Desak Vaksin Covid-19 Gratis, Ulil: Buat Tebus Dosa Pemerintah yang Ceroboh

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 14 Desember 2020 | 14:34 WIB
Desak Vaksin Covid-19 Gratis, Ulil: Buat Tebus Dosa Pemerintah yang Ceroboh
Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)

Suara.com - Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) Ulil Abshar Abdalla meminta agar pemerintah menggratiskan vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Gus Ulil melalui akun Twitter miliknya @ulil.

"Bagi saya, pemerintah sangatlah layak menggratiskan vaksin untuk Covid-19," kata Gus Ulil seperti dikutip Suara.com, Senin (14/12/2020).

Permintaan Gus Ulil tersebut bukan tanpa alasan. Kebijakan vaksin Covid-19 gratis tersebut bisa menjadi bentuk penebusan 'dosa' pemerintah.

Sebab, selama ini pemerintah terkesan ceroboh dalam penanganan Covid-19.

"Hitung-hitung untuk menebus 'dosa' pemerintah yang di awal pandemi terlihat ceroboh + terkesan menggampangkan," ungkap Gus Ulil.

Dalam cuitannya, Gus Ulil meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan usulannya tersebut.

Menurut Gus Ulil, usulan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 perlu dilakukan demi keselamatan rakyat Indonesia sendiri.

"Pak @jokowi, monggo, demi keselamatan rakyat njenengan, mohon dipertimbangkan tuntutan publik ini," tutur Gus Ulil.

baca juga
Gus Ulil desak pemerintah gratiskan vaksin Covid-19 sebagai penebus dosa (Twitter/ulil)
Gus Ulil desak pemerintah gratiskan vaksin Covid-19 sebagai penebus dosa (Twitter/ulil)

Vaksin Gratis vs Mandiri

Kementerian Kesehatan menargetkan akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 107 juta orang berusia 18-59 tahun.

Dari total 107 juta orang yang akan divaksin, hanya 30 persen dari mereka akan mendapatkan vaksin gratis melalui program pemerintah.

Adapun kelompok orang pada program Kementerian Kesehatan yang akan mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan; pelayan publik seperti pekerja bandara/pelabuhan, TNI/Polri dan Satpol PP; aparat hukum; serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Sementara, 70 persen orang lainnya diproyeksikan dapat melakukan vaksinasi mandiri atau berbayar.

Besaran harga vaksin yang dibebankan kepada rakyat hingga kini belum ditetapkan secara resmi.

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860/2020 telah menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia yaitu vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech dan Sinovac.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Klaim Partisipasi Publik Terhadap UU Cipta Kerja Tinggi

Pemerintah Klaim Partisipasi Publik Terhadap UU Cipta Kerja Tinggi

Bisnis | Senin, 14 Desember 2020 | 13:52 WIB

Dokter-dokter IDI Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin

Dokter-dokter IDI Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin

News | Senin, 14 Desember 2020 | 13:52 WIB

Simpang Siur Harga Vaksin COVID-19, Kemenkes Minta Masyarakat Sabar

Simpang Siur Harga Vaksin COVID-19, Kemenkes Minta Masyarakat Sabar

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 13:50 WIB

Terkini

Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil

Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Ban Mobil Botak Sebelah? Intip Ciri dan Panduan Rotasi si Kulit Bundar

Kenapa Ban Mobil Botak Sebelah? Intip Ciri dan Panduan Rotasi si Kulit Bundar

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:55 WIB

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Istri Eks Sekjen Kemnaker  Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

Istri Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:48 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

×