Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Maroko sepakat untuk normalisasi hubungan diplomatik setelah melakukan perundingan.
"Terobosan Sejarah lain hari ini!" cuit Trump di Twitter disadur Anadolu Agency. "Dua teman Besar kami Israel dan Kerajaan Maroko telah menyetujui hubungan diplomatik - sebuah terobosan besar untuk perdamaian di Timur Tengah!" sambungnya.
Maroko menjadi negara keempat yang menormalkan hubungan dengan Tel Aviv setelah Sudan mengumumkan normalisasi resmi hubungan dengan Israel dan menghentikan agresi dengan negara Yahudi itu pada Oktober.
Bahrain dan UEA sebelumnya sudah sepakat pada bulan September untuk membangun hubungan diplomatik, budaya, dan komersial dengan Israel setelah menandatangani perjanjian di Gedung Putih. Kesepakatan tersebut kemudian menuai kecaman dari warga Palestina, yang mengatakan mengabaikan hak-hak mereka dan tidak melayani kepentingan Palestina.
Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perundingan dilakukan melalui panggilan telepon antara Trump dan Raja Mohammed VI dari Maroko.
"Raja setuju untuk melanjutkan hubungan diplomatik antara Maroko dan Israel dan memperluas kerja sama ekonomi dan budaya untuk memajukan stabilitas regional." jelas kantor Trump.
Kantor Kerajaan Maroko dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa pihaknya bermaksud untuk melanjutkan kontak resmi dan hubungan diplomatik dengan Israel secepat mungkin, kantor berita milik negara MAP melaporkan.
"Maroko bermaksud memberikan otorisasi untuk penerbangan langsung bagi pengangkutan anggota komunitas Yahudi Maroko dan turis Israel ke dan dari Maroko," kata pernyataan itu.
Trump dan raja Maroko juga setuju untuk "mempromosikan hubungan inovatif di bidang ekonomi dan teknologi, termasuk bekerja untuk membuka kembali kantor penghubung di kedua negara," menurut Royal Office.
Trump juga mengakui kedaulatan Maroko atas seluruh wilayah Sahara Barat. "Hari ini, saya menandatangani proklamasi yang mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat. Proposal otonomi Maroko yang serius, kredibel, dan realistis adalah Satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan abadi untuk mempertahankan perdamaian dan kemakmuran!" Cuit Trump.
"Maroko mengakui Amerika Serikat pada 1777. Karena itu sudah sepantasnya kita mengakui kedaulatan mereka atas Sahara Barat," tambahnya.
Pengadilan Kerajaan menggambarkan langkah AS sebagai keputusan bersejarah, mengatakan dukungan Trump untuk Sahara Maroko memperkuat kemitraan strategis yang kuat antara kedua negara.
Pemimpin kedua negara juga membahas kerja sama melawan virus corona, cara untuk meminimalkan dampak ekonomi, dan kepentingan bersama dalam masalah regional yang kritis.
Diduduki oleh Spanyol hingga 1975, Sahara Barat menjadi subyek perselisihan antara Maroko dan Front Polisario yang didukung Aljazair selama lebih dari empat dekade.
Setelah konflik bertahun-tahun, kedua pihak menandatangani gencatan senjata yang didukung PBB pada tahun 1991.