Dituding Punya Senjata Api, Munarman: Mahal, Laskar FPI Enggak Bisa Beli

Dany Garjito, Hernawan

Kamis, 17 Desember 2020 | 14:29 WIB
Dituding Punya Senjata Api, Munarman: Mahal, Laskar FPI Enggak Bisa Beli
Munarman FPI di Acara Mata Najwa (YouTube).

Suara.com - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman angkat bicara mengenai tudingan yang menyebut enam laskar FPI dibekali senjata api saat terlibat bentrok dengan Polisi di Tol Jakarta - Cikampek, Senin (7/12/2020) lalu.

Munarman membantah enam laskar FPI tersebut memiliki senjata api sebagaimana kabar yang beredar sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Munarman saat menjadi narasumber dalam acara Mata Najwa, Rabu (16/12/2020) malam.

Munarman mengatakan, enam Laskar FPI sama sekali tidak membawa senjata api (senpi). Bahkan, dia menegaskan, larangan membawa senjata tertera dalam kartu anggota.

Oleh sebab itu, tidak mungkin apabila enam laskar FPI yang meninggal dunia dalam bentrokan tersebut memiliki senpi.

Munarman FPI di Acara Mata Najwa (YouTube).
Munarman FPI di Acara Mata Najwa (YouTube).

"Tidak bawa senjata. Laskar itu hanya penamaan untuk membedakan dengan anggota FPI biasa," kata Munarman saat ditanya oleh Najwa Shihab, seperti dikutip Suara.com dari tayangan video dalam Kanal YouTube Mata Najwa.

"Mereka berseragam, tidak pernah (membawa senjata--RED) dan standar organisasi kita di kartu anggota FPI dilarang membawa senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak. Itu dilarang," terang Munarman menambahkan.

Lebih lanjut, Munarman mengomentari senjata api yang diklaim polisi sebagai barang bukti bentrok. Polisi menyebut senjata api tersebut milik laskar FPI.

Namun, di lain pihak Munarman membantahnya. Sebab, dia meyakini senjata api yang ditunjukkan polisi bukan milik Laskar FPI.

baca juga

Munarman mengklaim pihaknya sudah mengecek sampai pihak keluarga dan tidak mendapati kemungkinan membawa senjata.

"Kita sudah cek keluarganya, kita sudah cek laskar yang masih hidup, kita sudah cek tipikal-tipikal laskar kita, tidak pernah (bawa senjata)," ungkap Munarman.

Oleh sebab itu, Munarman kemudian mengatakan tidak ada yang tahu asal muasal senjata api yang menjadi barang bukti tersebut.

Pasalnya, Munarman juga menuturkan, harga senjata api yang terlampau mahal sudah pasti tidak sanggup dibeli oleh Laskar FPI.

"Pistol itu pistol jenis mahal, menurut ahli senjata harganya minimal Rp 20 juta, laskar kita gak punya kemampuan beli itu," tukas Munarman.

"Itu akan terlihat setelah dilakukan penyelidikan Komnas HAM," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FPI Cs Besok Geruduk Istana, Kapolda: Klaster Petamburan Terbukti Berbahaya

FPI Cs Besok Geruduk Istana, Kapolda: Klaster Petamburan Terbukti Berbahaya

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 13:18 WIB

Amien Rais: Saya Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi

Amien Rais: Saya Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 13:10 WIB

Usut Autopsi Mayat Laskar FPI, Komnas HAM Periksa Dokter Polri Hari Ini

Usut Autopsi Mayat Laskar FPI, Komnas HAM Periksa Dokter Polri Hari Ini

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:31 WIB

Terkini

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 18:45 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:33 WIB

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 18:31 WIB

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Video | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

×