Bertahan Hidup, Sekolah di India Ini Sulap Kelas jadi Tempat Bertani Jamur

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 02 September 2020 | 13:46 WIB
Bertahan Hidup, Sekolah di India Ini Sulap Kelas jadi Tempat Bertani Jamur
Ilustrasi tempat bertani jamur. (Instagram/Villa filafinny)

Suara.com - Sebuah sekolah terkemuka di Bihar, India menggunakan ruang kelasnya yang kosong untuk bertani jamur guna menghasilkan pendapatan setelah mengalami kerugian finansial akibat COVID-19.

Menyadur Gulf News, Rabu (2/9/2020), Akademi Mani Dweep yang terletak di distrik Jamui, sekitar 150 km sebelah timur Patna, beralih ke pertanian jamur ketika semua sumber pendapatannya mengering akibat pandemi Covid-19.

Sebelum ditutup, sekolah tersebut memiliki tiga sumber pendapatan yakni biaya sekolah bulanan, kamar yang disewakan kepada siswa untuk mereka tinggal, dan biaya makanan siswa.

Sekolah asal Inggris ini memiliki total 30 ruang kelas dan 1.400 siswa terdaftar dari taman kanak-kanak hingga kelas 10.

Namun, hanya melibatkan staf non-pengajar sekolah dalam bisnis sedangkan tugas guru adalah mengambil kelas online.

"Kami mengalami kerugian finansial yang sangat besar karena sekolah tutup dalam waktu lama dan pengumpulan biaya berubah menjadi sangat sedikit," buka Direktur Sekolah Abhishek Kumar kepada Gulf News.

"Kami menghadapi masalah kelangsungan hidup virtual dan sangat sulit bagi kami untuk melakukan pembayaran kepada guru dan staf kami.

"Jadi, kami mencari berbagai pilihan untuk menghasilkan uang dan akhirnya memutuskan untuk bertani jamur karena hanya memerlukan pergerakan minim dan cocok untuk kami saat lockdown yang disebabkan oleh Corona." ungkap Abhishek.

Dia mengumpulkan semua informasi terkait bertani jamur dari internet, mengikuti pelatihan secara online dari ilmuwan pertanian lokal dan membeli benih untuk memulai budidaya jamur di ruang kelas yang kosong.

baca juga

Dia memulai bisnis pada bulan Juni dan sekarang dia menghasilkan banyak uang dari penjualan jamur. Menurutnya, jamur siap digunakan kira-kira dalam waktu sebulan dan merupakan bisnis penghasil uang yang cepat.

"Kami tidak pernah membayangkan budidaya jamur akan mendongkrak perekonomian kami seperti ini. Kami mendapatkan banyak uang dari penjualannya setelah sebulan bertani," kata Abhishek.

Bulan lalu mereka mendapatkan sekitar 200.000 rupee (Rp 40 juta) dari menjual sekitar 100 kg jamur di pasar terbuka dengan harga 200 rupee (Rp 40.000) per kg.

"Sekitar 80 kg jamur masih ada di ruang kelas kami, ujarnya.

Ia mengatakan jamur yang diproduksi di sekolahnya memiliki permintaan pasar yang sangat besar tetapi mereka tidak mampu memenuhi permintaan pasar.

"Sekarang kami telah memutuskan untuk melanjutkan bisnis bahkan setelah sekolah dibuka untuk belajar. Tapi alih-alih ruang kelas kami akan pindah ke tempat lain untuk bertani ini. Ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan dengan sedikit kerja dan keuntungan yang tinggi," katanya.

Pihak sekolah kini menargetkan memproduksi 1.000 kg jamur per bulan mulai bulan depan. Sekolah sudah menyiapkan 700 kantong dan akan memproduksi tiga varietas jamur baru.

Saat ini, pihaknya memproduksi jamur tiram dan berencana memproduksi jamur kancing di masa yang akan datang.

"Pertanian jamur adalah cara mudah untuk mendapatkan uang, tetapi yang penting adalah ide yang diluncurkan oleh sekolah akan menginspirasi para pemuda untuk mengadopsi bisnis ini guna memerangi krisis pengangguran yang parah," kata kepala ilmuwan pertanian Jamui, Dr Sudhir Kumar Singh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Presiden India Sempat Alami Syok Septik sebelum Meninggal, Apa Itu?

Mantan Presiden India Sempat Alami Syok Septik sebelum Meninggal, Apa Itu?

Health | Selasa, 01 September 2020 | 16:16 WIB

Viral Spot Dikira Warnet Ternyata Bilik Cinta, Netizen: Memacu Adrenalin!

Viral Spot Dikira Warnet Ternyata Bilik Cinta, Netizen: Memacu Adrenalin!

Kaltim | Selasa, 01 September 2020 | 09:12 WIB

Duh, Turis Wanita Ini Ditangkap usai Nekat Bugil di Jembatan Sungai Gangga

Duh, Turis Wanita Ini Ditangkap usai Nekat Bugil di Jembatan Sungai Gangga

Lifestyle | Selasa, 01 September 2020 | 07:05 WIB

Terkini

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×