Beredar Video Diduga Pantai di Jepara Surut Hari Ini, Benarkah?

Dany Garjito, Hadi Mulyono

Kamis, 01 Oktober 2020 | 16:50 WIB
Beredar Video Diduga Pantai di Jepara Surut Hari Ini, Benarkah?
Video pantai surut di Jepara. (Twitter/@Jateng_Twit)

Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan surutnya pantai di Jepara mendadak viral di linimasa media sosial.

Video amatir tersebut salah satunya disebarkan oleh pengelola akun Twitter Info Jateng alias @Jateng_Twit, Selasa (29/09/2020).

"Barusan 29/9 dapat kiriman potongan video dari ponakan di kampung, Kembang, Jepara. Apa ini benar Pantai Benteng Portugis di Donorojo yang lautnya surut jauh ke tengah?" tulis Info Jateng.

Pertanyaan tersebut kemudian ditujukan kepada pihak terkait ssalah satunya BPBD Kabupaten Jepara.

Dalam video tersebut, nampak garis air laut secara tiba-tiba surut sehingga garis pantai menjadi lebih menjauh dari daratan.

Video pantai surut di Jepara. (Twitter/@Jateng_Twit)
Video pantai surut di Jepara. (Twitter/@Jateng_Twit)

Sayangnya, unggahan Info Jateng tersebut tidak langsung ditanggapi oleh BPBD Kabupaten Jepara sehingga konfirmasi diperoleh dari warga sekitar.

"Info yang kami terima dari warga sana: Info yang kami terima pasang surut itu sudah sering terjadi, hanya untuk kali ini endapan lumpur lebih banyak. Sehingga laut kelihatan lebih surut dari biasanya," tambah Info Jateng memberi penjelasan.

Selain itu, surutnya air laut di Pantai Benteng Portugis Donorojo Jepara tersebut juga dikonfirmasi oleh beberapa komunitas pegiat lingkungan.

Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp Tim SAR Jepara yang disertakan Info Jateng, kejadian tersebut ternyata hoax dan sudah terjadi beberapa bulan lalu.

baca juga

"Hoax om, kejadian itu sudah beberapa bulan yang lalu," ungkap Afif SAR Jepara dalam percakapan WhatsApp tersebut.

Hingga artikel ini dibuat, video yang merekam surutnya air laut tersebut telah dilihat hingga 11,5 ribu kali tayangan.

Sejumlah warganet kemudian mengomentari video pendek berdurasi 15 detik itu.

"Bukan awal tsunami kan?" tulis pemilik akun @Nakulo***

"Pernah kerja disitu, normalisasi alur muara pantai benteng Portugis. Memang disitu kalau surut bibir pantai pindah jauuhhhh ke tengah," terang warganet lainnya pemilik akun @gagal_pin***

Adapun warga yang mengaitkan kejadian tersebut dengan isu akan adanya tsunami 20 meter di berbagai wilayah di Indonesia, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menghimbau untuk tidak panik.

Menurut Daryono, kajian tsunami setinggi 20 meter tersebut hanya bagian dari sebuah kajian zona megathrust dalam mitigasi bencana.

"Zona megathrust bukanlah hal baru. Di Indonesia, zona sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia," kata Daryono di Instagramnya @daryonobmkg.

Selengkapnya videonya di sini.

Geger Ancaman Tsunami Setinggi 20 Meter, Begini Analisis Staf Ahli UGM

Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja mengeluarkan hasil riset yang menyampaikan adanya potensi tsunami setinggi 20 meter di bagian selatan Pulau Jawa. Menanggapi hal tersebut staf ahli Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM menyampaikan hasil penelitian itu membuktikan hipotesis lama yang sudah berkembang di kalangan para ahli. 

Staf ahli PSBA UGM, Djati Mardianto menyampaikan bahwa wajar jika ITB memiliki hasil riset demikian. Dari apa yang dilakukan ITB, Djati melihatnya sebagai sesuatu yang memperkuat dugaan atau hipotesis yang sudah dibangun selama ini. Hanya saja, untuk melakukan pembuktian secara kuantitatif dengan kajian yang sistematis dan rinci memang belum lama. 

"Apa yang dilakukan ITB sebenarnya memperkuat apa yang sudah dilakukan sebelumnya," ujar Djati saat dihubungi SuaraJogja.id melalui sambungan telepon Sabtu (26/9/2020). 

Bagi dirinya, hasil riset demikian bukanlah sebuah hal yang baru. Dalam risetnya, disebutkan jika tsunami dengan potensi ketinggian gelombang mencapai 20 meter disebabkan oleh gempa Megathrust. Djati menjelaskan, bahwa gempa tersebut kurang lebih mirip seperti yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 lalu. 

Teori yang berkembang sebelum kejadian tsunami di Aceh, para pakar belum sepakat bahwa gempa-gempa Megathrust memiliki kekuatan mencapai sekitar 9 Magnitudo. Dalam sejarahnya sendiri, zona selatan pulau Jawa belum ada catatan mengenai kejadian gempa bumi yang mencapai kekuatan diatas 8 Magnitudo. 

Namun, Djati menjelaskan ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, adalah karena tidak memiliki potensi gempa Megathrust. Karena tipe sodaksi antara dua lempeng di selatan Jawa itu berbeda. Sementara untuk lempeng di kawasan Sumatera sendiri dinilai lebih landai. Berbeda dengan bagian selatan pulau Jawa yang dinilai lebih dalam. 

"Sehingga memang jarang bisa dirasakan. Tetapi, ilmu itu berkembang terus," terang Djati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Kapal Feri di Pantai Palawan, 6 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Hilang

Kebakaran Kapal Feri di Pantai Palawan, 6 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Hilang

News | Kamis, 10 September 2026 | 10:46 WIB

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:03 WIB

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:22 WIB

Jepang Pantau Potensi Tsunami Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jepang Pantau Potensi Tsunami Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Video | Sabtu, 05 September 2026 | 18:00 WIB

Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami

Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami

News | Sabtu, 05 September 2026 | 14:10 WIB

Kiai Jepara Sebut Terima MBG Haram, Pernyataannya Kembali Ramai di Medsos

Kiai Jepara Sebut Terima MBG Haram, Pernyataannya Kembali Ramai di Medsos

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:31 WIB

Warga Polandia Tewas Mengenaskan di Pantai Yeh Kuning Bali, Sebelumnya Hilang 3 Hari

Warga Polandia Tewas Mengenaskan di Pantai Yeh Kuning Bali, Sebelumnya Hilang 3 Hari

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:11 WIB

Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis

Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Mengapa Suhu Udara di Pegunungan Lebih Dingin daripada di Pantai?

Mengapa Suhu Udara di Pegunungan Lebih Dingin daripada di Pantai?

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Batam | Sabtu, 12 September 2026 | 13:57 WIB

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:35 WIB

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 13:34 WIB

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:30 WIB

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:25 WIB

KPAI Desak Audit Transparan Dapur Makan Bergizi Gratis Usai Rentetan Kasus Keracunan

KPAI Desak Audit Transparan Dapur Makan Bergizi Gratis Usai Rentetan Kasus Keracunan

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 13:21 WIB

5 Rekomendasi Aplikasi Edit Video Terbaik di iPad dan Tablet Android

5 Rekomendasi Aplikasi Edit Video Terbaik di iPad dan Tablet Android

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 13:20 WIB

5 HP Layar Lipat Terbaru yang Rilis Tahun 2026, Tak Cuma Samsung dan Apple

5 HP Layar Lipat Terbaru yang Rilis Tahun 2026, Tak Cuma Samsung dan Apple

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 13:02 WIB

×