5 Fakta Suku Baduy yang Minta Dicoret dari Daftar Wisata Nasional

Dany Garjito, Vita

Selasa, 07 Juli 2020 | 16:31 WIB
5 Fakta Suku Baduy yang Minta Dicoret dari Daftar Wisata Nasional
Sejumlah warga Baduy Dalam menggunakan masker berjalan menuju kota Rangkasbitung di Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten, Sabtu (30/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

Suara.com - Suku Baduy mengirimkan surat ke Presiden Jokowi untuk mencoret wilayahnya dari daftar wisata Nasional.

Alasan mereka ingin dicoret karena kunjungan wisatawan mengancam mereka. Baduy ada di Kecamatan Kanekes, Kabupaten Lebak.

Dampak negatif modernisasi dan kunjungan wisatawan ke wilayah adat yang terkenal menjaga etika alam dengan ketat tersebut, itu alasannya.

Dalam surat tertanggal 6 Juli 2020 tersebut masyarakat adat Baduy menyampaikan beberapa alasan permintaan mereka tidak lagi menjadi destinasi wisata.

Dalam surat itu disebutkan, perkembangan modernisasi yang semakin pesat dan beragam menjadi sebuah tantangan yang makin lama terasa semakin berat bagi para tokoh adat dalam rangka menanamkan pemahaman konsistensi menjalani proses kehidupan sosial-kultural kepada generasi saat ini.

Tetua adat khawatir akan runtuhnya tatanan nilai adat pada generasi berikutnya.

“Meningkatnya kunjungan wisatawan ke wilayah Baduy menimbulkan dampak negatif, berupa pelanggaran-pelanggaran terhadap tatanan adat yang dilakukan oleh wisatawan dan jaringannya. Di antaranya: tersebarnya foto-foto wilayah adat Baduy, khususnya Baduy Dalam, (Kampung Cikeusik, Cikertawarna, dan Cibeo) bahkan direkam dan dipublikasikan oleh sebuah lembaga milik asing,” bunyi petikan surat yang ditandatangani dengan cap jempol oleh Jaro Saidi, Jaro Aja, dan Jaro Madali.

Padahal, demikian tertuang dalam surat, tatanan adat masyarakat Baduy yang masih berlaku tidak mengizinkan siapapun untuk mengambil gambar, apalagi mempublikasikan wilayah adat Baduy, khususnya wilayah Baduy Dalam.

Nah, sebagai salah satu suku di Indonesia yang perlu Anda tahu, berikut lima fakta terkait Suku Baduy, seperti dirangkum dari laman bantenprov.go.id dan berbagai sumber:

baca juga

1. Menganut kepercayaan Sunda Wiwitan

Suku Baduy masih menganut kepercayaan nenek moyang mereka yang disebut dengan Sunda Wiwitan. Sunda Wiwitan termasuk kepercayaan yang sudah turun temurun dari leluhur mereka, Suku Baduy memiliki keprcayaan yang berakar pada penghormatan kepada karuhun atau arwah leluhur dan pemujaan pada roh kekuatan alam (animisme).

Sebagian besar aspek ajaran ini asli turun temurun namun seiring berjalannya waktu mulai mendapatkan pengembangan yang dipengaruhi oleh beberapa aspek ajaran Hindu, Buddha dan Islam.

2. Hidup tanpa teknologi

Masyarakat suku Baduy masih sangat menjunjung tinggi adat-istiadat, kehidupan mereka sebagai penganut kepercayaan Sunda Wiwitan menjadikan mereka harus bisa menjaga kekayaan alam yang ada di lingkungan mereka. Sehingga mereka sangat menolak adanya teknologi dalam lingkungannya.

Hidup tanpa teknologi termasuk tidak menggunakan kendaraan sebagai sarana transportasi, mereka juga tidak menggunakan alas kaki dan alat-alat elektronik lainnya. Pakaian yang mereka gunakan hanya memiliki dua warna yaitu hitam dan putih.

3. Memiliki keyakinan Tabu untuk difoto

Salah satu yang membuat Suku Baduy mengajukan surat untuk mencoret wilayahnya dari destinasi wisata Nasional karena salah satu media asing berhasil mendokumentasikan serta mempublikasikan wilayah adat Baduy khusunya Baduy Dalam.

Hal sangat bertentangan dengan peraturan mereka, mereka dipercaya untuk tetap melestarikan adat-istiadat, bagi masyarakat suku Baduy foto adalah hal yang tabu, wisatawan yang masuk ke wilayahnya harus mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh Suku Baduy termasuk tidak mendokumentasikan apapun selama berada di wilayah mereka.

4. Tidak mengenal pendidikan sekolah

Masyarakat suku Baduy tidak tertinggal walaupun mereka tidak mengenal pendidikan sekolah. Mereka menggunakan Bahasa Sunda untuk kehidpan sehari-hari dan menggunakan Bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan orang luar.

Pendidikan formal dianggap berlawanan dengan adat-istiadat mereka, usulan pemerintah hingga saat ini masih ditolak jika berkaitan dengan pembangunan fasilitas sekolah. Mereka tidak mengenal budaya tulis, dalam adat isti-istiadat, Kepercayaan/agama dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.

5. Masyarakat Suku Baduy terbagi menjadi tiga kelompok

Ada tiga kelompok yang tinggal di dalam wilayah Suku Baduy yaitu tangtu, panamping dan dangka.

- Tangtu adalah kelompok yang dikenal sebagai Kanekes Dalam (Baduy Dalam) mereka adalah orang-orang yang ketat mengikuti adat-istiadat dan tinggal di tiga kampung (Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik). Mereka lebih jarang bertemu orang asing dan bercirikan menggunakan ikat kepala berwana putih serta berpakaian warna putih atau biru tua.

- Panamping adalah kelompok yang juga dikenal dengan Kanekes Luar mereka tinggal di desa Cikadu, Kaduketuk, Kadukolot, Gajeboh dan Cisangu. Memiliki ciri khas dengan ikat kepala berwana hitam dan sudah banyak berbaur dengan masyarakat luar.

- Dangka adalah masyarakat suku Baduy yang tinggal di luar wilayah Kanekes, saat ini tersisa dua kampung saja yaitu Padawaras (Cibekung) dan Sirahdayeuh (Cihandam).

Itulah lima fakta Suku Baduy!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangkau Tanah Baduy, PNM Tegaskan Komitmen Pemberdayaan hingga Pelosok Kanekes

Jangkau Tanah Baduy, PNM Tegaskan Komitmen Pemberdayaan hingga Pelosok Kanekes

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 14:01 WIB

Merawat Tradisi Masyarakat Adat Baduy, Menembus Pasar Digital

Merawat Tradisi Masyarakat Adat Baduy, Menembus Pasar Digital

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah

Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:35 WIB

Ribuan warga Baduy ikuti tradisi Seba 2026

Ribuan warga Baduy ikuti tradisi Seba 2026

Foto | Jum'at, 24 April 2026 | 20:01 WIB

Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas

Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:09 WIB

Dinkes DKI Sebut Tak Ada Rumah Sakit Tolak Rawat Pasien Baduy, Hanya Diminta...

Dinkes DKI Sebut Tak Ada Rumah Sakit Tolak Rawat Pasien Baduy, Hanya Diminta...

News | Jum'at, 14 November 2025 | 16:30 WIB

Kawanan Begal Pembacok Warga Baduy di Jakpus Masih Berkeliaran, Saksi dan CCTV Nihil, Kok Bisa?

Kawanan Begal Pembacok Warga Baduy di Jakpus Masih Berkeliaran, Saksi dan CCTV Nihil, Kok Bisa?

News | Sabtu, 08 November 2025 | 14:36 WIB

Warga Baduy Korban Begal Ditolak RS? Ini Klarifikasi Gubernur Pramono Anung

Warga Baduy Korban Begal Ditolak RS? Ini Klarifikasi Gubernur Pramono Anung

News | Kamis, 06 November 2025 | 18:25 WIB

Warga Baduy Korban Begal Ditolak Rumah Sakit, Menko PMK Pratikno Turun Tangan

Warga Baduy Korban Begal Ditolak Rumah Sakit, Menko PMK Pratikno Turun Tangan

News | Rabu, 05 November 2025 | 20:37 WIB

Jauh-jauh dari India, Lamaran Vlogger Ini Ditolak Gadis Baduy

Jauh-jauh dari India, Lamaran Vlogger Ini Ditolak Gadis Baduy

Entertainment | Senin, 29 September 2025 | 21:40 WIB

Terkini

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:42 WIB

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

Jangan Main Tarik Ulur! Prabowo Didesak Ungkap Aktor di Balik Kasus Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Australia Belum Menyerah Kejar Mathew Baker, Regulasi FIFA Buka Peluang Tinggalkan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Uang Pajak Kita ke Mana? Transparansi yang Masih Bikin Bingung

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:36 WIB

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:28 WIB

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB

×