Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, Jokowi Disebut Abaikan Psikologi Publik

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 26 September 2020 | 09:17 WIB
Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, Jokowi Disebut Abaikan Psikologi Publik
Presiden Jokowi menyampaikan orasi kebangsaan sekaligus menyambut 9.068 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM 2020, Senin (7/9).

Suara.com - Dua anggota Tim Mawar diangkat menjadi pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Terkait itu, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai pengangkatan yang disetujui oleh Presiden Jokowi tersebut kurang mempertimbangkan psikologis masyarakat.

Anggota Tim Mawar yang dimaksud ialah Brigjen Yulius Selvanus sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan Kemhan dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan.

"Secara politik, pengangkatan ini jelas kurang mempertimbangkan psikologi masyarakat. Bagaimanapun mereka terkait dengan masa lalu yang kelam," kata Khairul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya apa yang dilakukan oleh Tim Mawar di masa lalu masih menjadi catatan serius hingga hari ini.

Kasus penghilangan paksa para aktivis pada 1998 yang masuk ke dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat itu malah tidak menjadi pertimbangan sama sekali.

"Namun ternyata Presiden dan Tim Penilai Akhir (TPA) kan memilih mengabaikan catatan itu," ujarnya.

Karena itu Khairul kemudian menganggap apabila rekomendasi yang dikeluarkan Menhan Prabowo Subianto memiliki pengaruh sangat besar dalam menentukan siapa yang menjabat di Kemhan.

Sampai Presiden Jokowi dan TPA pun mengambil langkah berani mengabaikan trauma psikologis publik dalam kaitannya dengan tim Mawar itu.

Meski begitu, Khairul menilai tidak bisa serta merta menuding pengangkatan itu sebagai bentuk nepotisme semata.

Menurutnya dapat dimaklumi apabila Prabowo kemudian menunjuk tim untuk membantunya kepada orang-orang yang sudah dekat.

"Pengalaman dan kecocokan dalam bekerjasama sebagai atasan-bawahan maupun senior-junior di masa lalu, tentu menjadi pertimbangan yang sangat wajar dan masuk akal," tuturnya.

"Prabowo tentu bisa menilai kapasitas, loyalitas dan kinerja mereka. Apalagi tak ada ketentuan terkait jabatan itu yang dilanggar," Prabowo menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Anggota Tim Mawar Jadi Pejabat, Jokowi Abai Dengan Catatan Kelamnya

Dua Anggota Tim Mawar Jadi Pejabat, Jokowi Abai Dengan Catatan Kelamnya

News | Sabtu, 26 September 2020 | 08:39 WIB

2017 Negeri Ini Riuh Ajakan Nobar Film PKI, Jokowi Respons Begini Kala Itu

2017 Negeri Ini Riuh Ajakan Nobar Film PKI, Jokowi Respons Begini Kala Itu

News | Sabtu, 26 September 2020 | 07:38 WIB

Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, YLBHI: Jokowi Ingkar Sejak Angkat Prabowo

Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan, YLBHI: Jokowi Ingkar Sejak Angkat Prabowo

News | Jum'at, 25 September 2020 | 21:28 WIB

Istri Meninggal di Bandung, Ruslan Buton Diizinkan Keluar Bui 4 Hari

Istri Meninggal di Bandung, Ruslan Buton Diizinkan Keluar Bui 4 Hari

Jakarta | Jum'at, 25 September 2020 | 20:22 WIB

Terkini

Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:10 WIB

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:59 WIB

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:49 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:44 WIB

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB