Blak-blakan, Menkumham Akui Penjara Jadi Ladang Bisnis dan Mirip Neraka

Dany Garjito | Farah Nabilla | Suara.com

Rabu, 22 Juli 2020 | 17:54 WIB
Blak-blakan, Menkumham Akui Penjara Jadi Ladang Bisnis dan Mirip Neraka
Menkumham Yasonna Laoly. [Suara.com/Yosea Arga]

Suara.com - Menteri Hukum dan HAM atau Menkumham Yasonna Laoly secara terang-terangan mengungkap kondisi beberapa lembaga pemasyaraatan (lapas) di Indonesia yang dinilainya sudah tidak layak dan over capavity atau kelebihan kapasitas. Ia bahkan mengibaratkan lapas-lapas tersebut mirip dengan neraka.

Kondisi lapas itu diungkap oleh Yasonna kala menjadi bintang tamu di tayangan YouTube Deddy Corbuzier yang dilansir Suara.com pad Selasa (22/7/2020).

Menteri 67 tahun itu tak menampik jika permasalahan kapasitas yang dihadapi lapas membuka peluang oleh para oknum untuk berbisnis.

"Itu bukan hanya oleh petugas, petugas banyak yang saya pecat gara-gara itu. Di dalam, mereka ada geng-geng, uang premannya. Di beberapa lapas kita ketahui langsung," ungkap Yasonna mengakui.

Ia lantas membeberkan beberapa lapas yang diketahuinya sudah tidak layak untuk menampung narapidana. Yasonna bahkan menyebutnya sebagai hell alias neraka.

"Jadi Salemba itu hell, rutan Medan itu hell, Bagan Siapi-Api itu 700 persen dari kapasitas, di Kalimantan Selatan itu hell," papar Yasonna terang-terangan.

Ia mengatakan bahwa penuhnya lapas itu dikarenakan banyak napi yang dijatuhi hukuman lama namun tidak mendapat remisi.

"Filosofi dari pemindahan adalah harus sadar reward and punishment, memanusiakan mereka, mendidik mereka. Kalau seseorang menunjukkan ada perbaikan, he changes the behaviour (dia tunjukkan perubahan perilaku -red), tapi saya tidak bisa kasih remisi karena dibatasi Undang-undang, bagaimana itu?" tukas Menteri asal Sumatera Utara itu.

Lebih lanjut, ia pun menerangkan soal kepadatan apas yang dinilainya sudah tidak layak.

"Di lapas-lapas over capacity (kelebihan kapasitas), itu bisa dibayangkan satu ruangan yang katakanlah 5 x 6 meter put more one hundred people there, dan satu toleit, they have to take turn (ditaruh lebih dari seratus orang di sana, dan mereka harus bergantian-red). Tanya deh Ahmad Dhani," ungkap Menteri Yasonna kepada Deddy Corbuzier.

"Iya, Dhani tells me that's crazy (Dhani bilang ke saya itu gila banget -red)," jawab Deddy.

Yasonna pun mengungkap bahwa fenomena lapas penuh itu tak lain karena fungsi hukum yang harus memasukkan orang-orang bersalah ke penjara, meski kejahatan tindak pidana ringan sekalipun. Padahal, jika mengandalkan penambahan lapas, pembangunannya bukan hal yang mudah dilakukan.

"Satu lapas untuk seribu orang itu sekitar Rp 150 miliar. Karena membangun lapas bukan seperti membangun rumah, blok luar, blok dalam, pakai duri pengaman, tebal jerujinya, belum orang-orangnya. Jadi harus hulunya (yang diperbaiki) bukan hilirnya. Apa hulunya? law (hukum)," jelas Yasonna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Napi Narkoba Makin Banyak dan Tak Bisa Remisi, Menkumham Mengaku Lelah

Napi Narkoba Makin Banyak dan Tak Bisa Remisi, Menkumham Mengaku Lelah

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:01 WIB

Anak Berniat Laporkan Deddy Corbuzier ke KPAI, Ada Apa?

Anak Berniat Laporkan Deddy Corbuzier ke KPAI, Ada Apa?

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2020 | 13:36 WIB

Ngaku Gubernur AAU, Napi Pencabulan Lakukan Penipuan dari Dalam Lapas

Ngaku Gubernur AAU, Napi Pencabulan Lakukan Penipuan dari Dalam Lapas

Jogja | Senin, 20 Juli 2020 | 18:22 WIB

22 Napi Bandar Narkoba dari Jogja Dipindah ke Nusakambangan

22 Napi Bandar Narkoba dari Jogja Dipindah ke Nusakambangan

Jogja | Minggu, 19 Juli 2020 | 11:44 WIB

5 Seleb Datang ke Pernikahan Mantan, Terbaru Lesty Kejora

5 Seleb Datang ke Pernikahan Mantan, Terbaru Lesty Kejora

Entertainment | Minggu, 19 Juli 2020 | 06:30 WIB

Dikendalikan dari Lapas, 2 Pengedar Ganja Dibekuk Polisi

Dikendalikan dari Lapas, 2 Pengedar Ganja Dibekuk Polisi

Jatim | Selasa, 14 Juli 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB