Orasi Rasis di Gedung Sate Tuai Kecaman, Pelaku: Saya Emosi Tak Terkendali

Dany Garjito | Farah Nabilla | Suara.com

Rabu, 23 September 2020 | 10:22 WIB
Orasi Rasis di Gedung Sate Tuai Kecaman, Pelaku: Saya Emosi Tak Terkendali
Video orasi rasis menimbulkan kecaman. (Twitter/@narkosun)

Suara.com - Sebuah potongan orasi video memantik keresahan publik lantaran sang orator mengeluarkan kalimat-kalimat rasis terhadap etnis tertentu di Indonesia secara menggebu-gebu.

Dalam video yang diduga diambil di sekitar Gedung Sate, Bandung, tampak seorang laki-laki meneriakkan orasinya sambil mengeluarkan kata-kata kasar dan rasis.

Ia berkali-kali menggunakan istilah binatang untuk menyebut sebuah etnis yang ia anggap merebut kebebasan masyarakat.

"Kita di sini untuk membela negara, bukan untuk memberontak negara. Untuk menyelamatkan bangsa ini! a***** a***** China kita sikat!" teriaknya dari atas sebuah panggung.

Menyusul viralnya video orasi rasis tersebut hingga menuai kecaman, sang orator kemudian meminta maaf.

Lewat sebuah video klarifikasi yang salah satunya dibagikan akun Twitter @narkosun, pria bernama Surya itu mengaku tidak sengaja mengeluarkan kalimat-kalimat rasis.

"Saya Surya saya dari Garut. Dengan adanya aksi di Gedung Sate sehingga terjadi kehebohan di seluruh nasional, saya mohon maaf karena saya tidak sengaja," katanya dalam video itu.

Ia meminta maaf karena tindakannya telah memantik keresahan dan bersifat menyebar kebencian.

"Adapun keluar saat itu adalah di luar kendali saya karena keadaan emosi sehingga tidak terkendali. Saya bukan memusuhi etnis-etnis China karena etnis China sendiri banyak menjadi kawan-kawan saya. Mohon maaf jika ini jadi keresahan. Terima kasih," pungkasnya dalam video.

Banyak warganet yang menganggap bahwa aksi dalam video tersebut dilakukan seusai deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang digelar di Bandung. Kendati demikian, hingga berita ini disusun, Suara.com masih mencoba mengonfirmasi keterkaitan orasi tersebut dengan deklarasi KAMI.

Namun yang disayangkan oleh publik adalah keluarnya kalimat-kalimat rasis terhadap etnis tertentu sebagai bentuk orasi di depan publik.

"Orang seperti ini perlu ditertibkan untuk pembelajaran terhadap generasi selanjutnya," cuit @Kuste***.

"Di panggung gagahnya bukan main, tapi takut dilaporkan, buru-buru minta maaf. Hadew, ternyata ciut juga nyalinya," komentar @Soemadi****.

"Bicara dulu baru mikir, seperti inilah contohnya. Jangan ditiru!" tulis @Mat*****.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teddy PKPI: Kalau Saya Kepala Daerah, Gatot Cs Bakal Menangis di Kaki Saya

Teddy PKPI: Kalau Saya Kepala Daerah, Gatot Cs Bakal Menangis di Kaki Saya

News | Rabu, 23 September 2020 | 07:59 WIB

Fadli Zon Diejek: Kayak Gini Lulusan Luar Negeri, Sejak Kapan Kadrun Rasis?

Fadli Zon Diejek: Kayak Gini Lulusan Luar Negeri, Sejak Kapan Kadrun Rasis?

News | Kamis, 17 September 2020 | 06:05 WIB

Komentari Gaya Bicara Ahok, Fadli Zon: Rasis dan Memecah Belah

Komentari Gaya Bicara Ahok, Fadli Zon: Rasis dan Memecah Belah

News | Rabu, 16 September 2020 | 20:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Anies Diinstruksi KAMI Terapkan PSBB Berbulan-bulan?

Cek Fakta: Benarkah Anies Diinstruksi KAMI Terapkan PSBB Berbulan-bulan?

News | Selasa, 15 September 2020 | 12:38 WIB

Bawaslu Telusuri Video Rasis di Pilkada Makassar

Bawaslu Telusuri Video Rasis di Pilkada Makassar

Sulsel | Kamis, 10 September 2020 | 15:42 WIB

Gatot Nurmantyo Berapi-Api Saat Bela Hafiz Alquran: Tangkap Saya!

Gatot Nurmantyo Berapi-Api Saat Bela Hafiz Alquran: Tangkap Saya!

News | Selasa, 08 September 2020 | 09:28 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB