontak tersebut: "Pak Dosen (Ikhsan)."

"Assalamualaikum pak, saya atas nama ***** ingin meminta maaf kepada bapak yang sebesar-besarnya atas kelakuan saya di atas pak. Saya benar-benar kurang teliti dalam membaca kontak yang tertera. Sekali lagi minta maaf pak. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin pak," tulis si mahasiswa.

Dosen tersebut menjawab dan memaklumi. Bahkan, dia mengatakan anaknya kalau bicara dengan teman seperti mahasiswa tersebut.

"Iya walaikumsalam. Ndak apa-apa saya maklumi itu. Anak saya kalau ngomong sama temennya juga barbar kayak gitu, jadi saya maklumi. Lain kali lebih teliti ya. Mohon maaf lahir dan batin juga dari saya sekeluarga," tulis dosen tersebut.

Si mahasiswa menjawab: "Alhamdulillah, terima kasih banyak pak."

Chat mahasiswa salah kirim pesan ke dosen.(Twitter)
Chat mahasiswa salah kirim pesan ke dosen.(Twitter)

Meski belum diketahui kebenaran dari chat ini, yang terang percakapan tersebut cukup menghibur warga Twitter. Mereka berkomentar tergelak dengan polah mahasiswa tersebut.

"Kalo aku jadi kamu aku akan menyamar jadi maling HP nder, jadi ceritanya yang bales itu bukan aku tapi si malingnya minta tebus uang, terus aku buat WhatsApp baru dan umumin ke anak-anak kelas kalo HP-ku hilang, dibuat di story, terus akhirnya dosenku tahu terus—" tulis akun @smootiesnow_.

"MATAMU PALA CHARGER" Matamu perlu dicharge nder biar bisa baca nama kontak lebih teliti wkwkwkwkwk," cuit akun @my2223boys.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Jokowi Seperti Adol Hetler, Netizen: Dia Siapanya Adolf Hitler?

Sebut Jokowi Seperti Adol Hetler, Netizen: Dia Siapanya Adolf Hitler?

Jogja | Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:15 WIB

Trump Keluarkan Dekrit, Twitter Beri Balasan Telak

Trump Keluarkan Dekrit, Twitter Beri Balasan Telak

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:07 WIB

Donald Trump Ngamuk Perkara Cuitannya Ditandai, Ini Kata Bos Twitter

Donald Trump Ngamuk Perkara Cuitannya Ditandai, Ini Kata Bos Twitter

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:44 WIB

CEK FAKTA: Banyak Barang Rusak dan Berjamur, Warga Diimbau Tak ke Mal Dulu?

CEK FAKTA: Banyak Barang Rusak dan Berjamur, Warga Diimbau Tak ke Mal Dulu?

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:03 WIB

Ruslan Buton Ditangkap Diduga soal Surat Jokowi, #SaveRuslanButon Bergema

Ruslan Buton Ditangkap Diduga soal Surat Jokowi, #SaveRuslanButon Bergema

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:17 WIB

Beredar Foto Wadah Cat Berisi Peyek, Warganet: Gak Ada Akhlak

Beredar Foto Wadah Cat Berisi Peyek, Warganet: Gak Ada Akhlak

Jogja | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:22 WIB

'Perang' Berlanjut, Twitter Balas Serangan Donald Trump

'Perang' Berlanjut, Twitter Balas Serangan Donald Trump

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 10:17 WIB

Jejak Digital Iman Brotoseno, Cuitan Lama Soal TVRI dan Bokep Viral Kembali

Jejak Digital Iman Brotoseno, Cuitan Lama Soal TVRI dan Bokep Viral Kembali

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 10:07 WIB

4 Cara Agar Tidak Terlihat Online di WhatsApp

4 Cara Agar Tidak Terlihat Online di WhatsApp

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2020 | 09:15 WIB

Perang dengan Twitter, Trump Bikin Aturan Baru untuk Perusahaan Medsos

Perang dengan Twitter, Trump Bikin Aturan Baru untuk Perusahaan Medsos

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×