Sejarah Baru Jokowi Hadir dan Pidato di SU PBB, Diminta Tegaskan Papua NKRI

Siswanto

Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
Sejarah Baru Jokowi Hadir dan Pidato di SU PBB, Diminta Tegaskan Papua NKRI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Pelayanan Publik di Banyuwangi, Kamis (25/6/2020). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Sudah lima kali Presiden Joko Widodo tidak menghadiri agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa  di New York, Amerika Serikat, dan selalu diwakilkan (mantan) Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tetapi dalam sidang umum ke 75, Jokowi dijadwalkan hadir secara virtual dan memberikan pidato  pada Rabu (23/9/2020), jam 07.30 WIB.

Rencana kehadiran Jokowi ikut berpartisipasi dalam Sidang Umum PBB yang akan diselenggarakan pada 22-29 September 2020 dihargai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid.

"Ini merupakan kehadiran Presiden RI ke Sidang Umum PBB yang pertama kali dan sekalipun ini secara virtual, saya apresiasi beliau akhirnya akan hadir," kata Hidayat kepada Suara.com.

Menurut Hidayat memang sudah seharusnya Indonesia hadir di sana. Indonesia merupakan negara terbesar yang sukses melaksanakan demokrasi. Indonesia juga negara muslim terbanyak di dunia. Kemudian negeri ini juga menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Dalam pidato di Sidang Umum PBB nanti, Hidayat berharap Jokowi dapat menyampaikan beberapa isu.

Dalam konteks domestik, Jokowi diharapkan menegaskan kembali sikap Indonesia terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jokowi diharapkan meminta negara-negara anggota PBB tidak tergiur dengan propaganda OPM menyangkut isu Papua merdeka.

Hidayat mengingatkan belakangan ini gerakan OPM semakin berani, membunuh tentara dan menembak mati warga sipil. Beberapa waktu yang lalu, tenaga medis dan tentara yang sedang membawa alat kesehatan menjadi sasaran. 

"Itu penting untuk disampaikan. Tolak sparatisme, terorisme, tolak OPM. Menegaskan agar negara-negara anggota PBB mengakui kedaulatan NKRI, Papua bagian tak terpisahkan dari Indonesia," kata Hidayat.

Selain menembak, kata dia, OPM juga melakukan aksi pengibaran bendera. "Itu terus berlanjut. Mereka nantang perang TNI. Ini kita tahu, ini provokasi," kata Hidayat.

baca juga

Hidayat menegaskan perkembangan tersebut tidak bisa dibiarkan terus, harus segera diselesaikan.

Hidayat menekankan pentingnya Indonesia terus-menerus meningkatkan usaha semaksimal mungkin agar kampanye Papua merdeka ditolak secara internasional.

Tetapi di satu sisi, keadilan bagi rakyat Papua diperhatikan. Hidayat yakin kalau kesejahteraan, ekonomi, dan pendidikan yang adil didapatkan, tuntutan Papua merdeka akan meredup.

Kemudian dalam konteks pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, Jokowi diharapkan menekankan pentingnya kerjasama antar negara dalam mempercepat tersedianya vaksin Covid-19.

"Penting juga untuk disampaikan juga agar ada aturan yang melarang negara maju, negara kaya memonopoli pembelian vaksin. Sudah ada indikasi negara maju main borong, itu bahaya bagi negara berkembang dan miskin yang barangkali jumlah korban jauh lebih banyak dari negara kaya," kata Hidayat.

Jokowi diharapkan dapat meyakinkan PBB mendorong negara-negara di dunia menyepakati kerjasama dan pembagian vaksin secara adil.

Dalam forum internasional itu, Jokowi diharapkan menegaskan dukungan Indonesia pada kedaulatan Palestina. Jokowi diharapkan menyerukan ke komunitas internasional untuk mendukung penyelesaian masalah Palestina. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ungkap Prinsip Luar Negeri: Jalankan 'Good Neighbor Policy' Sejak Era Jokowi

Prabowo Ungkap Prinsip Luar Negeri: Jalankan 'Good Neighbor Policy' Sejak Era Jokowi

Video | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!

PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:26 WIB

Gagasan Batik-Style Diplomacy: Saatnya Indonesia Bawa Resolusi Konflik Baru ke PBB

Gagasan Batik-Style Diplomacy: Saatnya Indonesia Bawa Resolusi Konflik Baru ke PBB

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:10 WIB

PBB, PPP, dan Partai Elang Gugat UU Pemilu ke MK, Minta Suara Partai Kecil Tetap Dihitung

PBB, PPP, dan Partai Elang Gugat UU Pemilu ke MK, Minta Suara Partai Kecil Tetap Dihitung

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Prabowo Terima Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Tantangan Global

Prabowo Terima Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Tantangan Global

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Guterres dan Menlu Arrmanatha Bertemu di Kemlu, Bahas Tantangan Global

Guterres dan Menlu Arrmanatha Bertemu di Kemlu, Bahas Tantangan Global

Foto | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Transformasi Digital Buka Peluang Investasi Baru, Ini yang Perlu Dipahami Mahasiswa

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Tren Wellness Meningkat, Kolam Renang dan Sauna Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Lomba Nglinting Tembakau Jadi Upaya Temanggung Angkat Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×