Wajah Bocah MF Bonyok Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi: Tidak Sengaja

Rizki Nurmansyah

Rabu, 26 Agustus 2020 | 15:09 WIB
Wajah Bocah MF Bonyok Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi: Tidak Sengaja
Ilustrasi penangkapan oleh polisi.

Suara.com - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan bahwa kasus dugaan salah tangkap terhadap bocah berinisial MF (13) yang menyebabkan wajah korban babak belur bukan karena kesengajaan.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo.

Ia mengatakan kasus dugaan salah tangkap tersebut bermula saat personil dari Polsek Bontoala melakukan langkah pembubaran tawuran di Jalan Tinumbu, Makassar pukul 03.15 WITA beberapa waktu lalu.

Setelah mobil patroli tiba, kata dia, polisi langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi tawuran.

Hasilnya, tiga anak yang diduga ikut melakukan perang kelompok diamankan.

"Nah saat diamankan salah satu anak tersebut memberontak dan melepaskan diri dari pegangan petugas. Dan secara spontan petugas tersebut berusaha menangkap lagi dengan mengayunkan tangan untuk memegang kerak bajunya. Namun secara tidak sengaja membentur bagian muka dari korban," kata Ibrahim melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2020).

Ibrahim juga meluruskan terkait adanya informasi yang beredar di media sosial bahwa telah terjadi dugaan salah tangkap dan ditabrak motor oleh oknum anggota Polsek Bontoala terhadap anak di bawah umur tersebut.

"Jadi bukan salah tangkap. Saat polisi tiba, langsung membubarkan massa dan dilakukan penyisiran dan didapati tiga orang anak remaja ini, ikut juga melarikan diri. Sehingga diduga kuat ikut melakukan perang kelompok. Begitu pula isu ditabrak, itu tidak ditemukan keterangan terkait hal tersebut," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ibrahim, pihaknya juga sudah memeriksa oknum polisi yang diduga melakukan salah tangkap dan menganiaya MF.

baca juga

Pelaku diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sulsel.

Hanya saja, Ibrahim tidak menyebut secara detail terkait jumlah oknum polisi yang diperiksa tersebut.

"Propam Polda Sulsel sudah melakukan pemeriksaan secara detail terkait kejadian tersebut. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh anggota Polsek Bontoala ini sudah sesuai prosedur atau tidak," katanya.

Bantah Salah Tangkap

Di sisi lain, Kapolsek Bontoala Kompol Andriany Lilikay mengatakan belum berani memberikan komentar terkait adanya dugaan kasus salah tangkap dan penganiayaan terhadap MF.

"Kalau kita tanyakan salah tangkap, saya tidak berani berkomentar karena saya tidak pernah menangani kasus salah tangkap. Kami tidak pernah menangani kasus salah tangkap. Yang kami amankan tiga orang anak. Di mana anak itu terlibat dalam tawuran perkelahian kelompok pada pukul 03.03 Wita dini hari," kata dia.

"Kalau dibilang salah tangkap, tidak. Kami ada hasil pemeriksaannya, kemudian apa yang kami dapatkan di TKP dan yang kami amankan ada batu, yang mana anak itu mengakui ikut melempar, itu ada batu bata yang kita amankan, ada busur di TKP yang berserakan," Andriany menambahkan.

Sudah Damai

Sementara itu, pihak keluarga MF, bocah yang babak belur setelah diduga menjadi korban salah tangkap yang dilakukan anggota polisi dari Sektor Bontoala, menyatakan telah menyelesaikan persoalan itu.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh paman MF, Abdul Karim. Ia mengatakan bahwa kasus dugaan salah tangkap tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Walaupun polisinya tidak minta maaf, tapi ya sudah dimaafkan ajalah. Istilahnya sudah damai secara kekeluargaan lah," kata Abdul kepada Suara.com saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020).

Abdul beralasan kasus tersebut tidak diperpanjang lantaran khawatir dengan kondisi nenek MF yang tengah sakit.

"Iya, tidak saya perpanjang. Intinya orang tua (nenek MF) bilang nggak usahlah diperpanjang karena kalau diperpanjang saya juga yang kaget-kaget kesakitan. Jadi dengar kata orang tua ajalah," jelasnya.

Meski begitu, Abdul menegaskan dengan adanya kasus salah tangkap tersebut, ia meminta kepada polisi untuk dapat berkaca dari peristiwa ini.

