Jual dan Produksi Kratom, Bule Asal Australia Teracam Penjara 12 Tahun

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 12 November 2020 | 12:18 WIB
Jual dan Produksi Kratom, Bule Asal Australia Teracam Penjara 12 Tahun
Barang bukti yang disita dari home industri kratom WNA Australia. (Suara.com/Silfa)

Suara.com - Seorang bule asal Australia ditangkap Kepolisian Denpasar terkait kepemilikan barang haram dan mengungkapkan jika obat tersebut adalah obat dari narkoba.

Menyadur 7 News, Travis McLeod, berasal dari Fremantle, setelah diketahui memiliki puluhan kilo kratom, sejenis obat psikotropika di villanya.

Pria 49 tahun tersebut kemudian dijadwalkan akan menjalani persidangan di pengadilan Denpasar awal pekan ini dengan tuduhan mencoba membeli kurang dari satu gram sabu-sabu.

Menurut laporan Daily Telegraph, setelah menangkap McLeod karena diduga membeli 0,8 gram metamfetamin, polisi diduga menemukan lima jerigen etanol, tujuh botol berbagai macam bahan kimia.

Selusin loyang, tiga wadah Tupperware berisi kratom bubuk hijau, alat pengolah obat dan perlengkapannya, termasuk bong juga ditemukan di vila McLeod.

Berbicara kepada wartawan di luar pengadilan, McLeod mengatakan kratom, tanaman asli Asia Tenggara yang legal di Indonesia tetapi ilegal di 17 negara termasuk Australia, harus "dilegalkan".

"Seharusnya tidak difitnah dalam masalah seperti itu," ujar McLeod sembari mengenakan baju oranye. "Kratom adalah jawaban untuk semua masalah narkoba ... semua penyakitnya." tegasnya.

McLeod terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda 775.000 dolar (sekitar Rp 7 miliar) untuk kepemilikan metamfetamin.

Diketahui bahwa McLeod telah tinggal di Bali selama dua setengah tahun dan telah menghabiskan waktu untuk mengadvokasi legalisasi kratom.

baca juga

Profil Facebook McLeod penuh dengan video tentang dirinya yang berburu kratom di hutan Kalimantan, memakan daunnya langsung dari pohon, dan memberikan informasi tentang obat tersebut dan seharusnya manfaatnya bagi penderita nyeri kronis.

McLeod memiliki dua bisnis di Australia - satu di Perth dan lainnya di Melbourne - yang menjual produk untuk membantu orang lulus tes narkoba.

Ketika McLeod membuka Freo's Finest di Richmond pada tahun 2015, rekanan bisnisnya Alex McLeod memberi tahu Herald Sun bahwa mereka menyediakan layanan yang dapat membantu orang-orang agar "tidak kehilangan pekerjaan". Bisnis tersebut menjual urine palsu dan sampo detoksifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bule Australia Terciduk Produksi Kratom, Dijual ke Ekspatriat di Bali

Bule Australia Terciduk Produksi Kratom, Dijual ke Ekspatriat di Bali

Bali | Rabu, 11 November 2020 | 16:44 WIB

Pakai Sabu dan Produksi Bahan Mirip Narkoba di Bali, Bule Australia Dibekuk

Pakai Sabu dan Produksi Bahan Mirip Narkoba di Bali, Bule Australia Dibekuk

Bali | Rabu, 11 November 2020 | 15:34 WIB

Australia Sambut Rencana AS di Bawah Biden Kembali ke Kesepakatan Paris

Australia Sambut Rencana AS di Bawah Biden Kembali ke Kesepakatan Paris

News | Senin, 09 November 2020 | 16:54 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

×