Penembakan di Pabrik Pengolahan Ganja Ilegal, 7 Orang Tewas

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 09 September 2020 | 14:40 WIB
Penembakan di Pabrik Pengolahan Ganja Ilegal, 7 Orang Tewas
Ilustrasi ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Setidaknya tujuh orang tewas ditembak di lokasi penanaman dan pengolahan ganja ilegal skala besar di kaki bukit pedesaan California Selatan.

Menyadur Channel News Asia, Rabu (9/9/2020) kepolisian setempat tengah memburu pelaku yang diyakini berjumlah lebih dari satu orang.

Penembakan terjadi di daerah Aguanga, sekitar 160 km tenggara Los Angeles, pada Senin (7/9).

Polisi Riverside Chad Bianco, mengatakan pihaknya menemukan enam korban tewas di dalam properti dan satu korban luka di luar rumah.

Korban ketujuh yang merupakan seorang perempuan, meninggal dunia ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Ilustrasi ganja (stock image)
Ilustrasi ganja (stock image)

Hingga Selasa (8/9) sore, detektif kepolisian, dibantu oleh agen federal masih menyisir lokasi guna menemukan bukti dan mewawancarai saksi.

"Kami yakin ada banyak tersangka," ujar Bianco.

Lebih dari 20 orang tinggal di properti yang digambarkan sebagai sebuah operasi kejahatan besar yang terorganisir, terdiri dari banyak rumah dan bangunan lain termasuk pembibitan ganja dan fasilitas untuk mengeringkan dan memproses ganja.

"Semua orang yang berada di lokasi, baik yang menjadi saksi atau korban potensial adalah orang Laos," katanya tanpa merinci etnis atau kemigrasian mereka.

baca juga

Dari operasi ini, penyelidik menyita lebih dari 450 kg ganja olahan dengan nilai antara USD 1 juta (Rp 14 miliar) hingga USD 5 juta (Rp 74 miliar), bersama dengan ratusan tanaman ganja dan laboratorium untuk mengekstraksi minyaknya.

Biancor menyebut pembunuhan di Aguanga menandai kasus pembunuhan kedelapan, dengan total 14 korban, terkait perdagangan ganja ilegal di California sepanjang 2020.

"Ganja bukanlah kejahatan tanpa korban," katanya.

Meski ganja tetap diklasifikasikan sebagai narkotika ilegal di bawah hukum federal Amerika Serikat, California pada 2018 melegalkan kepemilikan dan penggunaan tanaman itu untuk orang dewasa dengan tujuan rekreasi.

Negara bagian ini juga mengizinkan penanaman dan distribusi komerisal oleh bisinis yang memiliki lisensi khusus dan diatur oleh undang-undang.

Kendati demikian, pasar ganja ilegal masih tumbuh subur, yang dianggap penegak hukum sebagai ancaman keamanan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Asal Jayapura Terciduk Bawa Ganja Senilai Rp 170 Juta

Mahasiswa Asal Jayapura Terciduk Bawa Ganja Senilai Rp 170 Juta

News | Rabu, 09 September 2020 | 10:04 WIB

Hujan Ganja di Langit Israel, Warga Berebutan di Tengah Jalan

Hujan Ganja di Langit Israel, Warga Berebutan di Tengah Jalan

News | Selasa, 08 September 2020 | 22:08 WIB

Produksi Tembakau Gorila, Pemuda 19 Tahun Raup Omset 500 Juta

Produksi Tembakau Gorila, Pemuda 19 Tahun Raup Omset 500 Juta

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 15:21 WIB

Terkini

Seharian di Jogja Cuma Modal Rp100 Ribu, Bisa ke Mana Saja?

Seharian di Jogja Cuma Modal Rp100 Ribu, Bisa ke Mana Saja?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Kesthuri Siapkan Rp15 Juta untuk Pejabat Kemenag Usai Dibantu dalam Urusan Haji 2024

Kesthuri Siapkan Rp15 Juta untuk Pejabat Kemenag Usai Dibantu dalam Urusan Haji 2024

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Drama Kill It Mengungkap Kisah Tragis Anak-Anak Bernomor di Panti Asuhan

Drama Kill It Mengungkap Kisah Tragis Anak-Anak Bernomor di Panti Asuhan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Apa Beda Emina Sunscreen Water dan Airy UV Gel? Intip Klaim 2 Variannya

Apa Beda Emina Sunscreen Water dan Airy UV Gel? Intip Klaim 2 Variannya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Mangkir 102 Hari saat Wamil, Song Min-ho WINNER Divonis Hukuman Percobaan

Mangkir 102 Hari saat Wamil, Song Min-ho WINNER Divonis Hukuman Percobaan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:15 WIB

7 Parfum Citrus Bergamot Lokal yang Wangi Tanpa Bikin Pusing saat Cuaca Panas Terik

7 Parfum Citrus Bergamot Lokal yang Wangi Tanpa Bikin Pusing saat Cuaca Panas Terik

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Jaksa KPK Tunjukkan Uang Sitaan Hampir Rp11 Miliar dalam Sidang Kasus Haji: Bapak Kenal?

Jaksa KPK Tunjukkan Uang Sitaan Hampir Rp11 Miliar dalam Sidang Kasus Haji: Bapak Kenal?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Viral Video Calon Kapolri Suyudi Ario Seto Atraksi Debus Bikin Bengkok Golok dengan Tangan Kosong

Viral Video Calon Kapolri Suyudi Ario Seto Atraksi Debus Bikin Bengkok Golok dengan Tangan Kosong

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Tiga Tahun Usai Kebakaran Maui di Hawaii, Abu Api Diduga Masih Ganggu Paru Penyintas

Tiga Tahun Usai Kebakaran Maui di Hawaii, Abu Api Diduga Masih Ganggu Paru Penyintas

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:12 WIB

'No Viral No Justice' hingga Pungli Jadi Sorotan, Komjen Suyudi Janji Jawab 9 Isu Krusial Masyarakat

'No Viral No Justice' hingga Pungli Jadi Sorotan, Komjen Suyudi Janji Jawab 9 Isu Krusial Masyarakat

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:11 WIB

×