Tujuannya, agar kejadian yang menimpah kepada keponakannya itu tidak terulang kembali.

"Untuk kedepannya perbaiki dirilah bagi pihak polisi," tegasnya.

Menurut Abdul, pelaku yang memukul MF juga telah diserahkan ke Propam Polda Sulsel.

"Oknumnya sudah ditangkap dan diserahkan ke Propam. Kan malam itu memang sudah dijemput, pakaian baju biasa dia (oknum) waktu dijemput," kata dia.

"Ibu Kapolsek Bontoala menegaskan dia bilang ibunya MF, sebenarnya masalah ini panjang. Kalau ibu mungkin masalah ini selesai di sini. Tapi kalau kita nggak, panjang ini. Kalau kita sudah keluar dari sini kita pusing ini," beber Abdul.

Tak Terlibat Tawuran

Kasus dugaan salah tangkap ini, kata Abdul, terjadi di Jalan Ujung, Kecamatan Bontoala, Makassar, pada Jumat (21/8/2020) dini hari, usai terjadi tawuran.

Abdul Karim juga menceritakan tempat terjadinya pemukulan, alat yang dipakai untuk memukul hingga keadaan MF setelahnya.

"Waktu di penjara tidak ada pemukulan. Tapi waktu kejadian diambil, langsung memang dipukul mukanya, dihantam pakai helm. Baru orang bilang itu helm pecah waktu dihantam mukanya. Baru diinjak juga ban motor kakinya," kata dia.

"Jelas bonyok karena itu luka saja di hidungnya tidak tahu retak atau bagaimana, karena keluar darah itu dari hidung. Pinggir mata luka juga (lebam) untung tidak buta. Tapi ada juga saya lihat di pipinya baru juga saya perhatikan tadi malam merah juga pipinya, kayak ada bekas tamparan atau apa begitu," Abdul menambahkan.

Abdul karim yakin MF tidak terlibat tawuran yang sedang ditangani polisi.

Dari cerita Abdul Karim, hari itu MF hendak pergi ke tempat pelelangan ikan di Pelabuhan Potere, Makassar.

Namun, karena merasa terlalu pagi untuk pergi ke tempat pelelangan, MF beristirahat dulu sembari menunggu di depan salah satu toko di Jalan Ujung.

Rupanya di sekitar tempat itu sedang terjadi tawuran. Para pemuda yang terlibat tawuran lari kocar-kacir karena polisi datang membubarkan.

Melihat itu, MF kemudian panik dan dia ikut lari untuk menyelamatkan diri. Celakanya kedua kaki MF tidak mampu menandingi kejaran polisi. Ia pun ditangkap.

"Iya, korban salah tangkap karena bukan dia (MF) yang tawuran. Tidak ikut tawuran. Banyak orang lihat kalau dia (MF) memang tidak ikut," katanya.

Kontributor : Muhammad Aidil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?

Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:33 WIB

Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan

Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:55 WIB

Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan

Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel, Pihak Keluarga Tuntut Keadilan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 11:06 WIB

Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta

Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta

Liks | Kamis, 12 Februari 2026 | 12:13 WIB

Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus

Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus

Liks | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:26 WIB

Polres Magelang Kota Bantah Tudingan Salah Tangkap dan Penganiayaan Remaja Saat Demo Agustus

Polres Magelang Kota Bantah Tudingan Salah Tangkap dan Penganiayaan Remaja Saat Demo Agustus

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:17 WIB

DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau

DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:21 WIB

Pulang Nongkrong Ditangkap Polisi, Orang Tua Terdakwa Demo Berharap Bisa Idul Fitri Bersama Anak

Pulang Nongkrong Ditangkap Polisi, Orang Tua Terdakwa Demo Berharap Bisa Idul Fitri Bersama Anak

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:42 WIB

Niat Kencan Berujung Petaka: AP Dituntut 1 Tahun Bui, Diduga Korban Salah Tangkap Demo Agustus

Niat Kencan Berujung Petaka: AP Dituntut 1 Tahun Bui, Diduga Korban Salah Tangkap Demo Agustus

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:16 WIB

Profil Iskandar ST, Ketua NasDem Sumut Jadi Korban Salah Tangkap Kasus Judol

Profil Iskandar ST, Ketua NasDem Sumut Jadi Korban Salah Tangkap Kasus Judol

Lifestyle | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 16:25 WIB

Terkini

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×