Buktikan Ikan Tak Bawa Corona, Mantan Menteri Perikanan Makan Mentah-mentah

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 19 November 2020 | 09:06 WIB
Buktikan Ikan Tak Bawa Corona, Mantan Menteri Perikanan Makan Mentah-mentah
Seorang mantan menteri perikanan makan ikan mentah.[Twitter]

Suara.com - Seorang mantan menteri perikanan mengejutkan saat konferensi pers karena tiba-tiba ia memakan ikan mentah untuk membuktikan jika ikan itu tidak menyebarkan virus corona.

Menyadur The Sun, Rabu (18/11/2020) Mantan menteri perikanan Dilip Wedaarachchi tiba-tiba memakan seekor ikan mentah di depan wartawan yang terkejut pada konferensi pers.

Dia melakukan aksi tersebut pada hari Selasa untuk mendorong penjualan ikan setelah mengalami kemerosotan selama pandemi virus corona.

Tapi tindakan anehnya dijuluki sebagai gerakan "Bear Gryll" oleh wartawan yang tidak terkesan, kata News First di Sri Lanka.

Penjualan ikan di Srilanka anjlok setelah virus corona ditemukan di Pasar Ikan Pusat yang terletak di pinggiran ibu kota bulan lalu.

Sebelum ia memakan ikan mentah, Wedaarachchi berbicara dengan wartawan di Kolombo. Kemudian ia memegang kepala ikan yang mati dan kemudian menyantapnya.

"Orang-orang negeri ini tidak makan ikan," buka Wedaarachchi sambil memegang seekor ikan di depan para wartawan.

"Orang-orang kami yang bergerak di industri perikanan tidak bisa menjual ikannya. Saya membawa ikan ini untuk ditunjukkan padamu." sambungnya

"Saya mengimbau orang-orang di negara ini untuk makan ikan ini. Jangan takut." ujar Wedaarachchi yang kemudian menyantap ikan mentah.

baca juga

Politisi tersebut kemudian menambahkan: "Anda tidak akan terinfeksi oleh virus corona". Ia juga menggigit langsung ke bagian perut dan kemudian mengunyahnya.

Wedaarachchi merupakan seorang anggota parlemen oposisi Srilanka, menjabat sebagai menteri perikanan hingga tahun lalu.

Wabah virus corona di pasar grosir utama telah menyebabkan ribuan infeksi karena virus tersebut telah menyebar ke seluruh negeri.

Puluhan ribu ton ikan tidak terjual setelah pasar tersebut terpaksa tutup. Ditambah lagi, harga anjlok karena orang berhenti membeli dan makan ikan.

Tidak jelas berapa banyak orang yang meninggal karena virus corona di Sri Lanka, tetapi menurut statistik terbaru Worldometers, ada lebih dari 18.000 kasus, sementara jumlah kematian hanya 66 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Panen, Petani dan Peternak Tak Usah Panik Pemerintah Kasih Asuransi

Gagal Panen, Petani dan Peternak Tak Usah Panik Pemerintah Kasih Asuransi

Bisnis | Rabu, 18 November 2020 | 20:07 WIB

Melonjak, Hari Ini Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.147 kasus

Melonjak, Hari Ini Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.147 kasus

News | Rabu, 18 November 2020 | 19:45 WIB

Stadion Kosong, West Ham Akui Kehilangan Rp 37 Miliar di Tiap Pertandingan

Stadion Kosong, West Ham Akui Kehilangan Rp 37 Miliar di Tiap Pertandingan

Bola | Rabu, 18 November 2020 | 19:43 WIB

Terkini

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah

Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:34 WIB

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

×