Lebanon Telah Diperingatkan Potensi Ledakan di Beirut Sejak Juli

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:36 WIB
Lebanon Telah Diperingatkan Potensi Ledakan di Beirut Sejak Juli
Suasana pelabuhan Beirut setelah terjadinya ledakan dahsyat pada Selasa (4/8/2020). [AFP]

Suara.com - Pemerintah Lebanon ternyata telah diperingkatkan terkait potensi ledakan dari timbunan 2.750 ton amonium nitrat di pelabuhan Beirut. Peringatan itu sudah muncul sejak Juli 2020.

Fakta tersebut pertama kali dilaporkan Reuters. Mereka mendapatkan informasi itu usai mengutip laporan Direktorat Jenderal Keamanan Negara Lebanon.

Dokumen itu merujuk pada surat pribadi yang dikirim ke Presiden Michel Aoun dan Perdana Menteri Hassan Diab pada 20 Juli.

Menurut seorang pejabat keamanan senior yang tidak disebutkan namanya, surat itu merangkum hasil penyelidikan yang menyimpulkan bahwa bahan kimia yang disimpan di pelabuhan Beirut perlu "segera diamankan".

"Ada bahaya material ini, jika dicuri, dapat digunakan dalam serangan teroris,” kata pejabat itu kepada Reuters, dikutip dari Sputniknews, Selasa (11/8/2020).

"Di akhir investigasi, Jaksa Agung (Ghassan) Oweidat menyiapkan laporan akhir yang dikirim ke pihak berwenang."

Meskipun ada peringatan dari pehabat kemananan sebelum ledakan itu terjadi, Presiden Aoun membantah bahwa dirinya harus bertanggung jawab dalam tragedi mengerikan itu.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab. [AFP]
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab. [AFP]

Sebaliknya, dia bersikeras memerintahkan sekretaris jendral dewan pertahanan tertinggi untuk mengurus semuanya.

Menurut Aoun, Presiden tidak memiliki kewenangan untuk menangani langsung pelabuhan tersebut.

baca juga

Pada bulan Januari, tulis Reuters, seorang hakim meluncurkan penyelidikan resmi mengapa Hangar 12, tempat penyimpanan bahan kimia itu memiliki lubang di dinding dan salah satu pintunya copot.

Jaksa Agung Oweidat telah memberi perintah untuk memperbaiki lubang. Setelah itu, otoritas pelabuhan juga diarahkan untuk menyediakan penjaga ke Hangar 12 dan memperbaiki tembok selatan.

"Pemeliharaan dimulai dan (otoritas pelabuhan) mengirim tim pekerja Suriah (tetapi) tidak ada yang mengawasi mereka ketika mereka masuk untuk memperbaiki lubang," kata pejabat keamanan.

Pejabat kemanan yang tak disebutkan namanya itu menyebut Beirut masih beruntung karena gudang penyimpanan amonium nitrat itu menjorok ke arah laut.

"Kalau tidak, semua Beirut akan hancur," katanya.

"Masalahnya adalah tentang kelalaian, tidak bertanggung jawab, penyimpanan yang buruk, dan penilaian yang buruk."

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut menewaskan sedikitnya 163 orang dan melukai ribuan lainnya.

Bencana itu juga membuat sekitar 6.000 bangunan porak poranda. Pemerintah Lebanon sendiri, termasuk Perdana Menteri Hassan Diab, telah mengundurkan diri akibat insiden itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Ledakan Beirut, Warga Protes hingga Perdana Menteri Mengundurkan Diri

Pasca Ledakan Beirut, Warga Protes hingga Perdana Menteri Mengundurkan Diri

Video | Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:54 WIB

Penuhi Tuntutan Rakyat, Perdana Menteri Lebanon Mengundurkan Diri

Penuhi Tuntutan Rakyat, Perdana Menteri Lebanon Mengundurkan Diri

News | Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:30 WIB

Ledakan Beirut Hancurkan Istana Sursock, Bangunan Bersejarah di Lebanon

Ledakan Beirut Hancurkan Istana Sursock, Bangunan Bersejarah di Lebanon

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 20:03 WIB

Pasca Ledakan dan Demo di Beirut, 2 Menteri Lebanon Mengundurkan Diri

Pasca Ledakan dan Demo di Beirut, 2 Menteri Lebanon Mengundurkan Diri

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 13:07 WIB

Jadi Korban Ledakan di Beirut, Banyak Pekerja Asing dan Sopir Hilang

Jadi Korban Ledakan di Beirut, Banyak Pekerja Asing dan Sopir Hilang

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 10:24 WIB

Terkini

Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu

Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu

Jatim | Rabu, 02 September 2026 | 07:38 WIB

Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP

Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:37 WIB

Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental

Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 07:35 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla

Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla

News | Rabu, 02 September 2026 | 07:33 WIB

Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung

Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 07:30 WIB

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:30 WIB

Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar

Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar

Lampung | Rabu, 02 September 2026 | 07:22 WIB

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 07:17 WIB

Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter

Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:15 WIB

Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global

Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:14 WIB

×